Tampilkan postingan dengan label Astronomi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Astronomi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 15 September 2013

Diam-Diam Ternyata Hotel Di Mars Selesai Di Bangun

Asalasah ~ hari spesial untuk kemajuan wisata dalam peradaban umat manusia. Rod Markham dan istrinya Susan Millster mendarat di mars dengan selamat, rencananya Starbright Hotel merupakan tempat tujuan mereka menginap di mars dimana Hotel ini telah di dirikan dua tahun lalu di Mars dan untuk pertama sekali di resmikan sejak kedatangan Markham dan Susan.
Diberitakan oleh N.O.F, Perjalanan Markham dan istrinya ke mars menghabiskan dana mencapai US $ 3,7 (juta, ) untuk satu malam !! per orang.

Walaupun Markham mengeluarkan dana fantastis untuk sampai ke mars namun ia akan menjadi layaknya seperti pembantu disana, alasanya adalah pihak hotel tentu saja tidak memiliki pekerja yang akan melayani mereka.

Dalam perjalanan wisatan miliarder asal Amerika ini akan di dampingi oleh 6 Astronot dan akan di awasi selama 24 jam penuh untuk menjaga keselamatan mereka.


anda percaya dengan berita ini??? tentu saja jangan percaya karna sumber berita ini merupakan sebuah portal yang menyajikan ramalan-ramalan tentang apa yang akan terjadi di masa depan lengkap dengan hari dan tanggal nya. Dalam situs tersebut hari pendaratan Markham dan istrinya Susan yaitu 23 agustus 2025.

Ini berarti situs N.O.F meramalkan bahwa Hotel pertama di mars akan jatuh pada tanggal 23 agustus 2025.

Baca Juga:  

Planet Mars Bisa Membuat Manusia Berkembang Lebih Cepat

Asalasah ~  Belum ada bukti nyata bagaimana manusia bisa berada di bumi, setidaknya begitulah menurut ilmu dunia.
Namun beberapa waktu lalu sekelompok ahli geologi dan ahli kimia dari University of Las Vegas,mengungkap bukti baru dari keadaan planet Mars.

http://asalasah.blogspot.com/2013/09/planet-mars-bisa-membuat-manusia-berkembang-lebih-cepat.html
Ilustrasi Mars hari ini dan Mars beberapa miliar tahun yang lalu, oleh Kevin Gill
Para peneliti mengemukakan bahwa planet Mars dapat membuat manusia berevolusi dan berkembang dengan cepat, hal ini disebebakan oleh mineral fosfat yang dapat mempengaruhi DNA, membran sel dan banyak lain nya di dalam tubuh manusia sehingga dapat membuat manusia dapat berkembang lebih baik dan lebih cepat di bandingkan kehidupan di bumi.
Milyaran tahun lalu, mineral ini juga terdapat di bumi dan terkurung di dalam bebatuan, selama tempo tersebut air yang ada di bumi mengikis mineral dalam bebatuan dan membawa mineral ke laut dan hasilnya jadilah laut sebagai "wadah evolusi" manusia.
Akan tetapi, mineral yang terdapat di Mars dan di Bumi tidak sama,seperti ineral merrillite, selain di Mars, mineral ini hanya terdapat dalam meteor, dan juga fosfat yang ada di Mars 45 kali lebih tinggi tingkat larutnya di banding dengan yang ada di bumi. 

Hasil penelitian para ilmuan telah di publikasikan dalam jurnal Nature
berikut foto mineral yang ada di Mars
Image : io9/Nature

Baca Juga:  

Senin, 09 September 2013

Sebuah Lubang Raksasa Terlihat di Kutub Matahari

http://asalasah.blogspot.com/2013/09/sebuah-lubang-raksasa-terlihat-di-kutub.html
Asalasah ~ Wahana antariksa Solar and Heliospheric Observatory (SOHO) mendapati sebuah lubang raksasa di atmosfer matahari. Area gelap yang dikenal sebagai lubang korona ini mencakup hampir seperempat bagian matahari dan memuntahkan material dan gas ke ruang angkasa.

Lubang korona terlihat di bagian kutub utara matahari antara 13-18 Juli. Dalam video yang dirilis hari ini, Selasa, 30 Juli 2013, Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) menyatakan lubang korona merupakan daerah yang lebih dingin ketimbang atmosfer matahari atau korona dan mengandung material surya yang kecil. 

Di area yang kosong ini, alih-alih kembali ke permukaan matahari, medan magnet matahari justru tercerabut keluar menjadi badai matahari. 

"Meski belum jelas penyebabnya, lubang korona berkorelasi ke area tempat medan magnet melambung dan terlepas," kata Karen Fox, ilmuwan NASA di Pusat Penerbangan Antariksa Goddard di Greenbelt, Amerika Serikat.

Fox menambahkan lubang korona mempengaruhi cuaca di ruang angkasa karena mengirimkan partikel matahari sekitar tiga kali lebih cepat daripada yang dilepaskan dari area lain pada atmosfer matahari.

Perubahan frekuensi kemunculan lubang korona bisa dibilang sesuai dengan siklus aktivitas matahari. Tahun ini matahari mencapai puncak aktivitasnya dalam 11 tahun, dikenal sebagai fase matahari maksimum. Di sekitar waktu puncak aktivitas inilah matahari membalikkan medan magnetnya. "Jumlah lubang korona biasanya menurun seiring perubahan medan magnet ini," ujar Fox.

Setelah pembalikan medan magnet, lubang korona akan kembali muncul di dekat kutub. Kemudian saat matahari mendekati aktivitas minimum lagi, lubang korona merayap lebih dekat ke khatulistiwa. Jumlah dan ukurannya lantas bertambah.

Wahana antariksa SOHO telah mengamati aktivitas matahari sejak diluncurkan tahun 1995. Wahana seharga US$ 1,27 miliar ini mengemban misi bersama antara NASA dan Badan Antariksa Eropa (ESA). SOHO mengamati matahari dari orbit Lagrange Point 1, daerah dengan gravitasi stabil antara bumi dan matahari, sekitar 1,5 juta kilometer dari bumi.

Baca Juga:  

Jumat, 06 September 2013

Jepang Luncurkan Satelit Buat Amati Tiga Planet

Jepang Luncurkan Satelit Amati Tiga PlanetAsalasah ~ Sebuah satelit baru milik Jepang akan mengamati tiga planet sekaligus yaitu Venus, Mars dan Jupiter tanpa perlu meninggalkan orbit Bumi.

Satelit ini bernama SPRINT-A (Spectroscopic Planet Observatory for Recognition of Interaction of Atmosphere), yang dijadwalkan akan diluncurkan pada hari ini, Selasa 27 Agustus 2013 dan bertujuan lebih memahami bagaimana planet-planet di tata surya terbentuk.

Menurut para pejabat Badan Antariksa Jepang, dengan memeriksa magnetosfer dan atmosfer planet lain maka bisa memberikan gambaran sejarah awal Bumi.

Menurut Badan Antariksa Jepang (Jpanese Aerospace Exploration Agency/JAXA), pengamatan jangka panjang terhadap tiga planet tersebut akan menjadi yang pertama dari sejenisnya yang pernah dilakukan dari orbit Bumi.

Satelit SPRINT-A memiliki misi utama untuk mengitari orbit selama satu tahun. Satelit ini memiliki berat 771 pound (350 kilogram), atau sekitar 30 kali lebih kecil dari teleskop Hubble, yang juga dapat mengamati planet-planet dari tempatnya bertengger di orbit Bumi.

Tidak seperti Hubble, SPRINT akan memeriksa planet-planet itu dalam sinar ultraviolet ekstrim (sinar UV) dengan panjang gelombang yang sangat pendek. Sinar ini hanya dapat dideteksi dari luar angkasa, karena mereka diserap oleh atmosfer pelindung bumi. Mereka juga jarang digunakan dalam bidang astronomi, yang mengarah pada kemungkinan "penemuan inovatif," kata pejabat JAXA dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari laman Space.com, Selasa 27 Agustus 2013.

Sinar ultraviolet ekstrem ini secara ideal cocol untuk menguji bagaimana partikel dan plasma dari matahari (juga dikenal sebagai angin surya) berinteraksi dengan atmosfer planet. Jika sebuah planet tidak mempunyai medan magnet kuat yang akan membelokkan partikel, seiring waktu angin matahari dapat menyebabkan atmosfer akan melepaskan gas.

Pelacakan proses ini bisa membantu para ilmuwan lebih memahami, misalnya, mengapa Mars kehilangan begitu banyak atmosfernya dalam beberapa juta tahun terakhir.Beberapa misi telah mendeteksi bukti mengenai keberadaan air kuno di permukaan planet. Seperti atmosfer yang menghilang, air di permukaan sebagian besar menghilang kecuali untuk cadangan dalam lapisan es.

Venus merupakan teka-teki bagi para peneliti. Sementara Venus memiliki medan magnetik yang lemah, tak seperti Mars, namun ia memiliki banyak tekanan -sekitar 90 kali dari tekanan di Bumi. Planet Venus benar-benar tertutupi oleh awan, dengan efek rumah kaca yang terjadi di bawahnya. Planet ini juga memiliki suhu di permukaan sekitar 872 derajat Fahreinheit (467 derajat celcius).

Beberapa satelit penyelidik milik Uni Soviet pernah mencapai permukaan Venus dalam dekade terakhir, tetapi menyerah dalam beberapa menit karena panas yang intens dan tekanan di sana.

Dari zona medan magnet yang lemah, SPRINT-A juga akan menyelidiki tempat di tata surya dimana gaya magnetnya cukup kuat. Jupiter memiliki medan magnet yang paling berlimpah dan akan berfungsi sebagai tempat untuk memeriksa "jalur penetrasi dan kedalaman energi angin surya," kata pejabat JAXA.

Jupiter juga memiliki bulan vulkanik bernama lo, dengan plasma torus dalam lintasan orbitnya. Awan ini mengelilingi Jupiter. Sebagai ion dan elektron yang menabrak satu sama lain, energinya dilepaskan dalam bentuk sinar ultraviolet. Menurut kelompok spektroskopi ultraviolet dan pencitraan University of Arizona, Amerika Serikat, hal ini mirip dengan bagaimana cahaya fajar di Bumi diciptakan.

Satelit SPRINT-A akan diluncurkan melalui roket Epsilon luar angkasa pertama Jepang. Pejabat JAXA berharap roket cerdas buatan mereka ini dapat memimpin peluncuran roket yang lebih murah di masa depan.

Baca Juga:  

Jumat, 23 Agustus 2013

Jumlah Air Terbanyak di Jagat Raya! 140 Triliun Kali Laut Bumi

Asalasah ~ Jumlah air terbanyak di antariksa ditemukan dalam bentuk awan berumur 12 miliar tahun dan mengandung air 140 triliun kali jumlah seluruh air yang ada laut Bumi. Temuan oleh sekelompok astronom yang dipimpin Matt Bradford dari NASA ini menunjukkan bahwa air sudah ada sejak pembentukan alam raya.

"Temuan ini membuat teori munculnya air satu milar tahun lebih dekat ke peristiwa 'Big Bang'," kata Alberto Bolatto dari University of Maryland.

Astronom menemukan awan tersebut menggunakan dua teleksop yang berbeda--satu teleskop di Hawaii, lainnya di California. Saat pencarian, mereka sudah berteori bahwa uap air sudah muncul di awal-awal pembentukan jagat raya. Bagi mereka temuan ini bukan hal yang mengejutkan. "Ini cuma bukti lain," kata Bradford. Yang mengejutkan bagi mereka adalah ukurannya yang sangat besar.

Awan tersebut mengelilingi lubang hitam besar--disebut kuasar--yang dikenal dengan nama APM 08279+5255. Awan tersebar di lubang hitam dengan jarak beberapa ribu tahun cahaya. Temperatur di awan diperkirakan minus 53 derajat Celcius dan kepekatannya 300 triliun kali atmosfer Bumi.
Lubang hitam yang lokasinya 12 miliar tahun cahaya dari Bumi tersebut memiliki ukuran 20 miliar kali lebih besar dari matahari dengan energi yang jauh lebih besar pula.

Temuan uap air dalam jumlah besar yang mengelilingi APM 08279+5255 juga membuka pengetahuan baru tentang kuasar. "Tampaknya ada gas yang cukup banyak bagi lubang hitam sebelum lubang itu membesar enam kali lipat ukurannya sekarang. Kepastian hal tersebut akan terjadi masih belum jelas. Beberapa gas bisa terbentuk menjadi bintang atau malah terlontar dari kuasar," demikian dijelaskan dalam laporan yang diterbitkan Astrophysical Journal Letters.

Baca Juga:  

Jumat, 26 Juli 2013

NASA Menduga Kehidupan Mars Ada Di Bawah Tanah

Kehidupan Mars Ada di Bawah Tanah?
Asalasah ~ Air merupakan petunjuk adanya kehidupan. Unsur inilah yang kini sedang diburu oleh Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) di Mars.

NASA telah mengerahkan banyak misi ke Mars selama beberapa dekade terakhir. Tujuannya untuk meneliti jejak kehidupan di permukaan Mars dan kemungkinannya dihuni.

Namun permukaan Mars diketahui sangat dingin, kering, dan mengandung unsur kimia mematikan. Kondisi yang mustahil bagi makhluk hidup untuk bertahan.

Bertolak dari kondisi itu, penelitian mulai beralih sasaran. Pemindaian tidak lagi dipusatkan pada permukaan. Para ilmuwan NASA menduga bentuk kehidupan sederhana di Mars mungkin tersembunyi di bawah tanah.

Di Bumi, mikroba dapat hidup di bawah tanah hingga kedalaman lebih dari 5 kilometer. Jumlah mikroba di bawah tanah diperkirakan separuh dari jumlah seluruh makhluk hidup penghuni bumi.

Sebagian besar mikroba bawah tanah mewakili beberapa jenis organisme yang paling primitif. Petunjuk ini mengisyaratkan bahwa kehidupan sederhana selalu dimulai di bawah tanah.

"Setidaknya bertahan di sana selama serangkaian dampak kosmik yang menghancurkan Bumi," ujar peneliti NASA, Joseph Michalski, Senin, 21 Januari 2013. Dampak kosmik yang dikenal sebagai Late Heavy Bombardment itu terjadi sekitar 4,1-3,8 miliar tahun lalu.

Permukaan Mars memiliki daya gravitasi sepertiga dari bumi. Lapisan keraknya kurang padat dan lebih berpori dibandingkan Bumi. Kondisi ini, menurut Michalski, membuat air lebih mudah meresap ke bawah tanah.

Oleh karena itu menemukan jejak air di Mars menjadi sangat penting. Di Bumi, hampir seluruh cairan mengandung organisme. Asumsi yang sama diterapkan di Mars.

Michalski mengatakan, mikroba di bawah tanah Mars hidup ditopang oleh sumber energi dan reaksi kimia yang mirip dengan yang mendukung kehidupan organisme di Bumi.

"Kerak yang dalam selalu menjadi tempat yang paling layak huni di Mars," kata Mishalski, yang juga peneliti di Planetary Science Institute. Bawah tanah akan menjadi tempat yang tepat untuk mencari bukti-bukti keberadaan organisme di Planet Merah.

Baca Juga:  
Sumber: http://www.tempo.co/read/news/2013/01/21/061456068/Kehidupan-Mars-Ada-di-Bawah-Tanah

Kamis, 25 Juli 2013

Foto-Foto Bumi Yang Diambil Dari Berbagai Planet

Asalasah ~ Sejumlah wahana antariksa berhasil memotret Bumi dari jarak ratusan hingga jutaan kilometer jauhnya. Foto-foto yang dihasilkan sangat memukau. Bumi tampak lebih spektakuler dibandingkan dengan yang dilihat manusia dalam kesehariannya.

Di antara banyak foto-foto Bumi yang dihasilkan, ada sembilan foto yang bisa dianggap paling spektakuler. Apa saja foto-foto itu? Berikut daftarnya.

Pale Blue Dot


NASA Pale Blue Dot

Foto Bumi ini bisa dikatakan sebagai yang paling mengagumkan. Foto diambil pada tahun 1990 dengan wahana antariksa Voyager 1 dari jarak 6 miliar kilometer. Dalam foto tersebut, Bumi tampak sebagai bintik biru kecil berukuran 0,12 piksel. Voyager diluncurkan tahun 1977 dan kini diklaim telah meninggalkan tata surya.

Spot the Dot

NASA Spot the Dot

Foto ini diambil oleh wahana antariksa Cassini yang mengorbit Saturnus sejak tahun 2004. Dalam foto yang diambil tahun 2006 itu, Bumi tampak sebagai bintik putih yang seolah-olah berada di dalam cincin Saturnus. Bersama potret Bumi ini, Cassini berhasil menguak cincin Saturnus yang sebelumnya tak diketahui.

Foto Bumi pertama dari antariksa

NASA Wajah Bumi pertama dilihat dari antariksa

Foto Bumi pertama dari antariksa diambil oleh wahana Lunar Orbiter 1 pada 23 Agustus 1966. Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) menolehkan sejenak wahana tersebut khusus untuk memotret Bumi. Bumi dalam foto ini diambil dari Bulan, jauh dari indah, tampak kasar dan buram.

Bumi terbit dilihat dari Bulan

NASA Pemandangan Bumi Terbit dilihat dari Bulan

Pemandangan Bumi yang terbit dari Bulan diambil oleh kru misi Apollo 8 pada tahun 1968. Bumi hanya tampak separuh, tetapi menampakkan kebiruannya. Misi yang sama menayangkan untuk pertama kali siaran tentang permukaan Bulan.

Bumi di bawah Bulan

JAXA Bumi tampak berada di bawah Bulan dalam foto wahana Kaguya.

Foto ini diambil oleh wahana milik Jepang, Kaguya. Foto diambil pada tahun 2007, di mana Bumi tampak berada di bawah Bulan.

Kelereng biru

NASA Bumi tampak sebagai kelereng biru dalam citra hasil jepretan misi Apollo 17

Kelereng Biru merupakan salah satu foto Bumi paling mengagumkan. Seperti namanya, Bumi terlihat bulat utuh dan berwarna biru. Foto ini diambil dengan oleh kru misi Apollo 17 pada bulan Desember 1972.

Bumi sabit

ESA Bumi tampak berbentuk bulan sabit dalam jepretan wahana Rosetta

Foto ini diambil oleh wahana Rosetta milik European Space Agency (ESA) pada tahun 2007. Bumi tampak seperti sabit berwarna perak. Rosetta tengah dalam perjalanan untuk mendarat di sebuah komet dan diperkirakan sampai pada tahun 2014.

Dua kubah
NASA Bumi dan Bulan dipotret oleh wahana Galileo yang mengorbit Jupiter.

Wahana antariksa Galileo yang mengorbit Jupiter memgambil foto ini pada tahun 1992 dari jarak 6,2 juta kilometer. Dalam foto, tampak Bumi dan Bulan dalam bentuk setengah lingkaran.

Bumi dari Mars
NASA Bumi dan Bulan dipotret wahana Mars Reconnaisance Orbiter

Foto Bumi yang lagi-lagi berbentuk setengah lingkaran ini diambil oleh wahana Mars Reconnaisance Orbiter pada tahun 2007.

Baca Juga:  
Sumber: http://sains.kompas.com/read/2013/07/19/1948206/Foto-foto.Bumi.Paling.Spektakuler.Sepanjang.Masa