Tampilkan postingan dengan label Alam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Alam. Tampilkan semua postingan

Senin, 09 September 2013

Sebuah Lubang Raksasa Terlihat di Kutub Matahari

http://asalasah.blogspot.com/2013/09/sebuah-lubang-raksasa-terlihat-di-kutub.html
Asalasah ~ Wahana antariksa Solar and Heliospheric Observatory (SOHO) mendapati sebuah lubang raksasa di atmosfer matahari. Area gelap yang dikenal sebagai lubang korona ini mencakup hampir seperempat bagian matahari dan memuntahkan material dan gas ke ruang angkasa.

Lubang korona terlihat di bagian kutub utara matahari antara 13-18 Juli. Dalam video yang dirilis hari ini, Selasa, 30 Juli 2013, Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) menyatakan lubang korona merupakan daerah yang lebih dingin ketimbang atmosfer matahari atau korona dan mengandung material surya yang kecil. 

Di area yang kosong ini, alih-alih kembali ke permukaan matahari, medan magnet matahari justru tercerabut keluar menjadi badai matahari. 

"Meski belum jelas penyebabnya, lubang korona berkorelasi ke area tempat medan magnet melambung dan terlepas," kata Karen Fox, ilmuwan NASA di Pusat Penerbangan Antariksa Goddard di Greenbelt, Amerika Serikat.

Fox menambahkan lubang korona mempengaruhi cuaca di ruang angkasa karena mengirimkan partikel matahari sekitar tiga kali lebih cepat daripada yang dilepaskan dari area lain pada atmosfer matahari.

Perubahan frekuensi kemunculan lubang korona bisa dibilang sesuai dengan siklus aktivitas matahari. Tahun ini matahari mencapai puncak aktivitasnya dalam 11 tahun, dikenal sebagai fase matahari maksimum. Di sekitar waktu puncak aktivitas inilah matahari membalikkan medan magnetnya. "Jumlah lubang korona biasanya menurun seiring perubahan medan magnet ini," ujar Fox.

Setelah pembalikan medan magnet, lubang korona akan kembali muncul di dekat kutub. Kemudian saat matahari mendekati aktivitas minimum lagi, lubang korona merayap lebih dekat ke khatulistiwa. Jumlah dan ukurannya lantas bertambah.

Wahana antariksa SOHO telah mengamati aktivitas matahari sejak diluncurkan tahun 1995. Wahana seharga US$ 1,27 miliar ini mengemban misi bersama antara NASA dan Badan Antariksa Eropa (ESA). SOHO mengamati matahari dari orbit Lagrange Point 1, daerah dengan gravitasi stabil antara bumi dan matahari, sekitar 1,5 juta kilometer dari bumi.

Baca Juga:  

Jumat, 06 September 2013

Ilmuwan Menemukan Ngarai Terbesar di Greenland

Greenland
Asalasah ~ Salah satu ngarai terbesar di dunia telah ditemukan oleh para peneliti secara tidak sengaja.

Ngarai sepanjang 800 km itu ditemukan dibawah lapisan es kawasan Greenland dengan kedalaman 800 meter.

Menurut para peneliti ngarai tersebut terbentuk karena sebelumnya lokasi itu merupakan sebuah sungai besar yang ada 4 juta tahun lalu sebelum es tiba di kawasan tersebut.

Para peneliti menemukan keberadaan ngarai itu secara tidak sengaja saat mereka sedang melakukan penelitian perubahan iklim dengan memetakan batuan dasar di Greenland menggunakan radar.

Lembaga The British Antartic Survey mengatakan penemuan ngarai besar yang belum pernah dilihat sebelumnya ini adalah sesuatu yang luar biasa. Ngarai yang ditemukan ini lebih panjang dari Grand Canyon di Arizona, AS.

Profesor, David Vaughan dari Britis Antartic Survey, BAS mengatakan kepada BBC News bahwa temuan ini menunjukan masih banyak hal yang belum terungkap di kawasan Greenland.

"Lapisan es di Greenland dan Antartika masih menyembunyikan banyak hal. Temuan ini sangat mengejutkan karena Greenland merupakan kawasan yang tidak besar untuk ngarai sebesar ini," kata Vaughan.

"Mengetahui bahwa ngarai itu bisa bertahan dengan bentuknya setelah mengalami perubahan iklim dan diselimuti es seperti ini adalah sesuatu yang penting."

Temuan menunjukan bahwa untuk pertama kalinya ngarai ini bisa dilihat oleh manusia karena ketika terbentuk empat juta tahun lalu manusia belum tercipta di bumi.

Memamami kondisi es di Greenland memang menjadi penting jika dikaitkan dengan perubahan iklim.

Jika es di kawasan Greenland mencair maka cairan esnya akan menaikan ketinggian air laut global hingga tujuh meter dan akan menggenangi banyak kota utama.

Baca Juga:  
Sumber: http://www.republika.co.id/berita/trendtek/sains/13/08/31/mselm7-di-greenland-ditemukan-sebuah-ngarai-dibawah-lapisan-es

Rabu, 04 September 2013

di tahun 781 Gunung Fuji di Jepang Meletus

Gunung Fuji  http://asalasah.blogspot.com/2013/09/di-tahun-781-gunung-fuji-di-jepang.html
Asalasah ~ Gunung Fuji adalah gunung tertinggi di Jepang, terletak di perbatasan Prefektur Shizuoka dan Yamanashi, di sebelah barat Tokyo. Gunung Fuji terletak dekat pesisir Pasifik di pusat Honshu. Fuji dikelilingi oleh tiga kota yaitu Gotemba (timur), Fuji-Yoshida (utara) dan Fujinomiya (barat daya). Gunung setinggi 3.776 m ini dikelilingi juga oleh lima danau yaitu Kawaguchi, Yamanaka, Sai, Motosu dan Shoji.

Gunung Fuji adalah simbol Jepang yang terkenal dan sering digambarkan dalam karya seni dan foto-foto, serta dikunjungi pendaki gunung maupun wisatawan.

Gunung Fuji diperkirakan terbentuk sekitar 10.000 tahun yang lalu. Sebuah gunung berapi yang kini masih aktif walaupun memiliki kemungkinan letusan yang rendah, Fuji terakhir kali meletus pada tahun 1707. Terdapat lima danau di sekeliling Fuji, yaitu Danau Kawaguchi, Danau Yamanaka, Danau Sai, Danau Motosu dan Danau Shoji.

Sekitar 200.000 orang mendaki Gunung Fuji setiap tahunnya, 30% di antaranya orang asing. Tenggat waktu yang paling populer bagi para pendaki adalah dari 1 Juli hingga 27 Agustus. Pendakian bisa memakan waktu dari 3 hingga 7 jam sementara penurunan gunung mencapai sekitar 2 hingga 5 jam.

Sejarawan Jepang mencatat hari ini di tahun 781, Gunung Fuji meletus dan meluluhlantakan Jepang.

Baca Juga:  
Sumber: http://www.republika.co.id/berita/internasional/global/13/07/31/mqsuy0-hari-ini-di-781-gunung-fuji-di-jepang-meletus

Rabu, 28 Agustus 2013

Pemanasan Global Bikin Rasa Apel Jadi Lebih Manis

Pemanasan Global Bikin Apel Terasa Lebih Manis
Asalasah ~ Apakah Anda penyuka buah apel? Bagaimana rasanya akhir-akhir ini? Semakin hari, apel seakan kehilangan kegaringannya dan terasa jauh lebih manis. Peneliti Jepang mengklaim, ini terjadi karena pengaruh dari pemanasan global.

“Data yang dikumpulkan dari tahun 1970 hingga tahun 2010 di dua kebun apel di Jepang memberikan bukti jelas bahwa perubahan iklim memengaruhi rasa dan tekstur apel,” tulis Daily Mail, Kamis, 15 Agustus 2013.

Laporan yang ditulis dalam jurnal Nature Scientific Reports juga menuliskan, semua perubahan ini mungkin terjadi karena pemekaran yang terlalu dini dan tingginya temperatur selama masa pertubuhan.

Penelitian sebelumnya telah menunjukkan pemanasan global yang menyebabkan pohon apel berbunga dan panen lebih awal juga dipengaruhi oleh perubahan curah hujan dan suhu udara.

Kebun yang digunakan dalam penelitian ini menghasilkan apel Fuji dan apel Tsugaru, dua jenis yang paling populer di dunia. Perkebunan yang terletak di Nagano dan wilayah Aomori, Jepang menunjukkan kenaikan rata-rata suhu masing-masing sebesar 0,31 dan 0,34 derajat Celsius per dekade. Para peneliti mengesampingkan faktor-faktor non-iklim lainnya, seperti perbaikan teknologi.

Selama bertahun-tahun, peneliti mengukur tingkat keasaman dan konsentrasi gula di dalam apel, tekstur apel, serta kandungan airnya. Hasilnya, apel-apel ini menunjukkan penurunan keasaman, tekstur yang kurang renyah, dan kandungan air yang lebih sedikit. Sebaliknya, konsentrasi gula yang dikandungnya justru semakin tinggi.

“Apel lebih terasa manis itu hal yang baik. Namun, jika teksturnya berubah, ini merupakan hal yang negatif,” ujar salah satu peneliti, Toshihiko Sugiura dari National Institute of Fruit Tree Science.

Meskipun rasa dan tekstur apel terasa berbeda, konsumen umumnya tidak menyadari hal ini. Namun demikian, penelitian ini membuka wawasan baru bahwa perubahan iklim mulai memengaruhi banyak hal, termasuk rasa dan tekstur makanan.

Baca Juga: 



Sumber: http://www.tempo.co/read/news/2013/08/16/061504773/Pemanasan-Global-Bikin-Apel-Terasa-Lebih-Manis

Jumat, 23 Agustus 2013

Jumlah Air Terbanyak di Jagat Raya! 140 Triliun Kali Laut Bumi

Asalasah ~ Jumlah air terbanyak di antariksa ditemukan dalam bentuk awan berumur 12 miliar tahun dan mengandung air 140 triliun kali jumlah seluruh air yang ada laut Bumi. Temuan oleh sekelompok astronom yang dipimpin Matt Bradford dari NASA ini menunjukkan bahwa air sudah ada sejak pembentukan alam raya.

"Temuan ini membuat teori munculnya air satu milar tahun lebih dekat ke peristiwa 'Big Bang'," kata Alberto Bolatto dari University of Maryland.

Astronom menemukan awan tersebut menggunakan dua teleksop yang berbeda--satu teleskop di Hawaii, lainnya di California. Saat pencarian, mereka sudah berteori bahwa uap air sudah muncul di awal-awal pembentukan jagat raya. Bagi mereka temuan ini bukan hal yang mengejutkan. "Ini cuma bukti lain," kata Bradford. Yang mengejutkan bagi mereka adalah ukurannya yang sangat besar.

Awan tersebut mengelilingi lubang hitam besar--disebut kuasar--yang dikenal dengan nama APM 08279+5255. Awan tersebar di lubang hitam dengan jarak beberapa ribu tahun cahaya. Temperatur di awan diperkirakan minus 53 derajat Celcius dan kepekatannya 300 triliun kali atmosfer Bumi.
Lubang hitam yang lokasinya 12 miliar tahun cahaya dari Bumi tersebut memiliki ukuran 20 miliar kali lebih besar dari matahari dengan energi yang jauh lebih besar pula.

Temuan uap air dalam jumlah besar yang mengelilingi APM 08279+5255 juga membuka pengetahuan baru tentang kuasar. "Tampaknya ada gas yang cukup banyak bagi lubang hitam sebelum lubang itu membesar enam kali lipat ukurannya sekarang. Kepastian hal tersebut akan terjadi masih belum jelas. Beberapa gas bisa terbentuk menjadi bintang atau malah terlontar dari kuasar," demikian dijelaskan dalam laporan yang diterbitkan Astrophysical Journal Letters.

Baca Juga:  

Kamis, 15 Agustus 2013

Gigitan Nyamuk Pernah Membunuh Seekor Paus

Gigitan Nyamuk Mampu Membunuh Seekor Paus
Asalasah ~ Kanduke, seekor Paus jantan berusia 25 tahun mati secara mendadak di Seaworl Orlando pada 1990. Paus tersebut mati akibat virus yang ditularkan dari nyamuk.

Pada 2007, Taku, paus jantan berusia 14 tahun mati di Seaworld San Antonio. Hal ini diketahui oleh sang pelatih. Paus tersebut diketahui telah terinfeksi West Nile Virus. Diagnosa tersebut diketahui dari proses pemeriksaan pada jaringan otaknya.

Paus sangat rentan terhadap penyakit-penyakit yang ditularkan oleh nyamuk. Para ilmuwan melaporkan dalam Journal of Marine Animals and Their Ecology, karena kolam yang dangkal sehingga mereka terinfeksi oleh nyamuk. Dua peneliti mengamati tujuh Paus di penangkaran Seaworld Florida selama seribu jam, mulai dari pukul 22.00 sampai pukul 06.00 waktu setempat, pengamatan dilakukan terhadap perilaku paus-paus tersebut.

Sebagian besar waktu, paus berada pada posisi istirahat dengan berada pada permukaan air. Pada jam-jam sore hari, para ilmuwan juga mengamati nyamuk mendarat pada sirip punggung paus untuk makan.

Paus juga lebih rentan mungkin rentan terhadap penyakit ini. Para ilmuwan mengatakan, paus-paus tersebut menderita akibat sengatan sinar matahari dan gigi yang patah atau rusak. Hal tersebut membuat sistem kekebalan tubuh melemah. Paus yang berada dalam penangkaran di Amerika kemungkinan memiliki infeksi yang sama. Namun, menurut para ilmuwan, keberadaan penyakit ini jarang dicatat dalam National Oceanic and Atmospheric Administration sebagai catatan dari kematian hewan. Sebaliknya, pada kasus Taku, penyebab resmi kematian adalah "pneumonia", tanpa mengacu pada gigitan serangga.

Baca Juga:  

  • [10] Fakta-Fakta Tentang Kecepatan
  • [10] TInggi Badan Mempengaruhi Resiko Kanker
  • [10] Everest Bukanlah Gunung Tertingggi di Dunia

  • Sumber: http://www.tempo.co/read/news/2013/08/05/072502376/Gigitan-Nyamuk-Mampu-Membunuh-Seekor-Paus

    Minggu, 11 Agustus 2013

    Senyawa Antibiotik baru Ditemukan Dari Lautan

    http://asalasah.blogspot.com/2013/08/snyawa-antibiotik-baru-ditemukan-dari.html
    Asalasah ~ Sebuah senyawa antibiotik yang baru dan tidak biasa yang diambil dari sebuah mikroorganisme laut ditemukan di endapan pesisir California.

    Penemuan antibiotik yang asli sangat jarang, dan para ahli mengatakan resistensi terhadap obat-obatan tersebut merupakan ancaman kesehatan manusia.

    Para ahli sains AS mengatakan senyawa baru, disebut anthracimycin, tampaknya dapat efektif membunuh bakteri MRSA dan anthrax.

    Rincian mengenai temuan antibiotik tersebut dipublikasikan dalam Jurnal Angewandte Chemie, Jerman.

    Struktur kimia yang unik dari senyawa tersebut dapat menjadi golongan obat antibiotik yang baru.
    Thomas Frieden, Direktur Pusat Pengawasan dan Perlindungan Penyebaran Penyakit AS, baru-baru ini memperingatkan 'mimpi buruk' resistensi bakteri terhadap antibiotik. Sementara pejabat kesehatan AS Sally Davies, menggambarkan kondisi tersebut sebagai 'bom waktu' yang dapat mengancam keamanan nasional.

    Potensi lautan

    Struktur dari anthracimycin, seperti dijelaskan oleh Kyoung Hwa Jang dan karyawan dari Scripps dalam tulisan mereka, tak sama dengan antibiotik alami yang ada sebelumnya.

    Senyawa yang berasal dari Steptomyces bacteria yang diambil oleh Christopher Kauffman di endapan samudera Pasifik.

    Pemimpin tim penelitian, William Fenical, menyampaikan komentarnya: "Yang penting dari pekerjaan ini adalah anthracimycin memiliki stuktur kimia yang baru dan unik. Penemuan senjawa kimia ini sangat jarang. Penemuan ini menambah temuan sebelumnya yang menunjukan bahwa bakteri lautan memiliki kandungan genetik dan secara kimia unik."

    Uji terhadap senyawa antibiotik telah menunjukkan efektivitasnya dalam menyerang anthrax.
    Dan juga menunjukkan aktivitas yang signifikan dalam melawan Staphylococcusaureus, MRSA .
    Penemuan ini menunjukkan potensi sumber material dan senyawa baru ditawarkan oleh lautan, sangat banyak.

    Baca Juga:  
     


  • [01] Foto Harimau Hidup Bermesraan Dengan Seorang Biksu
  • [01] Sharp Merilis TV Terbesar, Ukurannya 90 Inci
  • [01] 7 Smatphone Tercanggih Di Tahun 2013


  • Sumber: http://www.bbc.co.uk/indonesia/majalah/2013/08/130801_antibiotik.shtml

    Minggu, 04 Agustus 2013

    Fenomena Pelangi Malam di Jepang

    http://asalasah.blogspot.com/2013/08/fenomena-pelangi-malam-di-jepang.html
    Asalasah ~ Pelangi merupakan fenomena alam yang sangat indah. Busur warna-warni yang muncul di langit sangat memukau mata seakan menyadarkan kita akan kebesaran Tuhan. Pelangi biasanya muncul setelah turun hujan. Tapi, ternyata pelangi juga dapat muncul pada malam hari.

    Fenomena itu diabadikan dalam jepretan foto di prefektur paling selatan Okinawa, Jepang. Seorang peneliti dari Observatorium Astronomi Nasional Jepang di pulau itu menggunakan kamera khusus untuk merekam penampakan pelangi pada Sabtu tengah malam pekan lalu di Pulau Ishigaki, Jepang.

    Seperti yang dikutip dalam laman NHK, Rabu (11/1), seorang Ilmuwan Jepang Hidekazu Hanayama yang melihat pelangi malam itu menganggapnya sebagai pengalaman mistik.

    Berbeda dengan pelangi di siang hari yang ditimbulkan dari cahaya matahari, pelangi malam ini tercipta dari cahaya bulan. Menurut sumber, pelangi malam dapat dilihat sebelum dan sesudah bulan purnama saat udara lembab dan langit yang gelap. Fenomena ini terjadi akibat tetesan air di atmosfer yang membiaskan cahaya dari bulan.

    Ishigaki memang sedikit gerimis pada Sabtu petang dan pelangi dilaporkan terlihat selama sekitar 30 menit ketikabulan purnama. Observatorium mengatakan, fenomena ini pernah difoto di Hawaii dan tempat lain, tapi jarang di Jepang.

    Tapi fenomena ini sulit tertangkap kamera, karena cahaya bulan jauh lebih lemah daripada sinar matahari. Dan untuk melihat fenomena menakjubkan ini, bulan harus cukup rendah di kaki langit dan posisi kita harus berada membelakangi bulan.

    Baca Juga:  

    Selasa, 23 Juli 2013

    7 Bencana Banjir Terbesar di Dunia Setelah Banjir Nuh

    Asalasah ~ 1. Banjir Sungai Kuning 1931
    Pada 1931 di Sungai Kuning, China, banjir besar melanda dan mengakibatkan hingga 4 juta orang meninggal dunia. Banjir Sungai Kuning ini merupakan bencana alam terbesar yang pernah tercatat dengan paling banyak memakan korban meninggal dunia dari abad 20. Kematian yang disebabkan oleh banjir tersebut, termasuk korban karena tenggelam, penyakit, kelaparan, dan kekeringan juga.

    2. Banjir Sungai Kuning 1887
    Sebelum banjir 1931 di Sungai Kuning, pada 1887 hal serupa juga pernah terjadi di sana. Bedanya, banjir ini menelan korban jiwa mencapai 2 juta orang. Sungai Kuning memang daerah rawan banjir. Banjir kali ini menghancurkan daerah sekitar sungai tersebut. Jutaan orang terbunuh banjir di sini, karenanya, sungai yang lebih dikenal dengan nama Huang He ini sering disebut 'China"s sorrow'.

    3. Banjir Sungai Kuning 1938
    Masih di Huang He, pada 1938, banjir kembali melanda dan memakan sekitar 900 ribu korban jiwa. Banjir kali ini disebabkan karena pasukan China Nasionalis di bawah pimpinan Chiang Kai-Shek yang mematahkan tanggul sebagai upaya untuk menyerang Jepang. Strategi ini memang cukup berhasil berhasil, namun sayangnya, harus mengorbankan banyak jiwa.

    4. Banjir Sungai Kuning 1642
    Lagi-lagi di Huang He, banjir besar pertama di daerah ini terjadi pada 1642. Tak seperti banjir-banjir setelahnya, kali ini korban meninggal adalah 300 ribu jiwa. Banjir kali ini juga disebabkan karena pemberontak Cina yang menghancurkan tanggul di sepanjang kota Kaifeng.

    5. Banjir Sungai Ru
    Pada 1642 di Dam Banqiao, China, terjadi banjir yang menelan korban sekitar 230 ribu jiwa. Banjir ini disebabkan oleh runtuhnya Bendungan Banquia. Menyusul kemudian, hujan deras yang disebabkan oleh angin topan. Runtuhnya bendungan ini merupakan yang paling mengerikan sepanjang sejarah.

    6. Banjir Sungai Yangtze
    Masih di Dam Banqiao, China, pada 1931 terjadi juga banjir yang membunuh 145 ribu jiwa.

    7. Banjir di Belanda dan Inggris
    Pada 1099, di Belanda dan Inggris terjadi banjir besar yang menelan korban sebanyak 100 ribu jiwa. Air pasang yang bersamaan dengan badai, membuat air meluap membanjiri Thames dan Belanda.

    Baca Juga:  
    Sumber: http://pulsk.com/266363/7-Bencana-Banjir-Terbesar-di-Dunia.html