Tampilkan postingan dengan label Budaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Budaya. Tampilkan semua postingan

Minggu, 01 September 2013

Tata Cara Makan Yang Unik Di Berbagai Belahan Dunia

Asalasah ~ Dunia ini memiliki banyak sekali kebudayaan yang beraneka ragam. Apalagi jika sudah terpisahkan benua, bahkan negara tetangga sekalipun, cara dan tradisi mereka bisa saja bertolak belakang. 
Berkaitan dengan hal itu, cara makan di tiap negara yang secara garis besar terpisahkan oleh benua pun pastinya berbeda-beda dan beragam. Berikut penjelasannya.
1. Jepang 

http://asalasah.blogspot.com/2013/09/tata-cara-makan-yang-unik-di-berbagai.html
Masakan Jepang dikenal dengan julukan the healthies food in the world. Tidak hanya itu, jenis makanan dan teknik memasaknya sangat variatif. Seperti robatayaki, teknik memasak yang sangat tradisional, yaitu dengan cara memanggang bahan makanan di atas bara api. Juga tepanyaki, yang dalam bahasa Indonesia berarti besi pemanggang, banyak ditawarkan di resto Jepang. 
Bahan makanan juga dimasak oleh koki dengan aksinya langsung di depan umum. Biasanya di orang2 jepang makan dengan menggunakan sumpit dan mangkok. 
Bahkan terkadang untuk makanan yang susah di ambil dengan sendokpun mereka masih tetap menggunakan sumpit. selain itu, saat mereka makan, mereka tidak dudu k dikursi atau lesehan tetapi seperti BERLUTUT dan dialasi bantal.kalau makan sup dan makanan berkuah lainnya harus diseruput, terus gak boleh menuangkan saos di nasi dan menggunakan 2 pasang sumpit untuk mengambil satu lauk (biasanya tidak sengaja 2 orang mengambil lauk yg sama)

Sejarah panjang kuliner China ternyata berlaku pula untuk tata cara makannya yang telah berusia ribuan tahun. Tata cara makan China yang berkembang hingga saat ini berasal dari zaman Dinasti Zhou pada abad ke-11. 
Tata cara makan ala kerajaan ini kemudian berkembang dengan berbeda di tiap-tiap wilayah China. Dulu, perbedaan tata cara makan tergantung pada strata sosial yang terbagi menjadi kelompok ningrat,pejabat,pedagang,rakyat biasa. 
Sekarang umumnya tata cara makan hanya 2 macam, yakni tuan rumah dan tamu. tata cara makan di china mirip seperti Jepang, hanya ada sedikit perbedaan antara lain seperti : 
1. Tempat duduk paling utama biasanya ditempatkan menghadap timur atau pintu masuk. 
2. Etnis China juga memiliki kebiasaan bersulang. Namun sulang tidak dilakukan bersamaan melainkan berurutan mulai dari tamu terhormat, diikuti yang duduk di sebelahnya, hingga tempat duduk terakhir. 
3.Saat santapan dimulai, orang harus menjaga cara makannya agar tetap sopan. Orang muda harus menunggu orang lebih tua mengatakan, Ayo makan, untuk mulai makan. 
4.Aturan dalam memegang mangkuk, jempol harus berada di tepi mangkuk di dekat mulut.
3. Arab
Anda tidak akan menemukan sendok dan garpu di meja-meja makan orang arab, karena kenikmatannya mereka lebih suka makan dengan tangan. Selain itu mereka suka makan ramai-ramai dalam satu tempat, misalnya nasi di tempatkan di wadah yang agak besar & dari wadah inilah mereka makan berjamah. 
Selain nasi juga di tumpuk daging, bisa daging kambing dan onta. Makanan Arab memang kebanyakan terbuat dari daging dan semacam roti yang bentuknya bulat.Salah satu kebiasaan lain ialah makan sambil ngobrol, bahkan jika makan sudah selesai, tetap dilanjutkan. 
Dan juga makanan berlebih setiap selesai makan. Ambilah makanan yang terdekat dengan anda, jika anda ingin mengambil makanan yang letaknya agak jauh, maka permisi terlebih dahulu, karena memang meja makannya besar dan panjang.
4. Indonesia
Bagi sebagian masyrakat Jawa yang masih menjunjung adat, makan adalah kegiatan sehari-hari yang tiddak boleh terlepas dari sopan santun dan aturan budaya Jawa. Setiap gerak, ucapan dan perilaku harus lebih diutamakan.
Saat santapan dimulai, orang muda harus menunggu orang yang lebih tua, baik untuk mengambil nasi atau untuk memulai makan.Bila mengambil nasi atau lauk sebaiknya mengambil dalam porsi yang cukup, kalau kurang bartu tambah lagi. Jangan sampai menyisakan sisa makanan.
Orang Indonesia/Jawa tinggal di iklim tropis yang banyak mendapatkan panas sehingga mereka lebih rileks dengan cara makan yang dinikmati dan pelan-pelan sehingga lebih enjoy menikmati masakan dengan tangan kosong tanpa alat.
5. Amerika 

http://asalasah.blogspot.com/2013/09/tata-cara-makan-yang-unik-di-berbagai.html
Pasca PD II, AS sebagai pemenang perang menerapkan budaya santap makan baru. Jadwal kerja dibuat seefisien mungkin dengan cara Amerika yaitu sistim one hour lunch break. Peradaban Latin mereka yang sudah berumur ribuan tahun mengajarkan bahwa makan adalah ritual yang sacré. Setelah kenyang menyantap makanan utama, diperlukan waktu santai sambil minum kopi. Disini kita menyebutnya dengan istilah menurunkan nasi sebelum melanjutkan kerja. 
Ini memakan waktu paling tidak 2 jam.Tahun 1980-an, pada waktu gerai-gerai McDonald, Kentucky Fried Chicken dan lain-lain memulai ekspansinya dari AS ke berbagai negara di dunia menawarkan fastfood. Tidak dapat dibantah bahwa fastfood adalah budaya gastronomi AS. Burger, hot dog bahkan pizza adalah makanan asli Eropa yang dulu juga ikut bermigrasi ke Amerika, pasca pelayaran Christopher Columbus. 
Kini mereka menyebar ke seluruh penjuru dunia, termasuk kembali ke Eropa dengan wajah lain, yaitu wajah fastfood àla Amerika Serikat. biasanya mereka makan menggunakan pisau dan garpu.
6. Eropa 

Menu utama bergaya Eropa identik dengan penggunaan saus dan pasta. Di Inggris, cara makan kita harus sesuai dengan table manner. Jika tidak, kita akan dicap sebagai orang yang kurang tahu sopan santun. mirip seperti orang2 di ameerika, mereka pun juga kebanyakanmakan menggunakan pisau dan garpu. 
Mulai makanan ringan sebagai pembuka hingga hidangan penutup, yang bisa menyajikan enam jenis menu atau bahkan lebih. Banyak hidangan bisa disajikan, mulai abalone (kerang), udang, hingga risotto khas Italia.Hidangan utama ala Eropa biasanya hampir sama. 
Rata-rata menggunakan saus, daging sapi, atau aneka bahan baku dari laut, kata chef spesialis menu Eropa, Wijaya Gunawan. Hidangan utama bergaya Eropa biasanya juga disesuaikan dengan tema serta acara yang akan dilangsungkan. 
Menu utama ala Eropa yang paling banyak digemari adalah yang menggunakan saus, pasta, ataupun bahan-bahan seperti daging asap dan kentang. Menu utama ala Eropa juga disajikan dengan segelas champagne atau wine.
7. Korea Selatan 

Jika Anda diundang ke rumah keluarga dari Korea Selatan untuk makan, jangan terburu-buru untuk datang tepat pada waktunya. Copot sepatu sebelum memasuki rumah. Di meja, yang tertua dilayani pertama dan menjadi penanda kapan makan harus dimulai. 
Gunakan sendok untuk nasi dan makanan cair seperti semur atau sup, gunakan sumpit untuk hal lain. Jangan pernah mengacungkan sumpit Anda atau menusuk makanan dengan itu. Habiskan semua makanan yang ada di piring Anda jika ingin dianggap sopan.
8. Russia 

Orang Rusia dikenal karena keramahan mereka dan sungguh Anda akan dianggap sopan saat menerima vodka ketika ditawarkan, tapi yang penting harus diingat adalah jangan pernah memutuskan kontak mata saat bersulang. 
Jika makanan Anda berisi saus atau kuah, gunakan roti untuk menyerapnya. Karena jika Anda tidak makan semua roti di piring Anda maka Anda akan dianggap boros dan dapat mendatangkan kesialan.
9. Perancis 

Banyak koki Prancis akan marah jika Anda menambahkan bumbu ke piring sebelum mencicipinya. Matikan ponsel Anda sebelum makan, karena menerima panggilan dari ponsel saat makan itu sangat tidak sopan. Habiskan isi gelas anggur Anda hingga tidak bersisa jika Anda ingin minta diisi kembali.
10. Filipina 

Jika Anda ingin menjadi tamu yang baik di Filipina, bersiaplah untuk menunggu. Yang sopan adalah menunggu untuk diminta sebelum duduk untuk makan malam, kemudian menunggu untuk diberi tahu di mana tempat duduk Anda dan menunggu lagi untuk diberi tahu kapan harus mulai makan. 
Jika Anda ingin menambah makanan, sama seperti tebakan Anda: Anda juga harus menunggu sampai tuan rumah menawarkan tambahan.
11. Lebanon
Tuan rumah di Lebanon umumnya ingin selalu menunjukkan kemurahan hati mereka dan tamu mungkin akan diminta untuk mengambil porsi kedua atau bahkan ketiga. 
Sendok makanan dengan roti jika masakan tersebut dihidangkan ala tradisional Timur Tengah.
12. Ethiopia

Tradisi gursha Ethiopia melibatkan orang memberi makan satu sama lain. Ini bisa berantakan jika ada kuah yang dihidangkan karena Anda harus meraup semuanya dengan tangan kosong dan memberi makan orang di sebelah Anda dan kemudian semua tamu lain di sekitar meja, yang berarti Anda akan disuapi dengan tangan atau jari setiap orang.
13. Afghanistan 

Di Afghanistan, para tamu diharapkan untuk mulai makan duluan, juga tamu diharapkan untuk makan paling banyak dan harus duduk jauh dari pintu. 
Cobalah untuk tidak menjatuhkan makanan apapun, tetapi jika secara tidak sengaja Anda menjatuhkan sepotong roti, misalnya, ambillah, cium, dan naikkan roti tersebut ke dahi Anda sebelum menurunkannya kembali. Gerakan tersebut adalah tanda penghormatan terhadap makanan
14. Mesir 

Jika Anda diundang ke rumah seorang dari Mesir untuk makan malam, copot sepatu Anda sebelum masuk dan beri salam tuan rumah di dalam. Makanlah hanya dengan tangan kanan dan ambil porsi kedua. 
Menambahkan garam pada makanan Anda dianggap menghina, begitu pula dengan meninggalkan sisa makanan di piring Anda saat Anda selesai makan. Jika Anda tidak menghabiskannya, mereka akan terus mengisinya untuk Anda!
15. Thailand

Di Thailand, pengunjung sering duduk di lantai untuk makan, walau begitu namun akan dianggap sangat tidak sopan jika Anda menunjukkan telapak kaki kepada siapa pun saat duduk. Cobalah untuk menjaga kepala Anda lebih rendah dari setiap gambar kepala Buddha dan raja. 
Jika Anda membawa hadiah, bungkus dan biarkan banderol harga terlihat oleh penerimanya, hal ini karena sang tuan rumah mungkin akan membalas bingkisan Anda, maka akan sangat memalukan jika hadiah mereka bernilai kurang dari milik Anda.
16. Zambia
Jika Anda kebetulan bepergian di pedesaan Zambia, Anda mungkin akan dihidangkan dengan tikus kering sebagai hidangan pembuka. Mulai makan dari kepala, lalu badannya, tetapi jangan makan ekornya (bagian ini umumnya digunakan sebagai tusuk gigi)
17. Mongolia
Saat jamuan makan Mongolia, gigitan pertama diberikan untuk kepala keluarga. Makanan diterima dengan tangan kanan dan Anda harus menutup mangkuk dengan tangan Anda ketika Anda merasa sudah cukup. Jika vodka disajikan, adalah kebiasaan untuk mencelupkan jari manis Anda ke dalamnya dan mengibaskan beberapa tetes di udara dan beberapa di lantai, kemudian sentuh dahi Anda dengan jari basah tersebut dan letakkan gelasnya kembali ke meja.Baca Juga:  

Sabtu, 17 Agustus 2013

Tabur Bunga di Atas Kuburan Tradisi Israel?

Tabur Bunga di Atas Makam Tradisi Israel?
Asalasah ~ Nyekar atau berziarah sembari menaburkan bunga ke atas makam menjadi tradisi yang sering dilakukan masyarakat Indonesia. Ziarah makam sanak-saudara tak lengkap tanpa tabur bunga. Tapi, ternyata tabur bunga bukan saja dilakukan orang Indonesia. Tradisi serupa dilakukan sejumlah warga Negara lain.

Penelitian oleh University of Haifa, Israel, baru-baru ini mengklaim bahwa tradisi tabur bunga di atas makam berasal dari bangsa Israel Kuno. Penelitian ini berdasarkan bukti sebuah makam kuno bangsa israel yang usianya sudah 14 ribu tahun. Ketika meneliti, para peneliti menemukan fosil-fosil bunga di atas mayat yang telah terkubur.  “Ini contoh paling kuno dalam hal menempatkan bunga dan tanaman segar di atas makam sebelum menguburkan mayat,” kata peneliti Dani Nadel.

Penelitian tidak mengungkap apa tujuan menaburkan bunga di dalam kubur sebelum mayat dikebumikan. Sebelum ada penemuan ini tradisi tabur bunga di atas makan telah dilakukan sejak 35 ribu tahun lalu.

Meskipun tabur bunga ini semula diperkirakan pertama kali dilakukan oleh Neanderthal di Gua Shanidar, Iraq. Namun bukti tradisi ini baru ditemukan sekarang. Walaupun temuan oleh ilmuan di Israel ini berbeda dari tradisi tabur bunga di masa kini.

Penemuan ini menunjukan mayat sebelum dikubur akan ditaburi bunga. Sedangkan tradisi saat ini menguburkan mayat terlebih dahulu sebelum makam di taburi bunga.

Baca Juga:  
Sumber: http://www.tempo.co/read/news/2013/08/11/095503581/Tabur-Bunga-di-Atas-Makam-Tradisi-Israel

Selasa, 13 Agustus 2013

Kalau di Indonesia Mudik, Kalo di Amerika Namanya Tahnksgiving

Mudik ala Amerika Serikat Saat Thanksgiving
Asalasah ~ Aktivitas mudik alias pulang kampung ternyata tak hanya berlaku di Indonesia saja. Masyarakat Amerika pun mengenal tradisi mudik. Bedanya, di Negeri Abang Sam mudik dikenal dengan istilah Thanksgiving.

Bagi warga AS, Thanksgiving jauh lebih penting dari perayaan hari besar keagamaan seperti Natal. Jika natal bernuansa religius, maka Thanksgiving lebih bermakna kultural sebagai tradisi yang dirayakan setiap tahun. "Thanskgiving dirayakan setiap Kamis keempat bulan November, biasanya diadakan jelang musim dingin," kata Lauren Eymille, warga Athens, Ohio AS.

Thanksgiving merupakan tradisi orang yang telah berumah tangga dan tinggal di tanah rantau akan kembali ke kampung halaman demi menyantap kalkun bersama keluarga besar. Tujuan dari kegiatan ini, menguatkan kembali hubungan kekeluargaan serta menghangatkan cinta kasih antara sesama.

Belakangan, tradisi Thanksgiving semakin meriah. Sebab ritual ini menjadi wadah penguat hubungan kekeluargaan, mempererat solidaritas sosial, mendengarkan kembali musik khas Amerika, makanan, saling bertukar pengalaman antar komunitas, dan mengingat kampung halaman. "Thanksgiving identik dengan kembali ke asal, makan kalkun bersama, cowboy, dan musik country," ujar Lauren.

Baca Juga:  

  • [20] Dalam Pulau Kecil Ini Ada 7 Gunung Besar
  • [20] Mungkinkah Planet Glise Bisa Jadi Pengganti Bumi?
  • [20] Manfaat Berpuasa Dalam Mencegah Penyakit

  • Sumber: http://www.tempo.co/read/news/2013/08/05/116502493/Mudik-ala-Amerika-Serikat-Saat-Thanksgiving

    Selasa, 06 Agustus 2013

    Beberapa Budaya Baik Indonesia Yang Mulai Hilang

    Asalasah ~   Inilah beberapa budaya asli Indonesia yang mulai hilang. Kita sebagai orang Indonesia yang berbudi luhur pasti tahu dengan budaya yang akan dibahas ini, tapi belakangan kita bisa melihat, merasakan (bahkan mungkin mengalami) udah mulai berkurang. Jadi, kami coba angkat deh, supaya Anda mau mengembalikan budaya kita, menjadi budaya sesungguhnya!

    - Cium Tangan Pada Orang Tua :
    Biasanya sih dibilang "salim", bila di semasa saya hal ini merupakan kewajiban anak kepada orang tua disaat ingin pergi ke sekolah atau berpamitan ke tempat lain. Sebenarnya hal ini penting loh, selain menanamkan rasa cinta kita sama ortu, cium tangan itu sebagai tanda hormat dan terima kasih kita sama mereka, sudahkah kalian mencium tangan orang tua hari ini?

    - Penggunaan tangan kanan :
    Bila di luar negeri sih, saya rasa gak masalah dengan penggunaan tangan baik kanan ataupun kiri, tapi hal ini bukanlah budaya kita. Budaya kita mengajarkan untuk berjabat tangan, memberikan barang, ataupun makan menggunakan tangan kanan. (kecuali memang di anugerahi kebiasaan kidal sejak lahir).

    - Senyum dan Sapa :
    Ini sih Indonesia banget! Dulu citra bangsa kita identik dengan ramah tamah dan murah senyum. So, jangan sampai hilang, ya! Ga ada ruginya juga kita ngelakuin hal ini, toh juga bermanfaat bagi kita sendiri. Karena senyum itu ibadah dan sapa itu menambah keakraban dengan sekitar kita.

    - Musyawarah :
    Satu lagi budaya yang udah jarang ditemuin khususnya di kota-kota besar semisal Jakarta. Kebanyakan penduduk di kota besar hanya mementingkan egonya masing-masing, pamer inilah itulah, mau jadi pemimpin kelompok ini itu dan bahkan suka main hakim sendiri. Tapi coba kita melihat desa-desa yang masih menggunakan budaya ini mereka hidup tentram dan saling percaya, ga ada yang namanya saling sikut dan menjatuhkan, semua perbedaan di usahakan secara musyawarah dan mufakat. Jadi sebaiknya Anda yang 'masih' merasa muda harus melestarikan budaya ini demi keberlangsungan negara Indonesia yang tentram dan cinta damai.

    - Gotong Royong
    "Itu bukan urusan gue!", "emang gue pikiran", Whats up bro? Ada apa dengan kalian? Hayoolah kita sebagai generasi muda mulai menimbulkan lagi rasa simpati dengan membantu seksama, karena dengan kebiasaann seperti inilah bangsa kita bisa merdeka saat masa penjajahan, ga ada tuh perasaan curiga, dan dulu persatuan kita kuat.

    Baca Juga: