Tampilkan postingan dengan label Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Indonesia. Tampilkan semua postingan

Senin, 16 September 2013

Raksasa Teknologi Dunia Akui Kecerdasan Anak-anak Indonesia

http://asalasah.blogspot.com/2013/09/raksasa-teknologi-dunia-akui-kecerdasan.html
Asalasah ~ Di tengah buruknya birokrasi dan carut-marutnya sistem ujian nasional, Indonesia patut bangga masih punya anak-anak bangsa yang brilian. Mereka mampu menuai prestasi dalam ajang-ajang perlombaan ilmiah dan teknologi kelas dunia.
Raihan anak-anak bangsa di kompetisi internasional belakangan ini menandakan bahwa mereka bisa cemerlang bila diarahkan dan difasilitasi dengan baik. Fasilitatornya tidak harus pemerintah, namun juga oleh pihak swasta.

Prestasi terkini diukir oleh anak-anak muda asal Madura. Dalam suatu turnamen internasional di Rusia, inovasi mereka diakui oleh raksasa teknologi asal Amerika Serikat, Microsoft Corp., sebagai penyelenggara kontes tahunan, Imagine Cup.

Turnamen asah otak bagi para inovator muda itu berlangsung untuk kali ke-11, yang tahun ini berlangsung di Kota St. Petersburg, Rusia, selama 8 - 12 Juli 2013. Microsoft Imagine Cup ini merupakan kompetisi bergengsi tingkat dunia untuk pelajar di bidang teknologi, pengembang, dan calon wirausaha untuk menciptakan proyek kreatif.

Ada tiga kategori utama dalam kompetisi itu, terdiri dari Innovation, Games dan World Citizenship. Dari tiga kategori itu, ada peserta dari Indonesia sukses menyabet juara dua di kategori Games.

Tim Solite Studio dari Universitas Trunojoyo Madura, dengan aplikasi game bertajuk 'Save the Hamsters' berhasil mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional dan menggondol hadiah sebesar US$10.000, setara Rp100 juta.

Asadullohil Ghalib Kubat dari Tim Solite Studio sangat bangga dan gembira dengan keberhasilan timnya menjadi juara kedua di ajang Imagine Cup 2013 Worldwide Finals.

 
Itulah sebabnya senyum lembar terpancar dari tim ini begitu difoto usai pengumuman pemenang. Mereka adalah salah satu dari 87 pelajar dari 71 negara berkompetisi di final tingkat dunia setelah memenangkan kompetisi online dan lokal dari seluruh dunia.

“Kemenangan ini memang mengejutkan kami. Tapi kami sebelumnya sudah optimis akan mendapatkan sesuatu di ajang final dunia ini. Setelah kemenangan di tingkat Indonesia kami terus meningkatkan kualitas aplikasi yang kami buat dan mempersiapkan diri untuk mengikuti ajang final melalui kegiatan mentoring yang disediakan Microsoft Indonesia,” kata Ghalib.

Dia juga menambahkan bahwa mengikuti kompetisi Imagine Cup 2013 Worldwide Finals sangat menegangkan. Semua mengerahkan seluruh energi dan fokus pikirannya  untuk berjuang di Imagine Cup 2013.

"Semua kerja keras kami terbayarkan saat kami bisa membawa bendera merah putih Indonesia di panggung Imagine Cup 2013 skala dunia. Rasanya luar biasa bisa ikut membuat sesuatu yang nantinya dirasakan oleh seluruh dunia," kata Ghalib mewakili teman-teman setim.

Tim Juri Imagine Cup sangat terkejut mengetahui bahwa game Save the Hamster telah diunduh 30.000 kali hanya dalam waktu dua minggu, 20.000 pada Windows Phone dan 10.000 pada Windows 8.

"Banyak orang yang mengatakan, Tim Solite Studio akan berada di panggung saat malam penghargaan. Dan itu benar-benar terjadi," ungkap Irving Hutagalung, Audience Marketing Manager Microsoft Indonesia dalam siaran pers ke VIVAnews.

Tim Solite Studio yang terdiri dari Asadullohil Ghalib Kubat (Team Leader), Miftah Alfian Syah (Programmer), Tony Wijaya (Graphic Designer) dan Mukhammad Bagus Muslim (Game Designer).

Menurut Andreas Diantoro, President Director Microsoft Indonesia, ini adalah pertama kalinya tim Imagine Cup dari Indonesia memenangkan penghargaan utama Imagine Cup di skala global.
"Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa developer asal Indonesia sudah diakui, bahkan yang berasal dari pulau kecil seperti Madura," kata Andreas yang menyaksikan kiprah tim Solite Studio.  

Menurut dia, kemenangan Tim Solite Studio ini juga patut menjadi teladan bagi developer-developer muda di Indonesia untuk mengikuti jejak kesuksesan mereka.
Maka, Andreas bertekad bahwa perusahaan yang dia kelola senantiasa berkomitmen untuk memberdayakan developer-developer muda melalui kompetisi Imagine Cup, maupun dukungan terhadap pengembangan teknologi informasi di tanah air.

Save The Hamsters adalah game pada platform Windows Phone dan Windows 8 yang menceritakan tentang empat ekor hamster yang tersesat. Tugas pemain adalah membantu mereka untuk pulang ke rumahnya. Hal unik dari Save The Hamster ini adalah permainan ini dipadukan dengan aspek edukasi matematika sehingga menjadi permainan yang menarik.

Irving Hutagalung, Audience Marketing Manager Microsoft Indonesia yang mendampingi Tim Solite Studio selama mengikuti Imagine Cup 2013 Worldwide Finals menjelaskan bahwa kemenangan ini tidaklah mengejutkan.

“Banyak orang mengatakan bahwa presentasi mereka (di Rusia) adalah satu dari sedikit di mana para penonton memberikan pujian."
Tim Juri Imagine Cup, kata Irving, sangat terkejut mengetahui bahwa game Save the Hamster telah diunduh 30.000 kali hanya dalam waktu 2 minggu saja (20.000 pada Windows Phone, 10.000 pada Windows 8).

“Beberapa orang mengatakan kepada kami bahwa mereka bersedia untuk bertaruh bahwa Solite Studio akan berada di panggung saat Malam Penghargaan, dan mereka benar.  Juara 1 akan menjadi fantastis, tetapi Juara Kedua Tingkat Dunia juga merupakan prestasi yang menakjubkan,” pungkas Irving.

Kemenangan Solite Studio di Imagine Cup adalah bukti nyata bahwa teknologi informasi dapat memberikan perubahan besar dalam suatu negara. Microsoft Indonesia berharap Solite Studio dapat menjadi digital entrepreneur masa depan bangsa Indonesia.

Turnamen Fisika
Sebelum kisah sukses para anak muda dari Madura itu muncul, bertebaran pula cerita-cerita menyenangkan yang diukir teman-teman mereka setanah air. Salah satunya adalah saat Indonesia sukses menggelar kompetisi Asian Physics Olympiad (APhO) ke-14 di Bogor pada 5-13 Mei 2013.

Indonesia tidak saja berhasil menjadi tuan rumah yang baik, namun juga turut menghasilkan sejumlah pemenang. Acara yang diselenggarakan Surya Institute dan disponsori oleh Telkom Indonesia ini diikuti oleh sekitar 145 peserta dari 20 negara.

Negara-negara yang turut serta dalam acara tahunan tersebut adalah Indonesia, Australia, Azerbaizan, China, Hong Kong, India, Kamboja, Kazakhstan, Kyrgyzstan, Macao, Malaysia, Mongolia, Rusia, Saudi Arabia, Singapura, Sri Lanka, Taiwan, Turkmenistan, Thailand, dan Vietnam.

Menurut Prof Yohanes Putra, Chairman Surya Institute, sejak awal penyelenggaran APhO pada tahun 2000 silam, tim Indonesia merupakan salah satu negara yang menoreh prestasi terbaik.

"Hingga tahun lalu, Indonesia sudah mengantongi 23 medali emas, 15 medali perak, 27 medali perunggu, dan 35 honorable mention atau penghargaan khusus," kata Yohannes.

Untuk tahun ini, Indonesia akan mengirimkan delapan orang yang berasal dari sekolah-sekolah yang ada di Indonesia.

Siswa yang akan mewakili Indonesia di antaranya Himawan Wicaksono (SMA St Alberus, Malang), Ryan Vitalis Kartiko (SMA Rajawali, Makassar), Justian Harkho (SMA Santa Petrus, Pontianak), Josephine Monika (SMAK Penabur, Gading Serpong, Tangerang), Fidiya Maulida (SMAN 1 Pamekasan), Aryani Paramita (SMAK 3 Jakarta), Andramica Priastyo (SMA Taruna Nusantara), dan Kristo Nugraha Lian (SMAK Penabur, Gading Serpong, Tangerang).

"Delapan orang itu adalah hasil seleksi kami pada bulan September 2012. Kami sudah mempersiapkan tim olimpiade Indonesia selama delapan bulan, dan kami menargetkan dua medali emas," kata Hendra Kwee, Ketua Penyelengara APhO 2013.

Hasilnya sesuai target. Indonesia berhasil meraih target mendali yang  diharapkan. Secara umum Indonesia meraih 2 emas, 2 perak, 2 perunggu, dan 2 honorable mention atau penghargaan khusus.

Pada acara pengumumangan pemenang, Bendera Merah Putih berkibar di atas panggung. Anak Indonesia, Himawan Wicaksono, dinobatkan sebagai Absolute Winner di ajang APhO ke-14. Tak hanya itu, Himawan juga mendapat satu medali emas, gelar Best Male Participant dan Best Result in Experimental Competition.

Sementara peserta asal Indonesia yang juga meraih prestasi di antaranya:

1. Josephine Monica meraih satu medali emas dan mendapat gelar Best Female Participant.
2. Kristo Nugraha Lian meraih satu medali perak
3. Aryani Paramita meraih satu medali perak
4. Andramica Priastyo meraih satu medali perunggu
5. Justian Harkho meraih satu medali perunggu
6. Ryan Vitalis Kartiko meraih honorable mention
7. Fidiya Maulida meraih honorable mention.

Yonannes pun berharap acara APhO 2013 ini mampu meningkatkan kecintaan siswa-siswi Indonesia untuk belajar sains dan teknologi. "APhO terus mencetak 'Einstein-Einstein' baru yang kelak bisa memajukan negara Indonesia," ujarnya.

Baca Juga:  

  • Ilmu Asik! Cara MengHack Tubuh Manusia
  • Ponsel Berlayar Lebar laris Manis di India
  • Ternyata Kucing Butuh Tidur 20 Jam Sehari

  • Sumber: http://teknologi.news.viva.co.id/news/read/430199-raksasa-teknologi-dunia-mengakui-kepintaran-anak-anak-indonesia

    Sabtu, 14 September 2013

    KPAI: Banyak Anak Gizi Buruk, Indonesia Malah Gelar Miss World

    Asalasah KOMISI Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mendesak agar pergelaran Miss World 2013 di Indonesia pada September ini dibatalkan, karena hanya menonjolkan hedonisme di tengah masyarakat yang hidup dalam kesulitan.

    “Batalkan acara Miss Wolrd demi kebersamaan kita sebagai bangsa, serta demi nilai yang jauh lebih luhur dari sekadar mempertahankan gengsi,” kata Komisioner Bidang Budaya KPAI Asrorun Niam Sholeh dalam pernyataan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat.

    Menurut Niam, sangat ironis dan melukai rasa keadilan manakala miliaran rupiah uang dihamburkan untuk pesta pora, sementara masih banyak warga masyarakat yang hidup dalam kesusahan, masih ditemui anak-anak yang terlantar dan kelaparan, putus sekolah, gizi buruk, dan dilanda kesulitan ekonomi.

    Dalam situasi seperti ini, kata dia, seharusnya orang yang kaya, yang memiliki kelebihan ekonomi berempati dengan membangun solidaritas sosial pada kelompok masyarakat yang secara ekonomi ada di level bawah.

    “Perhelatan ini justru menambah jurang kesenjangan sosial, tidak memiliki sensitivitas sosial sama sekali,” kata Ketua Divisi Sosialisasi KPAI itu seperti dikutip kantor berita Antara.
    Ia menyebutkan jika kesenjangan sosial dan ekonomi terus dibiarkan, maka akan memicu terjadinya konflik sosial. [Pz/Islampos]

    Baca Juga:  
    Sumber: http://www.islampos.com/kpai-ironis-banyak-anak-gizi-buruk-indonesia-justru-gelar-miss-world-77226/

    Miss World Ada, Rakyat Bisa Apa?

    Asalasah ~ Oleh : Ummu Dhiya Khanun, Ibu Rumah Tangga

    LAGI-lagi, ketika kemaksiatan ada di hadapan mata. Apalagi yang dilegitimasi oleh negara, rakyat negeri ini tak bisa berbuat banyak. Sama persis seperti kenaikan BBM. Banyak pihak, mahasiswa, ormas dan masyarakat yang keberatan dengan kenaikan harga BBM, namun pemerintah jalan terus, dan tak peduli dengan jeritan rakyatnya.

    Sebab, pemerintah tahu, rakyat tak bisa apa-apa selain demo, protes, aksi, mengumpulkan banyak tanda tangan para tokoh dan bersuara secara lisan dan tulisan. Pemerintah tahu, ia lah yang berkuasa mengambil keputusan, bukan rakyat. Kedaulatan di tangan rakyat yang menjadi slogan negeri ini dapat dibeli dari anggota dewan yang terhormat yang katanya adalah wakil rakyat. Dan ini memang benar-benar terbukti dari kasus kenaikan harga BBM beberapa waktu lalu. Setelah harga BBM benar-benar dinaikkan, rakyat tak bisa berbuat apa-apa. Suara-suara penentangnya hilang ditiup angin. Tak ada lagi pergolakan setelah Pemerintah mengambil keputusan.

    Demikian juga dengan hal yang sedang marak saat ini. Tentang penyelenggaraan miss world di Indonesia beberapa saat lagi. Sesungguhnya rakyat hanya bisa bergolak lewat lisan saja. Itupun hanya sebagian kecil rakyat khususnya umat Islam yang mau peduli. Sebagian besar rakyat justru mendukung ajang kontes ratu dunia yang katanya mengusung 3B, brain, beauty dan behavior alias kecerdasan, kecantikan dan kepribadian.

    Kontes yang seolah adalah suatu agenda penting negara yang dipoles atas nama meningkatkan pariwisata negara peserta. Meski secara logika anggapan ini bisa dimentahkan dengan sebuah fakta yang terjadi dengan Venezuela, Jepang dan Kanada saat dutanya berhasil memenangkan gelar ratu sejagat. Venezuela (2008 dan 2009) pertumbuhan turis mancanegaranya MINUS 3%, Jepang (2007) pertumbuhan turisnya hanya NOL SEKIAN PERSEN saja, dan di tahun 2005 kunjungan turis ke Kanada setelah memenangkan salah satu kontes kecantikan mengalami penurunan drastis dari 18 juta orang menjadi 17 juta orang.

    Pemerintah yang notabene banyak orang Islamnya, sangat memahami dengan apa yang sedang dilakukan umat Islam saat ini yang berupaya menolak dan menggagalkan terselenggaranya miss world. Ummat Islam sedang menjalankan kewajibannya sebagai hamba Alloh untuk ammar ma’ruf nahi munkar. Mengamalkan sebuah sunnah, bila kemungkaran ada di hadapan mata, maka lawanlah dengan hatimu, lisanmu dan tanganmu dan doa adalah selemah-lemahnya iman.

    Pemerintah juga tahu betul dengan watak sebagian besar umat Islam negeri ini yang lembut, yang ketika apa yang dilisankan gagal dipenuhi mereka kembali pada doa dan lebih memilih mengalah serta pantang dengan kekerasan. Apalagi pemerintah juga tahu benar ada sebuah ormas yang begitu lantang dan berani di mulut tapi tidak di perbuatan karena slogannya yang non kekerasan. Berkali-kali bahkan bertahun-tahun pemerintah tak mengindahkan “suara mereka” meski besar-besaran menggelar ajang konferensi, muktamar, dan sejenisnya, tak mendengarkan lisan mereka yang hebat berorasi saat aksi/demo, tak memperhatikan kunjungan-kunjungan mereka kecuali sebatas sambutan ramah, namun ormas ini tak berubah.

    Tetap sabar melakukan hal yang sama, berorasi lantang menentang pemerintah, mengumpulkan ribuan tanda tangan tanda tak setuju dengan langkah pemerintah, bahkan mengirimkan surat cinta dan sms dalam jumlah yang tak terhitung. Tak lebih dari itu. Tak ada perubahan strategi yang patut diperhitungkan. Hal ini bisa dimengerti karena sesungguhnya kelompok ini bergerak dengan memanfaatkan momen isu yang ada saja dan memang masih dalam level target hanya untuk opini dan menunjukkan eksistensi kelompok.

    Kekuatan ummat Islam yang pemberani dan memilih menggerakkan “tangan” mereka, melawan kemungkaran dengan seluruh jiwa raga mereka masih terlalu kecil. Masih amat sangat sedikit dibandingkan dengan jumlah umat Islam secara keseluruhan. Tak mungkin mampu melawan kekuatan pemerintah. Setidaknya ini yang terlihat jika dipandang dari kacamata manusia.

    Miss world diselenggatakan di Indonesia, rakyat bisa apa. Ketika ribuan pasukan terlatih telah disiapkan untuk mengamankan Bali, tempat terpilih diselenggatakannya kontes ini. Kekuatan pasukan ini jelas tidak bisa dilawan dengan orasi. Lisan hanya akan menjadi seperti pepatah ” anjing menggonggong kafilah berlalu”.

    Miss world memang harus ditolak umat Islam. Slogan 3B nya bukan berasal dari penilaian syara, tapi hanya dari sudut pandang manusia yang memperturutkan hawa nafsu. Wanita hanya dinilai sebagai makhluk yang punya potensi besar mendatangkan keuntungan materi dalam dunia kapitalisme. Berbeda dengan Islam yang memandang individu cerdas ( Brain ) adalah individu yang memikirkan kehidupan setelah kematian. Yang berarti menyandarkan segala perbuatan dan pemikiran hanya pada aturan Islam yang akan membawanya pada keselamatan setelah mati.

    Jadi tak mungkin orang cerdas dalam Islam mau mengikuti ajang ratu-ratuan yang perilakunya menyimpang dari aturan, mulai dari membuka aurat, mewangikan tubuh hingga berlenggak-lenggok di hadapan pria bukan muhrim. Kecantikan (Beauty) dalam Islam juga bukan hanya tentang tampilan fisik. Tapi lebih pada hati yang tunduk pada seluruh aturan Alloh tanpa syarat. Kecantikan fisik bukanlah prestasi, karena itu semata pemberian dari Alloh. Sunnatulloh, Alloh menciptakan wanita ada yang cantik, maupun tidak cantik secara fisik. Ada yang sempurna, ada juga yang cacat.

    Sedangkan Kepribadian (Behavior) dalam Islam, bukan hanya dinilai berdasar seperangkat pertanyaan yang hanya dijawab secara lisan. Tapi perlu pembuktian dengan berbagai ujian dan cobaan hidup. Individu yang berkepribadian dalam Islam adalah manusia yang pemikiran dan perilakunya sesuai dengan apa-apa yang diperintahkan Alloh. Jadi tak mungkin wanita berkepribadian Islam sudi mengikuti kontes kecantikan dan semacamnya yang justru merendahkan dirinya sendiri di hadapan Alloh. Wanita Islam akan selalu ingat, bahwa Alloh memandang manusia berdasarkan taqwanya bukan yang lain.

    Namun, bukan hanya ajang Miss World yang perlu ditolak. Apalagi faktanya, bukan hanya ajang Miss World yang melihat prestasi dan penghormatan perempuan pada kecantikan wajah dan seluruh tubuh. Di negara Indonesia ajang sejenis tingkat nasional pun telah sering dilakukan. Hampir semua daerah dari ujung timur hingga ujung barat menyelanggarakan kontes sejenis dengan dalih mendongkrak pariwisata.

    Pun dengan fakta lainnya ” tentang wanita” negeri ini yang penampilannya sama bahkan lebih seronok dan vulgar daripada ajang kontes kecantikan. Lihatlah goyangan penyanyi dangdut wanita dari mulai artis ibukota hingga artis kampung, begitu erotis dan amat menonjolkan keindahan fisik wanita. Bermacam-macam nama pun disematkan untuk berbagai goyangan tersebut, mulai dari goyang ngebor, gergaji, palu, garpu dan segala perlengkapan pertukangan.

    Miss World adalah ajang dunia, yang melibatkan hubungan bilateral antar negara. Tak cukup sekedar lisan yang bersuara dan tangan yang menulis untuk menggagalkannya. Pemerintah Indonesia juga tak punya nyali untuk membatalkannya dengan segala konsekuensi berat yang tidak siap untuk diterima seperti embargo dan semacamnya. Ke depan kiranya perlu dibangun sebuah strategi melawan kemungkaran yang bisa dan mampu diperhitungkan oleh pemerintah bahkan siapapun.

    Sebuah metode yang tidak hanya untuk pembesaran opini saja, sehingga tidak hanya cukup sekedar berbicara dan terbawa arus retorika dalam “zona aman”. Tapi diperlukan sebuah taktik yang efektif mencapai sasaran dan tujuan demi hilangnya kemungkaran dari muka bumi, digantikan dengan penerapan hukum-hukum Alloh. Manakala masih ada kedholiman, kemaksiatan dan kemungkaran di hadapan mata, tak lagi sekadar kembali pada “doa dalam hati” dan berkata : ormas, rakyat “bisa apa selain hanya bicara”. []

    Baca Juga:  

    Minggu, 08 September 2013

    Tahun 2019, Indonesia Akan Punya Satelit Iklim Sendiri

    2019, Indonesia Punya Satelit Canggih Pantau Iklim
    Asalasah ~ Perubahan iklim menjadi isu yang terus menarik perhatian dunia, termasuk Indonesia. Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Bambang S. Tejasukmana mengatakan, antisipasi perubahan iklim bisa dilakukan menggunakan teknologi antariksa berupa satelit.

    Indonesia, kata dia, baru memiliki satu satelit dengan kemampuan yang masih sangat terbatas. Karena itulah, ia menyatakan, Indonesia akan mulai mengembangkan satelit baru dengan kemampuan canggih yang bisa beroperasi pada 2019 mendatang.

    "Manfaatnya untuk pemantauan perubahan iklim, kondisi cuaca maupun lingkungan," kata Bambang dalam konferensi internasional tentang aplikasi teknologi antariksa untuk perubahan iklim, di Hotel Borobudur, Senin, 2 September 2013. Satelit baru juga diharapkan mendukung program ketahanan pangan, energi, dan lingkungan.

    Satelit ini nantinya akan memiliki bobot satu ton dan diperkirakan menghabiskan dana hingga Rp 2 triliun. Pengembangan satelit ini merupakan proyek nasional sehingga turut melibatkan lembaga dan kementerian lain.

    Meski rencana pengembangannya baru tahap pembahasan konsep, namun diyakini satelit ini memiliki kemampuan yang lebih mumpuni dari satelit yang sudah ada. "Baru menentukan misi-misinya untuk apa. Fungsinya disesuaikan dengan kebutuhan pengguna, saat ini kami mulai menampung semua keinginan dari pengguna," ujarnya.

    Menurut Bambang, proyek pembuatan satelit baru akan diproduksi oleh lembaga BUMN seperti PT LEN atau PT Dirgantara Indonesia. "Jadi untuk satellit yang besar ini bukan LAPAN lagi yang membuat, kami hanya mentransfer ilmunya," kata dia. (Baca: Perubahan Iklim, Ini Cara Terbaik Memantaunya)

    Pengembangan satelit ini juga dimaksudkan untuk menguatkan peran serta Indonesia dalam keanggotaan Global Earth Observation System of Systems. Saat ini hanya ada beberapa negara yang memiliki satelit canggih pemantau perubahan iklim, antara lain Amerika Serikat, Jepang, Cina, India, Brasil, dan Korea Selatan. 

    Indonesia terus melakukan berbagai upaya untuk mengantisipasi perubahan iklim, termasuk pengembangan satelit penginderaan jarak jauh. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bertekad mengurangi emisi karbon hingga 26 persen pada 2020. Enam persen di antaranya berasal dari sektor energi, enam persen dari pengelolaan limbah, dan 14 persen dari pengelolaan lahan hutan. Selain itu, Indonesia juga berupaya menurunkan jumlah hotspot (titik api) kebakaran hutan atau lahan sekitar 20 persen per tahun.

    Deputi Penginderaan Jauh LAPAN Taufik Maulana menambahkan, Indonesia tengah mengembangkan satelit LAPAN A-2 dan LAPAN A-3. Untuk satelit LAPAN A-2 sudah selesai dibuat dan akan segera diluncurkan tahun depan. Peluncurannya akan bekerja sama dengan India karena roket yang dimiliki Indonesia belum sanggup meluncur jarak jauh.

    "Ini kan jaraknya 600 kilometer. Diluncurkan sekitar Januari-Juni tahun depan," kata Taufik. Satelit LAPAN A-2 berbobot 75-100 kilogram.

    Sementara itu, satelit LAPAN A-3 sedang dirancang oleh LAPAN bersama IPB. Sama seperti pendahulunya, satelit LAPAN A-3 juga akan diluncurkan dengan menumpang roket peluncuran satelit lain milik negara lain yang lebih besar.

    Baca Juga:  
    Sumber: http://www.tempo.co/read/news/2013/09/02/061509505/2019-Indonesia-Punya-Satelit-Canggih-Pantau-Iklim

    Jumat, 06 September 2013

    'Rokok Popeye' Mengajari Anak Indonesia Merokok Beneran

    Asalasah ~ Coba lihat  rokok popeye ini, memang sih hanya mainan namun ini namanya mainan yang tidak mendidik. Cap Indonesia sebagai negara perokok terbesar rupanya semakin diakui dunia. Pasalnya anak di usia dini saja kini sudah diajari bagaimana caranya merokok. Seperti yang dilaporkan media asing Inggris Daily Mail, Anak-anak di Indonesia kini sedang terjangkit wabah merokok dengan kehadiran sebuah produk baru yang sangat mirip dengan rokok pipa yang dihisap oleh tokoh kartun 'Popeye si Pelaut'. Menyesuaikan dengan tokohnya, produk baru ini dinamakan 'Popeye Lauts'. Dalam laporannya, Daily Mail menemukan rokok mainan ini sangat laris diperjual belikan kepada anak-anak di kawasan Jakarta. Berbeda dengan rokok asli, asap yang keluar dari rokok ini memang bukan berasal dari tembakau, melainkan dari es kering yang disematkan di lubang pipa.


    Waduh Rokok Popeye Ajari Anak Indonesia Merokok Sejak Dini

    Mereka meniup dari batang pipa dan asap pun langsung keluar dari mangkuk pipa. Rokok pipa mainan ini dijual bebas bersama dengan es krim. Harga yang dibanderol pun hampir sama dengan harga satu batang rokok asli, yakni Rp 1000.

    Baca Juga:  

    Kamis, 05 September 2013

    Dugaan Indonesia Kena Sadap Kabel Bawah Laut

    http://asalasah.blogspot.com/2013/09/dugaan-indonesia-kena-sadap-kabel-bawah.html
    Asalasah ~ Aktivitas penyadapan dilaporkan telah terjadi di jalur kabel fiber optik bawah laut South East Asia-Middle East-Western Europe-3 (SEA-ME-WE-3). Ternyata, trafik telekomunikasi Indonesia juga melalui jalur tersebut.

    Kepala Humas dan Pusat Informasi Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Gatot S. Dewa Broto menyatakan, pihaknya belum mengetahui soal isu mata-mata pada kabel bawah laut SEA-ME-WE-3.

    "Namun jalur tersebut juga dilalui trafik dari Indonesia," ujarnya kepada detikINET, Jumat (30/8/2013).

    Dijelaskan Gatot, kemungkinan adanya aksi penyadapan pada kabel fiber optik bawah laut sangat mungkin terjadi. "Satelit saja bisa, apalagi kabel fiber optik," tegasnya.

    Untuk itu, setiap negara memiliki Undang-undang yang melarang aksi penyadapan lewat kabel fiber optik.

    "Kasus ini berbeda terhadap pengajuan lawful interception yang resmi dilakukan aparat pemerintah. Karena pengajuan ini tergantung kasus yang ditangani dan syaratnya sangat ketat. Harus ada izin Jaksa Agung, Kapolri, dan penyidik yang bersangkutan," jelas Gatot.

    Terkait isu penyadapan di kabel bawah laut SEA-ME-WE-3, Kominfo berjanji tidak tinggal diam. Mereka akan coba melakukan klarifikasi lebih lanjut ke pihak yang berkepentingan.

    "Setelah ada info lebih lanjut akan kami klarifikasi ke publik. Kami tidak ingin menimbulkan kecemasan dan membuat orang was-was. Kami melihat ini sebagai hal serius dan tidak bisa diabaikan," imbuh Gatot.

    Jika memang terbukti ada penyadapan, Indonesia pun bisa mengajukan proses hukum dengan payung UU Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

    "UU ITE itu sifatnya ekstra teritori. Jadi kalau ada pihak asing yang diduga melakukan mata-mata, maka pihak Indonesia bisa berkoordinasi dengan otoritas telekomunikasi setempat, karena itu merupakan pelanggaran hukum," Gatot menandaskan.

    Penyadapan Kabel Bawah Laut
    Sebelumnya, informasi rahasia dari Edward Snowden -- mantan pekerja CIA yang jadi buronan AS -- mengungkap bahwa ada aktivitas mata-mata dari kabel bawah laut yang bermuara di Singapura. Hal ini pun sudah berlangsung lama.

    Seperti dilansir Sydney Morning Herald, lembaga intelijen Australia, Australian Signals Directorate, bekerja sama dengan intelijen Inggris, Amerika Serikat dan Singapura melakukan penyadapan terhadap kabel bawah laut SEA-ME-WE-3 yang berakhir di Tuas, wilayah paling barat Singapura.

    Kabel ini merupakan jalur akses yang menghubungkan komunikasi lintas negara mulai dari Jepang, Singapura, Australia, hingga sejumlah negara di kawasan Eropa. Kabel ini juga terlihat melintas di perairan Indonesia.

    Sydney Morning Herald mengungkapkan, kabel yang dikuasai oleh SingTel dan Departemen Pertahanan di Singapura itu sudah merekam aktivitas data sejak 15 tahun silam. Jika benar, artinya sudah banyak data yang diketahui oleh agen masing-masing negara.

    Baca Juga:  
    Sumber: http://inet.detik.com/read/2013/08/30/194536/2345659/328/indonesia-kena-sadap-kabel-bawah-laut?i991101105

    Selasa, 03 September 2013

    Internet Gratis Jakarta di Sejumlah Titik

    Beberapa orang sedang memanfaatkan internet gratis via WIFI.Asalasah ~ Akses internet cepat dan terjangkau sudah menjadi kebutuhan warga Ibukota. Tak hanya di tempat beraktivitas sehari-hari seperti kantor, kampus, atau pusat perbelanjaan, keberadaan fasilitas akses internet cepat juga dibutuhkan saat warga tengah melakukan mobilitas atau berada di perjalanan. 

    Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berupaya menjawab kebutuhan tersebut. Upaya ini diwujudkan melalui penyediaan fasilitas hotspot dan wireless fidelity (WiFi) di sejumlah ruas jalan protokol yang mulai dapat dimanfaatkan warga Jakarta sejak September lalu.

    Pemanfaatan fasilitas ini bersifat umum dan tak terbatas. Selain para pengguna bus Transjakarta di koridor I, III dan IX, yang haltenya memang berada di kedua ruas jalan tersebut, masyarakat lain yang kebetulan melintas di Jalan Sudirman - Jalan Thamrin dan Jalan S. Parman Grogol - Jalan Gatot Subroto - Jalan MT Haryono juga dapat memanfaatkan fasilitas ini.

    Akses Cepat
    Layanan hotspot dan WiFi ini dapat digunakan hanya dengan mengakses service set identification (SSI): DKI _Freehotspot_nama lokasi. Sebagai ilustrasi, warga yang sedang berada di sekitar Bank Indonesia dapat mengakses SSI: DKI_Freehotspot_BankIndonesia. Sementara itu, warga yang sedang berada di sekitar Sarinah dapat mengakses SSI: DKI_Freehotspot_Sarinah, dan seterusnya.

    Warga yang melintasi ruas-ruas jalan di atas, dapat langsung mengaktifkan akses tersebut lewat ponsel atau tablet mereka. Selanjutnya, mereka dapat bebas “berselancar” lewat browser, membaca situs berita atau media sosial.

    Tak hanya itu, warga yang mengakses layanan ini juga berkesempatan membuka video streaming melalui situs youtube.com. Berdasarkan percobaan akses yang dilakukan Media Jaya, gambar yang dihasilkan lewat streaming tersebut dapat dikategorikan berkualitas baik, artinya tidak patah-patah (buffering). Begitupula saat dicoba untuk mendownload aplikasi lewat Google Play, tidak ditemukan kendala yang berarti.

    Tersedianya layanan hotspot dan wifi dengan kecepatan yang cukup memadai ini tentu menjadi kabar baik bagi warga Jakarta. Apalagi, fasilitas layanan ini memiliki kapasitas unggah (upload) maupun unduh (download) dalam rentang 10-20MBPS.

    Baca Juga:  

    Senin, 02 September 2013

    Indonesia Membutuhkan Pemimpin Baru yang Kuat

    Bendera merah putih, bendera Indonesia
    Asalasah ~  Indonesia dinilai membutuhkan seorang pemimpin yang kuat untuk melaksanakan sistem ketatanegaraan yang presidensial, namun berpraktik parlementer dalam tata kelola negara dan pemerintahan.

    "Dengan tata kelola negara dan pemerintahan yang dualisme ini, seorang pemimpin bangsa harus kuat dalam segala aspek dengan mengedepankan kepentingan rakyat di atas segalanya serta bebas dari intervensi pihak lain," kata pengamat politik dari Universitas Katolik Widya Mandira, Kupang, Frans Bapa Tokan MA, di Kupang, Kamis (25/7).

    Wakil Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unika Widya Mandira Kupang mengemukakan pandangannya tersebut ketika ditanya soal pola pelaksaan sistem ketatanegaraan di Indonesia seperti yang direfleksikan Presiden SBY. Ia mengatakan, pelaksanaan tata kelola sistem ketatanegaraan hanya merupakan alat dan bukan merupakan tujuan kehidupan bernegara.

    "Karena itu, yang lebih penting adalah bagaimana seorang pemimpin bisa menerapkan tata kelola secara baik untuk pencapaian tujuan kehidupan berbangsa dan bernegara, yaitu kesejahteraan masyarakat," katanya.

    Menurutnya, sistem ketatanegaraan tidak menjadi alat ukur keberhasilan pencapaian kesejahteraan yang utuh bagi masyarakat, namun sangat bergantung kepada pengelola sistem tersebut. Karenanya, butuh seorang pemimpin yang kuat dan tidak mudah dipengaruhi pihak lain dalam menjalankan tugas negara sesuai dengan arah dan tujuan kehidupan berbangsa.

    Dalam sistem presidensial, katanya, kekuasaan berada mutlak di tangan presiden (eksekutif). Sehingga dibutuhkan seorang pemimpin yang benar-benar bisa terlepas dari sejumlah pengaruh lain dari pihak lain, yang lebih mementingkan kepentingan pribadi dan golongan.

    "Apapaun sisitem ketatanegaraan di Indonesia, tetapi kalau pemimpinnya tidak kuat dan hanya mementingkan kepentingan pribadi dan golongan, maka akan tidak akan memberi manfaat bagi rakyat," kata Frans.

    Hal yang sama, lanjut dia, berkaitan dengan penerapan otonomi daerah dalam negara kesatuan Indonesia. "Ini juga sama seperti sistem presidensial namun penerapan federal atau parlamenter," katanya.

    Dalam konteks tersebut, lanjut dia, bisa dipahami dualisme ketatanegaraan di Indonesia, dengan mempertimbangkan aspek geografis NKRI yang berkepulauan. "Apapaun alasannya, sisitem dualisme ketatanegaraan di Indonesia harus tetap dilakukan, dengan mencari pemimpin yang kuat untuk menata sistem ketatanegaraan tersebut ke arah yang lebih baik," kata Frans.

    IA menilai, Indonesia di hari ini, masih belum mendapatkan seorang pemimpin yang kuat untuk melaksanakan sisitem ketatanegaraan yang presidensial namun berpraktik parlamenter. "Negara ini masih sangat miskin pemimpin yang kuat untuk melaksankan tata kelola ketatanegaraan di NKRI yang kita cintai ini. Kita butuh pemimpin yang kuat," katanya.

    Baca Juga:  
    Sumber: http://www.republika.co.id/berita/nasional/politik/13/07/25/mqhbco-indonesia-butuh-pemimpin-yang-kuat

    Penyebab Indonesia Krisis Ulama Menurut Menteri Agama

    Asalasah ~ Menteri Agama, Suryadharma Ali menyatakan, Indonesia mengalami krisis ulama pada era sekarang ini. Krisis itu lantaran menurunnya minat masyarakat memasukkan anak-anaknya ke pondok pesantren (ponpes) untuk dididik ilmu agama.
     
    Menteri Agama RI Suryadharma Ali memimpin sidang Isbat di Kantor Kementerian Agama RI, Jakarta, Senin (8/7).  (Republika/Rakhmawaty La'lang)
    "Kita sering mendapatkan informasi, kurangnya atau menurunnya minat anak didik menempuh ilmu agama dan berkurangnya pengajaran kitab kuning di ponpes," katanya di Pekalongan, Rabu (21/8).
    Krisis ulama itu diperkirakan akan lebih parah lagi dalam jangka waktu 10 hingga 15 tahun ke depan karena berkurangnya regenerasi ulama. "Ulama yang wafat dalam kurun waktu 10-15 tahun ke depan belum tentu bisa segera tergantikan. Hal ini tentunya menjadi problematika sehingga kita harus mengintrospeksi, mengapa itu terjadi," katanya.

    Menurut Menag, untuk menghindari krisis ulama ini maka lembaga ponpes harus terus berusaha meningkatkan eksistensinya pada era modernitas. "Harus disadari pula oleh masyarakat bahwa sistem pendidikan di ponpes sangatlah luar biasa. Tidak ada sistim pendidikan dimana pun yang proses belajar mengajarnya secara total seperti di ponpes," katanya.

    Menag yang juga Ketua Umum DPP PPP itu mengatakan, ponpes harus senantiasa meningkatkan konten dalam kegiatan belajar mengajarnya dengan sumber ilmu atau ajaran yang paling komprehensif, yaitu Alquran dan Hadist. "Jangan parsialkan Alquran dan hadist. Akan tetapi mari kita pelajari secara menyeluruh sebagai modal belajar memasuki dunia modern seperti sekarang ini," katanya.

    Baca Juga:  
    Sumber: http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/13/08/22/mrwt6m-indonesia-krisis-ulama-ini-penyebabnya

    Minggu, 01 September 2013

    Dokter Belgia Aja Peduli Ama Kesehatan Masyarakat Indonesia

    Dokter Belgia Saja Peduli Kesehatan Masyarakat Miskin IndonesiaAsalasah ~ Dokter Belgia keturunan Indonesia - Belgia mengadakan kegiatan sosial pelayanan penyakit gigi dan mulut, bedah mulut dan rahang, bedah plastik, mata dan kandungan untuk membantu masyarakat di Kepulauan Siau Tagulandang Biaro, Provinsi Sulawesi Utara, Indonesia.

    "Dokter yang tergabung dalam Belgian Indonesian Medical Education and Social Association (BIMESA) itu sebelumnya menandatangani perjanjian kerja sama dengan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi (Unsrat)," kata Sekretaris Ketiga Fungsi Pensosbud Diplik KBRI Brussel, Mulyanto Sastrowiranu seperti dikutip dari Antara, Sabtu (24/8/2013).

    Penandatangan perjanjian kerja sama itu tentang bantuan kegiatan Unsrat dalam pelayanan penyakit gigi dan mulut, bedah mulut dan rahang, bedah plastik, mata dan kandungan di Kepulauan Siau Tagulandang Biaro, Provinsi Sulawesi Utara, Indonesia.

    Kepulauan itu menjadi kabupaten tersendiri melalui UU Nomor 15 Tahun 2007 dengan jumlah warganya yang mencapai lebih dari 78 ribu jiwa.

    Dokter-dokter Belgia keturunan Indonesia-Belgia itu membantu dokter setempat dalam kegiatan tersebut. Yayasan Bimesa (v.z.w.) Belgia juga akan membantu pelaksanaan seminar oleh para ahli/ spesialis di Universitas Sam Ratulangi, Manado.

    Dengan kerja sama ini diharapkan dapat membantu dalam upaya meningkatkan layanan kesehatan bagi masyarakat Kepulauan Siau Tagulandang Biaro sekaligus meningkatkan kapabilitas SDM kesehatan setempat.

    Yayasan Bimesa (v.z.w.) Belgia adalah yayasan sosial di Belgia yang didirikan pada tahun 2004 dan beranggotakan dokter Belgia keturunan Indonesia-Belgia.

    Yayasan sosial ini bergerak dalam bidang pemberian bantuan kesehatan berupa tenaga kesehatan, materi, pengajaran dan pengumpulan dana.

    Yayasan ini telah beberapa kali mengadakan bakti sosial di Indonesia, termasuk di Aceh setelah terjadinya bencana tsunami, Bajawa (Flores), Bukittinggi (Sumatra Barat) dan Makassar (Sulawesi Selatan).

    Dokter Belgia keturunan Indonesia juga termasuk sesepuh keturunan Indonesia yang aktif dalam kegiatan kemasyarakatan Indonesia di Belgia.

    Sumbangsih nyata dan konkret dokter-dokter Belgia keturunan Indonesia di Indonesia selama lebih dari 10 tahun dengan tulus dan tanpa banyak publikasi ini diharapkan dapat meningkatkan sumbangan profesional asing keturunan Indonesia di luar negeri ke Indonesia.

    Baca Juga:  
    Sumber: http://health.liputan6.com/read/673832/dokter-belgia-saja-peduli-kesehatan-masyarakat-miskin-indonesia

    Dokter Ortopedi Indonesia Tak Kalah Dengan Dokter Luar

    Dokter Ortopedi Indonesia Tak Kalah Hebat Lho dengan Luar Negeri!
    Asalasah ~ Kemampuan dokter ortopedi di Indonesia saat ini setara dengan dokter-dokter di negara ASEAN, demikian disampaikan Presiden Indonesian Hip and Knee Society atau Asosiasi Ahli Bedah Lutut dan Panggul Indonesia dr. Nicolaas C. Budhiparama, SpOT (K).

    "Sebetulnya pasien bisa berobat di Indonesia untuk penanganan trauma atau rekonstruksi lutut, karena sangat penting bagi dokter bedah ortopedi untuk memonitor pasien sejak pembedahan hingga pulih kembali," ujar Nicolaas C. Budhiparama di Jakarta, seperti ditulis, Sabtu (24/8/2013).

    Dengan begitu, lanjut Nicolaas, pasien Indonesia yang cenderung operasi di luar negeri dapat dikurangi. Demikian juga kasus komplikasi atau kegagalan akibat tidak dilakukan pemeriksaan lebih lanjut saat kembali ke Indonesia dapat dikurangi.

    Menurut Nicolaas, atlet merupakan profesi yang rentan mengalami cedera di bagian lutut, namun dokter harus melakukan pengobatan secara konservatif terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk operasi.

    "Jangan terlalu gampang memutuskan untuk operasi, karena seorang dokter harus yakin bahwa hasil operasi bisa memulihkan kondisi atlet seperti sebelum cedera," kata Nicolaas.

    Karena, lanjut Nicolaas, berdasarkan data yang terkumpul di Amerika Serikat, hanya 33 persen atlet yang kondisinya dapat kembali pulih seperti sebelum cedera pascaoperasi Anterior Cruciate Ligament (ACL) atau urat di dalam sendi yang menjaga kestabilan sendi lutut.

    Selain itu, Nicoolas mengemukakan bahwa tuga seorang dokter bedah ortopedi bukan hanya sekedar membedah tulang, tapi juga mengobati trauma yang diakibatkan dari cedera tersebut, sehingga kerap membutuhkan kerja sama dari dokter spesialis di bidang lain, seperti rehabilitasi.

    Dengan melakukan pengobatan di Indonesia, Nicolaas menyampaikan bahwa pasien atau atlet dapat melakukan rehabilitasi pascaoperasi dengan maksimal, karena hasil operasi terlihat bukan setelah dilakukan operasi, namun perawatan pascaoperasi hingga beberapa tahun ke depan.

    Baca Juga:  
    Sumber: http://health.liputan6.com/read/673862/dokter-ortopedi-indonesia-tak-kalah-hebat-lho-dengan-luar-negeri

    Sabtu, 31 Agustus 2013

    Alasan Kenapa Banyak Orang Indonesia Jatuh Sakit

    Inilah Kenapa Makin Banyak Orang Indonesia Sakit
    Asalasah ~ Pelaksana Harian Direktur Bina Gizi Kementerian Kesehatan M Nasir mengatakan bahwa masyarakat perlu meningkatkan gaya hidup sehat melalui perbaikan pola konsumsi makan.

    "Kita harus memerhatikan apakah makanan yang dikonsumsi memiliki gizi yang seimbang dan berkualitas atau tidak?" kata Nasir di Jakarta, seperti dikutip dari Antara, Sabtu (24/8/2013).

    Dikatakan bahwa pola konsumsi makanan berimbang juga menjadi perhatian pemerintah dengan menuangkan ke dalam UU No. 36 tahun 2009 tentang kesehatan.

    Menurut Nasir, kecenderungan masyarakat Indonesia mulai mengarah kepada gaya hidup tidak sehat. Hal itu dapat dilihat dari data konsumsi lemak mencapai 116 persen berbanding terbalik dengan konsumsi kacang-kacangan, sayuran, dan buah yang masih rendah.

    Sedangkan di sisi lain aktivitas fisik masih rendah hanya mencapai 84,9 persen, jelas Nasir.

    Akibatnya terjadi berbagai kasus kegemukan atau obesitas dan munculnya penyakit degeneratif pada usia produktif seperti hipertensi, jantung, diabetes dan sebagainya, paparnya.

    Lebih jauh, anggota bidang Kemitraan Dewan Pengurus Pusat Persatuan Ahli Gizi (Persagi) Marudut Sitompul mengatakan kelebihan gizi juga dapat mengganggu kesehatan bahkan mengakibatkan kematian.

    Marudut mengatakan, kemampuan metabolisme seseorang berbeda-beda sehingga perlu mengukur diri sendiri terhadap konsumsi makanan.

    Dijelaskan bahwa kelebihan makanan dapat mengganggu proses metabolisme yang seharusnya bisa diubah menjadi energi.

    "Kondisi demikian pada akhirnya menimbulkan berbagai penyakit seperti hipertensi, diabetes, bahkan dapat menimbulkan radikal bebas yang mengganggu pertumbuhan sel," jelas Marudut.

    Tekanan atau stres dalam pekerjaan juga dapat menjadi pemicu gangguan metabolisma di dalam tubuh sehingga muncul berbagai penyakit tersebut, katanya.

    Obesitas, ujarnya, saat ini menjadi persoalan masyarakat perkotaan sebagai akibat pola makan salah dan kurangnya aktivitas. Karena itu perlu disiplin dari diri sendiri untuk menjaga konsumsi makanan dan minuman.

    Berawal dari makanan
    Sedangkan ahli kesehatan Lia Listiawaty mengatakan, bagi masyarakat yang telanjur mengalami obesitas sebenarnya dapat diturunkan sampai ke berat ideal dengan aman.

    Lia mengatakan, bagi penderita obesitas untuk mendapatkan bobot ideal adalah dengan mengonsumi nutrisi yang cukup. Kalau kekurangan nutrisi akibat diet yang tidak mengikuti aturan maka energi untuk beraktivitas akan diambil dari organ tubuh.

    Kegemukan atau obesitas berawal dari makanan yang dikonsumsi setiap hari dari pagi sampai malam.

    "Kita harus dapat mengukur kalori yang dikeluarkan dalam beraktivitas dengan kandungan makanan dan minuman yang dikonsumsi. Kalau kelebihan atau kekurangan akan berdampak buruk bagi tubuh," ujar dia
     
    Sumber: http://health.liputan6.com/read/673694/inilah-kenapa-makin-banyak-orang-indonesia-sakit

    Kamis, 29 Agustus 2013

    Rupiah Melemah, banyak Orang Menukarkan Dolar di Money changer

    Asalasah ~ Sejumlah tempat penukaran uang atau money changer di Jakarta ramai dikunjungi oleh warga yang ingin menukarkan uang saat harga dolar Amerika Serikat (AS) mencapai Rp 11.050.

    Situasi di tempat penukaran uang di Jakarta/ilustrasi
    Marketing PT Indo Multi-Valasindo, Yuni kepada Antara di Jakarta, mengatakan alasan mereka umumnya untuk kebutuhan pribadi maupun keperluan investasi. "Kalau di sini tetap saja banyak pelanggan yang ingin menukarkan uang walaupun harga dolar AS naik. Kebanyakan pelanggan yang datang menukarkan dolar ke rupiah, dan rata-rata mereka untuk investasi," ujarnya.

    Harga dolar AS saat ini di PT Indo Multi-Valasindo kawasan Sabang, Jakarta Pusat sebesar Rp 11.050 untuk kurs beli, sementara Rp 11.250 untuk kurs jual. Hal itu dimanfaatkan oleh salah satu pelanggan di PT Indo Multi-Valasindo, Tanti, untuk menjual uang dolar AS yang dimilikinya agar mendapatkan keuntungan.

    "Saya memang suka menyimpan uang dolar untuk investasi. Saya lihat harga dolar menguat dan cukup tinggi jika dibandingkan waktu pertama kali saya beli, sekitar Rp 9.000. Berarti kalau saya tukar saat ini, saya untung," kata Tanti.

    Kondisi serupa juga terjadi di money changer PT Prima Sentral Dinamika, Tangerang yang terlihat ramai dikunjungi oleh para pelanggan yang ingin menukarkan uangnya. "Kalau di sini, jual atau beli sama saja, seimbang. Masih banyak yang mau beli dolar, yang jual juga banyak," kata Marketing PT Prima Sentral Dinamika, Soleh.

    Selain digunakan sebagai investasi, masyarakat juga membutuhkan dolar AS sebagai kebutuhan mereka untuk bertransaksi saat berada di luar negeri. "Sebenarnya harga dolar saat ini memang sangat tinggi, tapi saya memang butuh, karena mau pergi keluar negeri. Oleh karena itu, mau tidak mau walau tinggi saya tetap harus beli," kata seorang wiraswasta, Hengky.

    Baca Juga:  
    Sumber: http://www.republika.co.id/berita/ekonomi/bisnis/13/08/24/mrz5em-ini-dampak-rupiah-melemah

    Kayak di Indonesia, Di China Juga Susah Larang Orang Merokok

    Kayak di Indonesia, Larang Orang Merokok Juga Susah di China
    Asalasah ~ Sebuah survei yang dilakukan Kementerian Kesehatan China mengungkapkan tidak mudahnya melarang merokok di tempat umum di ruang tertutup apalagi bila tak diawasi secara ketat, kata seorang pejabat senior kesehatan di Beijing, Rabu 21 Agustus.

    Wang Suyang, Direktur Pusat Nasional bagi Pengawasan dan Pemeriksaan Kesehatan di Kementerian Kesehatan, mengatakan selama program survei tersebut, pusat itu telah memantau pelaksanaan larangan merokok di 144 restoran dan 140 hotel serta tempat penginapan di Provinsi Heilongjiang, Shandong dan Gansu serta Wilayah Otonomi Uygur Xinjiang selama satu tahun belakangan.

    "Di semua tempat itu, pelaksanaan antimerokok lemah. Terlebih lagi, hanya 6,1 persen tempat usaha telah merancang daerah merokok, dan hanya 1,4 persen memiliki tanda peringatan larangan merokok untuk mengingatkan perokok," kata Wang seperti dikutip dari Xinhua, Kamis (22/8/2013).

    China memberlakukan larangan merokok di ruang tertutup di tempat umum mulai Mei 2011.

    Para ahli menyatakan pelaksanaan peraturan tersebut menghadapi tantangan sebab peraturan itu tak memiliki klausul khusus tentang prosedur pelaksanaan dan hukuman bagi perokok di dalam ruangan.

    Wang menyatakan 90 persen perokok di daerah yang disurvei mengakui mereka akan mematikan rokok mereka, kalau saja mereka diberitahu untuk tidak merokok.

    China adalah negara pengkonsumsi dan produsen terbesar tembakau di dunia. China memiliki lebih dari 300 juta perokok dan sebanyak 740 juta orang lagi terpengaruh sebagai perokok pasif, demikian data resmi. Sebanyak satu juta orang China meninggal akibat penyakit yang berkaitan dengan tembakau setiap tahun.

    Wang mengatakan pemantauan merokok pada masa depan di negeri itu mesti menjelaskan bahwa pemilik tempat usaha akan diperiksa jika ada laporan bahwa orang merokok di dalam ruang di tempat usaha mereka.

    Baca Juga:  
    Sumber: http://health.liputan6.com/read/672234/kayak-di-indonesia-larang-orang-merokok-juga-susah-di-china

    Selasa, 27 Agustus 2013

    Dukung Indonesia Jadi Bahasa ASEAN

    Peta ASEAN
    Asalasah ~ Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyatakan dorongan menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa ASEAN pada 2015 harus didukung.

    "Indonesia adalah bangsa yang besar dan jumlah penduduknya juga banyak. Kenapa tidak?" kata Kepala Pusat Pembinaan dan Pemasyarakatan Bahasa, Badan Bahasa, Kemendikbud Yeyen Mariani di Semarang, Senin (19/8).

    Hal tersebut diungkapkannya di sela Rapat Koordinasi Pemasyarakatan Bahasa dan Sastra 2013 yang diprakarsai oleh Balai Bahasa Jawa Tengah dan berlangsung di Hotel Santika Premiere Semarang, 19--20 Agustus 2013.

    Badan Bahasa, kata dia, sebagai satu-satunya lembaga pengembangan dan pembinaan bahasa Indonesia terus menyiapkan bahasa nasional untuk menyongsong dijadikannya sebagai bahasa ASEAN, salah satunya dari kosakata.

    "Kami terus memperkaya kosakata dalam bahasa Indonesia dengan berbagai istilah, terutama dari bahasa daerah atau bahasa asing, agar bisa terus menampung dan menyesuaikan dengan kondisi perkembangan zaman," katanya.

    Ia mengakui memang ada istilah-istilah asing yang kemudian diserap dalam kosakata bahasa Indonesia, tetapi sudah disesuaikan dengan kaidah-kaidah bahasa Indonesia melalui proses yang panjang.

    "Sebisa mungkin, kami cari padanannya dalam bahasa daerah. Kalaupun tidak ada, ya, memakai istilah asing, tetapi disesuaikan dahulu dengan kaidah, misalnya 'computer' menjadi komputer," katanya.

    Menurut dia, jumlah kosakata bahasa Indonesia akan terus bertambah seiring dengan kemajuan zaman dan akan terus hidup jika dipergunakan. Akan tetapi, jika ditinggalkan oleh masyarakatnya, juga bisa mati.

    Yeyen menyebutkan saat ini setidaknya sudah ada lebih dari 93.000 kosakata dalam bahasa Indonesia, sementara yang masih menunggu digodok sebelum diserap dalam bahasa Indonesia sekitar 5.000 kosakata.

    "Bahasa Indonesia ini kan menjadi identitas bangsa, sebagai 'perangkat lunak' dalam berdiplomasi. Seharusnya dijaga dan dipelihara, termasuk dari munculnya istilah-istilah baru tidak resmi," katanya.

    Baca Juga:  
    Sumber: http://www.republika.co.id/berita/internasional/asean/13/08/20/mrsi41-badan-bahasa-dukung-indonesia-jadi-bahasa-asean

    Senin, 26 Agustus 2013

    Pasar Otomotif Indonesia Terbesar di ASEAN

    http://asalasah.blogspot.com/2013/08/pasar-otomotif-indonesia-terbesar-di-ASEAN.html
    Asalasah ~ Kawasan ASEAN diperkirakan akan menjadi pasar otomotif kelima terbesar di dunia pada tahun 2019. Prediksi ini diluncurkan berdasarkan analisa terbaru Frost & Sullivan. Dalam analisa tersebut, ASEAN  dinilai menawarkan peluang yang signifikan bagi produsen mobil global baik dalam jangka pendek maupun menengah.

    Research Director, Automotive and Transportation Practice Frost & Sullivan untuk kawasan Asia Pasifik, Vijay Rao, mengatakan peranan ASEAN  dalam pasar otomotif tidak bisa dianggap remeh. Pasar otomotif ASEAN  akan tumbuh 5,8 persen pada periode 2012-2019 dan pasar akan mencapai 4,71 juta pada 2019.

    “Pada 2019, produksi kendaraan di Asean diperkirakan tumbuh 8 persen pada 2012-2019 dan mencapai 7.05 juta unit,” katanya dalam keterangan tertulis, Rabu 21 Agustus 2013,” ucapnya.

    Rao menambahkan tumbuhnya pasar otomotif ASEAN  ini didorong oleh perkembangan pasar di Indonesia dan Thailand. Selain itu, rendahnya tingkat motorisasi di ASEAN  juga memicu pertumbuhan pasar otomotif.

    Frost & Sullivan memprediksi Indonesia akan menjadi pasar otomotif terbesar di ASEAN pada 2019 dengan total kendaraan mencapai 2,3 juta. Perkembangan ini dipicu oleh pertumbuhan ekonomi Indonesia yang stabil, peningkatan kelas menengan, dan peningkatan investasi sektor otomotif serta pemberlakukan regulasi otomotif yang mendukung pertumbuhan pasar.

    Pasar otomotif Thailand, kata Rao, juga akan mengalami peningkatan. Peningkatan dipicu oleh pertumbuhan ekonomi, peningkatan pendapatan, perluasan kapasitas produsen otomotif, serta peluncuran beberapa model kendaraan terbaru. Thailand,  juga akan menjadi negara dengan produksi kendaraan terbesar di ASEAN  karena adanya perluasan kapasitas, peningkatan ekspor dan permintaan domestil serta perkembangan industri komponen otomotif yang pesat.

    “Pasar Malaysia diperkirakan akan mengalami pertumbuhan, didukung oleh semakin banyaknya model kendaraan asing yang ditawarkan dengan harga kompetitif dan juga oleh penurunan harga yang terjadi sebagai dampak dari liberalisasi pasar,” katanya.

    Pada periode mendatang, Frost & Sullivan memprediksi produksi kendaraan di Indonesia akan lebih banyak melayani penjualan domestik karena banyaknya permintaan domestik serta masuknya investasi asing untuk perluasan produksi. Malaysia juga akan dilirik sebagai pusat perakitan dan manufaktur.

    Baca Juga:  
    Sumber: http://www.tempo.co/read/news/2013/08/21/090506006/Indonesia-Pasar-Otomotif-Terbesar-di-ASEAN

    Sabtu, 24 Agustus 2013

    7 Lembaga Yang Dapat Anggaran Belanja Negara Terbesar

    Tujuh Lembaga Ini Raih Anggaran Paling Besar
    Asalasah ~ Enam Kementerian dan satu lembaga negara mendapat anggaran paling besar pada tahun anggaran 2014. Menurut Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, nilai anggaran untuk masing-masing lembaga tersebut mencapai dari Rp 30 triliun. "Program prioritas pemerintah berada di bawah wewenang lembaga tersebut," kata Yudhoyono dalam pidato nota keuangan Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara 2014 di gedung Dewan Perwakilan Rakyat,Jumat 16 Agustus 2013.

    Ketujuh kementerian dan lembaga tersebut yakni :

    1.Kementerian Pertahanan, Rp 83,4 triliun

    2.Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Rp 82,7 triliun

    3.Kementerian Pekerjaan Umum, Rp 74,9 triliun

    4.Kementerian Agama, Rp 49,6 triliun

    5.Kementerian Kesehatan, Rp 44,9 triliun

    6.Kementerian Perhubungan, Rp 39,2 triliun

    7.Kepolisian Negara Republik Indonesia, Rp 41,5 triliun

    Yudhoyono mencontohkan program prioritas untuk Kementerian Pendidikan yakni pengiriman siswa asal Papua ke sekolah pilihan. Untuk bidang kesehatan, pemerintah berencana membangun pusat kesehatan masyarakat dengan fasilitas lengkap di wilayah perbatasan, serta pelatihan untuk tenaga-tenaga medis terampil. “Dengan program ini diharapkan tingkat kesehatan masyarakat meningkat,” ujarnya.

    Adapun untuk Kepolisian dan Kementerian Pertahanan, anggaran akan difokuskan untuk modernisasi alat-alat pertahanan dan kemanan. Jatah anggaran polisi juga sebagian digunakan untuk menambah jumlah personil sebanyak 2.350 orang.

    Sedangkan Kementerian Perhubungan dan Pekerjaan Umum betugas meningkatkan konektivitas di dalam negeri. Sejumlah proyek skala besar seperti perluasan bandara dan pelabuhan, pembangunan jalan tol dan rel jalur ganda diharapkan bisa selesai pada tahun depan.

    Baca Juga:  
    Sumber: http://www.tempo.co/read/news/2013/08/16/087504920/Tujuh-Lembaga-Ini-Raih-Anggaran-Paling-Besar

    Kamis, 22 Agustus 2013

    Gaji PNS Naik 6 Persen Pada Tahun 2014

    2014, Gaji PNS Naik 6 Persen
    Asalasah ~ Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan akan menaikkan gaji pegawai negeri sipil dan anggota TNI/ Kepolisian pada 2014. Kenaikan gaji yang ditetapkan pemerintah mencapai 6 persen. “Ini untuk mengantisipasi inflasi,” kata Yudhoyono saat membacakan nota keuangan Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara 2014 di kompleks parlemen, Jumat 16 Agustus 2013.

    Selain menaikkan gaji aparat negara, Presiden mengatakan akan menaikan gaji pensiunan PNS dan TNI/ Polri sebesar 4 persen. Tak cukup menaikkan gaji, pemerintah juga membayarkan bonus atau lebih dikenal sebagai gaji ke-13.

    Kenaikan gaji aparat negara masuk dalam alokasi belanja negara 2014 sebesar Rp 1.816,7 triliun. Jumlah tersebut naik 5,2 persen dari pagu belanja negara APBN-Perubahan 2013 sebesar Rp 1.726,2 triliun. Jika dibandingkan dengan 2013, kenaikan gaji 2014 lebih rendah. Pada 2013, pemerintah menganggarkan kenaikan gaji sebesar 7 persen.

    Menanggapi kenaikan gaji aparat negara, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi mengaku khawatir hal ini akan membebani anggaran. Dia menyarankan pemerintah untuk tidak menaikkan gaji PNS pada 2014. "Duitnya dari mana, lebih baik anggaran dimaksimalkan untuk pembangunan infrastruktur,” ujarnya kepada Tempo.

    Sofjan menilai pemerintah sebaiknya menghemat anggaran dengan memotong pengeluaran rutin yang tidak perlu. Selain subsidi, belanja pegawai dan perjalanan dinas juga harus dipotong karena jumlahnya besar. Penghematan anggaran, kata Sofjan, mutlak diperlukan untuk menghindari defisit anggaran. “Indonesia income-nya kecil tapi pengeluaran besar.”

    Baca Juga:  

    Rabu, 21 Agustus 2013

    Generasi Muda Indonesia Harus Siap Hadapi Cyber War

    Asalasah ~ Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring mendorong generasi muda agar giat mempelajari perkembangan teknologi informasi (IT) dan dunia cyber agar kelak bisa melindungi Indonesia dari serangan di dunia maya.

    "Kalau tidak, siapa yang akan membawa negara kita maju untuk menghadapi tantangan cyber war ke depan," kata Tifatul saat mengisi kuliah tamu Cyber IT dan kreativitas IT di Universitas Brawijaya, Sabtu (4/5/2013).

    Dikatakan oleh Menkominfo, perkembangan ekonomi Indonesia harus didukung kemajuan di bidang IT. Apalagi 2045 mendatang Indonesia menargetkan sebagai bangsa modern. "Kita di bawah Cina, modernisasi harus diimbangi pengetahuan tentang IT dan cyber, agar tidak tertinggal," ucap politisi dari PKS ini.

    Menurut dia, kemajuan di bidang IT dan cyber memang membutuhkan sebuah proses dan waktu. Kesiapan sumber daya manusia harus ditata sedini mungkin untuk terwujudnya impian tersebut. "Kita punya modal SDM, tinggal mereka mau atau tidak belajar IT dan cyber," tuturnya.

    Meski begitu, lanjut dia, bukan berarti generasi muda Tanah Air enggan menerjuni kemajuan IT dan cyber, tapi perlu didorong kembali semaksimal mungkin. Ia mengatakan, tahun 2045 merupakan momentum 100 tahun Indonesia merdeka. Di saat itu, visi terciptanya Indonesia sebagai negara maju dan modern top 10 dunia harus terwujud.

    "250 juta penduduk dimiliki negara ini, jangan sampai target ke depan gagal dan kita menjadi negara tertinggal," tegasnya.

    Baca Juga:  
    Sumber: http://inet.detik.com/read/2013/05/04/122657/2237956/398/menkominfo-generasi-muda-harus-siap-hadapi-cyber-war

    Minggu, 18 Agustus 2013

    Chatting, Menjadi Aktivitas Favorit Orang Indonesia

    Asalasah ~  Indonesia bisa dikatakan sebagai negara yang masyarakatnya suka chatting melalui instant messaging. Setidaknya hal itu tercermin dari hasil survei Nielsen terhadap perilaku konsumen di Indonesia.

    http://images.detik.com/content/2013/08/12/398/smshasan5460.jpg
    Senin (12/8/2013) dari hasil survei bertema Smartphone Consumer Insight selama Mei 2013 lalu tercatat masyarakat Indonesia rata-rata menggunakan smartphone selama 189 menit per hari.

    Aktivitas yang paling banyak dilakukan oleh pengguna smartphone selama 189 menit tersebut adalah chatting sebanyak 94%, kemudian menyusul browsing (71%) dan social networking (64%). Mengakses email menjadi kegiatan yang paling minim, cuma 17%.

    Untuk waktu yang paling sering digunakan untuk melakukan beragam aktivitas di smartphone adalah sekitar jam 10 pagi hingga jam 2 siang. Browsing dan chatting adalah aktivitas yang memimpin di jam-jam tersebut.

    Sedangkan aplikasi instant messaging yang diminati masyarakat Indonesia dipimpin oleh Whatsapp sebanyak 58%, BlackBerry Messenger (41%). dan LINE 35%.

    Aplikasi pesan instan lainnya yang juga banyak digunakan di Indonesia adalah Kakao Talk (30%), WeChat (27%), Hangout By Google Inc (20% ), Yahoo Messenger (18%), Facebook Messenger (10%), Skype (7% ) dan ChatOn (6%).

    Untuk aktivitas browsing didominasi oleh situs Google sebanyak 64%. Untuk situs lain yang populer di Indonesia adalah Facebook (58%), kemudian Google blogger (34%) dan YouTube (26%). Twitter menduduki posisi nomor sepuluh (14%).

    Survei ini juga menyatakan 38% pengguna smartphone memilih perangkat smartphone karena kriteria sistem operasi favoritnya, dan 33% memilih karena desain dan bentuk fisik smartphone tersebut.

    Selain itu, untuk konsumen yang membeli perangkat melalui distributor outlet sebanyak 48% dan dari toko ritel independen 34%.

    Pada tahun lalu jumlah ponsel yang dikapalkan ke Indonesia sekitar 55 juta unit atau naik 15% dibandingkan 2011. Dari angka ini pengapalan tablet mencapai 1,6 juta unit. Pada akhir kuartal keempat 2012, 6,8 juta unit dari total ponsel dikapalkan adalah smartphone.

    Sementara badan riset Frost & Sullivan memprediksi pasar smartphone di Indonesia memiliki rata-rata pertumbuhan 68,3% tiap tahunnya sejak 2010 hingga 2013.

    Saat ini di Indonesia diperkirakan terdapat 15 juta pengguna BlackBerry. Sedangkan WhatsApp memiliki 250 juta pengguna di seluruh dunia dimana Indonesia masuk dalam lima besar.

    Hal yang sama berlaku di LINE dimana Indonesia menempati urutan ke lima sedunia dengan unduhan sebanyak 23 juta kali dalam lima bulan sejak peluncuran.

    Baca Juga:  
    Sumber: http://inet.detik.com/read/2013/08/12/073032/2327064/398/indonesia-keranjingan-chatting?i991101105