Tampilkan postingan dengan label Ekonomi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ekonomi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 29 Agustus 2013

Rupiah Melemah, banyak Orang Menukarkan Dolar di Money changer

Asalasah ~ Sejumlah tempat penukaran uang atau money changer di Jakarta ramai dikunjungi oleh warga yang ingin menukarkan uang saat harga dolar Amerika Serikat (AS) mencapai Rp 11.050.

Situasi di tempat penukaran uang di Jakarta/ilustrasi
Marketing PT Indo Multi-Valasindo, Yuni kepada Antara di Jakarta, mengatakan alasan mereka umumnya untuk kebutuhan pribadi maupun keperluan investasi. "Kalau di sini tetap saja banyak pelanggan yang ingin menukarkan uang walaupun harga dolar AS naik. Kebanyakan pelanggan yang datang menukarkan dolar ke rupiah, dan rata-rata mereka untuk investasi," ujarnya.

Harga dolar AS saat ini di PT Indo Multi-Valasindo kawasan Sabang, Jakarta Pusat sebesar Rp 11.050 untuk kurs beli, sementara Rp 11.250 untuk kurs jual. Hal itu dimanfaatkan oleh salah satu pelanggan di PT Indo Multi-Valasindo, Tanti, untuk menjual uang dolar AS yang dimilikinya agar mendapatkan keuntungan.

"Saya memang suka menyimpan uang dolar untuk investasi. Saya lihat harga dolar menguat dan cukup tinggi jika dibandingkan waktu pertama kali saya beli, sekitar Rp 9.000. Berarti kalau saya tukar saat ini, saya untung," kata Tanti.

Kondisi serupa juga terjadi di money changer PT Prima Sentral Dinamika, Tangerang yang terlihat ramai dikunjungi oleh para pelanggan yang ingin menukarkan uangnya. "Kalau di sini, jual atau beli sama saja, seimbang. Masih banyak yang mau beli dolar, yang jual juga banyak," kata Marketing PT Prima Sentral Dinamika, Soleh.

Selain digunakan sebagai investasi, masyarakat juga membutuhkan dolar AS sebagai kebutuhan mereka untuk bertransaksi saat berada di luar negeri. "Sebenarnya harga dolar saat ini memang sangat tinggi, tapi saya memang butuh, karena mau pergi keluar negeri. Oleh karena itu, mau tidak mau walau tinggi saya tetap harus beli," kata seorang wiraswasta, Hengky.

Baca Juga:  
Sumber: http://www.republika.co.id/berita/ekonomi/bisnis/13/08/24/mrz5em-ini-dampak-rupiah-melemah

Minggu, 18 Agustus 2013

Ekonomi Jepang Tumbuh Melebihi Harapan

nikkei http://asalasah.blogspot.com/2013/08/ekonomi-jepang-tumbuh-melebihi-harapan.html
Asalasah ~ Jepang merevisi naik angka pertumbuhan ekonomi untuk tiga bulan pertama tahun ini, menambah harapan pemulihan di negara dengan ekonomi terbesar ketiga di dunia itu.

Ekonomi Jepang tumbuh 1% antara Januari dan Maret, dibandingkan dengan tiga bulan sebelumnya, atau naik dari perkiraan awal sebesar 0,9%.
Secara tahunan, pertumbuhan ekonomi menunjukan kenaikan 4,1%, demikian menurut pejabat setempat.

Data ini mengikuti serangkaian kebijakan agresif yang bertujuan untuk memacu pertumbuhan ekonomi Jepang.

Hasil yang berada di atas harapan ini membantu mengangkat semangat investor. Bukinya, indeks Nikkei 225 naik sebesar 3% lebih pada awal perdagangan.

"Dampak keseluruhan dari kebijakan yang dilakukan Perdana Menteri Shinzo Abe dan bank sentral Jepang kini mulai dirasakan," kata Martin Schulz dari Fujitsu Research Institute kepada BBC.
Permintaan domestik

Schulz melanjutkan, pertumbuhan ekonomi didorong oleh permintaan domestik yang lebih baik dari perkiraan awal.

"Ini menunjukkan bahwa strategi mereka secara keseluruhan dalam mengambil langkah-langkah yang telah membantu melemahkan yen telah tepat," kata Schulz.

Pemerintah Jepang sebelumnya tengah berjuang untuk menumbuhkan ekonomi dari kondisi stagnan yang dialami bertahun-tahun.

Dalam upaya untuk meningkatkan belanja konsumen, Bank of Japan telah melipat gandakan uang yang beredar dan pada saat yang sama mengambil langkah-langkah untuk menjaga suku bunga jangka panjang tetap rendah.

Idenya adalah dengan lebih banyak uang dan biaya pinjaman yang rendah, konsumen dan pelaku bisnis akan memiliki lebih banyak uang untuk dibelanjakan. Dengan demikian menaikkan permintaan domestik dan akhirnya memicu lonjakan harga konsumen.

Baca Juga: