Tampilkan postingan dengan label Korea. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Korea. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 24 Agustus 2013

Ide Kreatif Untuk Permudah Mendapatkan Tempat Parkir

Balon HERE sebagai salah satu ide untuk menghemat BBM yang dicetuskan perusahaan minyak di Korea Selatan
Asalasah ~ Satu perusahaan minyak Korea Selatan punya ide sederhana tapi jitu dalam menghemat BBM. Perusahaan minyak S-Oil punya ide menggunakan balon 'HERE', kata dalam Bahasa Inggris artinya 'di sini' untuk mengurangi waktu pengendara mencari tempat kosong di lapangan parkir yang luas.

Idenya sangat sederhana. Balon berwarna kuning terang berbentuk tanda panah ke bawah diikat di setiap tempat parkir. Saat kendaraan parkir, balon akan tertarik ke bawah oleh badan mobil sehingga tidak akan terlihat dari jauh.

Ketika lapak itu kosong, balon akan menyembul tinggi sehingga terlihat dari jauh oleh pengemudi yang sedang mencari tempat parkir. S-Oil memperkirakan rata-rata pengemudi di ibu kota Korea Selatan, Seoul menempuh 500 meter setiap kali mencari tempat parkir.

Dalam sebulan, mereka akan menempuh jarak 15 kilometer atau setara satu liter BBM hanya untuk mencari tempat parkir. S-Oil menghitung, penggunaan balon HERE di suatu lapangan parkir bisa menghemat waktu bagi 700 kendaraan atau menghemat 13 liter BBM setiap hari.

Kalikan dengan jumlah lapangan parkir dan hari, maka jumlah penghematan BBM yang dilakukan cukup signifikan. Situs Greencarreports memuji ide itu sebagai cara sederhana yang memuaskan dan mudah dalam menghemat BBM. Tapi mereka juga mengkritik ide balon HERE.

Pertama, balon berisi gas helium itu yang harus diisi secara berkala. Helium bukan gas terbarukan dan lebih penting digunakan untuk keperluan medis atau sains. "Belum lagi hampir tidak terhindarkan, ada anak-anak yang membawa gunting dan memotong tali, melepaskan balon," tulis situs tersebut.

Baca Juga:  
Sumber: http://www.republika.co.id/berita/otomotif/mobil/13/08/06/mr3m1l-ingin-irit-bbm-bisa-tiru-ide-unik-dari-korea-ini

Minggu, 04 Agustus 2013

Korea Utara Gelar Parade Militer Besar-Besaran

Asalasah ~ Korea Utara menggelar parade militer besar-besaran, Sabtu (27/7/2013), merayakan 60 tahun gencatan senjata yang mengakhiri Perang Korea.

Stasiun televisi pemerintah menayangkan tentara dan perlengkapan militer berparade di ibu kota Pyongyang dalam sebuah koreagrafi yang teratur.

Dalam parade tersebut tentara dan pengunjung mengucapkan sumpah kesetiaan mereka kepada pemimpin Korea Utara saat ini, Kim Jong Un.

Tahun 1950-53 Perang Korea berakhir dalam sebuah gencatan senjata antara Utara dan Selatan sehingga secara teknis sebenarnya kedua negara masih terlibat dalam perang.

Wartawan BBC melaporkan parade bersenjata dan defile pasukan ini mengingatkan pada parade yang sama yang digelar Uni Soviet dan China saat Perang Dingin dulu.

Tayangan televisi juga menunjukkan Kim Jong-un berjalan ke podium melalui karpet merah dengan iringan musik militer. Dia menyaksikan parade didampingi para pemimpin militer dan partai.

Spanduk raksasa diterbangkan dengan balon gas dan di atas lapangan utama di Pyongyang dipenuhi dengan bendera Korea Utara.

Sebelumnya dalam beberapa pekan terakhir Korea Utara telah menggelar parade massa dan pertunjukkan kembang api dalam perayaan ini.

Tidak toleransi provokasi
Perayaan ini berlangsung di saat Korea Utara dan Selatan mencoba untuk mengembalikan situasi setelah satu periode tensi tinggi diantara kedua negara.

Awal bulan ini, kedua negara menuntaskan putaran ketiga pembicaraan terkait pembukaan kembali kawasan industri bersama Kaesong tanpa ada kesepakatan yang dicapai.

Pekerjaan di industri Kaesong ditutup sejak pertengahan April lalu saat Korut menarik para pekerja mereka.

Kebijakan itu dikeluarkan di tengah-tengah hubungan yang memanas antara dua Korea setelah Pyonyang menggelar tes nuklir Februari lalu.

Sementara di Korea Selatan, perayaan 60 tahun gencatan senjata ini ditandai dengan pidato Presiden Park Geun-hye.

Dia berjanji tidak akan mentoleransi provokasi dari Utara tetapi juga mengatakan Seoul akan bekerja untuk membangun kepercayaan bersama Korut.

"Saya mendesak Korea Utara untuk menyerah dalam pembangunan senjata nuklir jika negara itu ingin memulai jalur perubahan dan kemajuan sejati,'' katanya.

Baca Juga:  
Sumber: http://internasional.kompas.com/read/2013/07/27/2313362/Korea.Utara.Gelar.Parade.Militer.Besar-besaran