Tampilkan postingan dengan label Puasa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puasa. Tampilkan semua postingan

Minggu, 28 Juli 2013

Usahakan Hindari Sayuran Ini Saat Sahur

Asalasah ~ Menjaga tubuh tetap bugar selama berpuasa merupakan salah satu tantangan bagi seorang Muslim. Cermat memilih makanan saat santap sahur adalah cara yang tepat.

Bukan hanya makanan yang mengenyangkan tapi kandungan nutrisinya tetap terpenuhi. Salah satunya kebutuhan sayur.

Selama berpuasa Chef Billy Andrelly Kalangi menuturkan pilihan sayur dengan kandungan mineral, serat, anti oksidan dan nutrisi tinggi. Tidak sarankan, tambah Billy, untuk mengkonsumsi kol, sawi putih dan kangkung terlalu banyak.

"Kol itu banyak mengandung gas dan kangkung mengandung zat kapur yang tinggi," kata Chef yang sering wara-wiri di televisi ini.

Kandungan gas dalam kol membuat perut menjadi kembung dan menyimpan lebih banyak gas selama berpuasa. Sedangkan kandungan zat kapur pada kangkung bisa menyebabkan asam urat.

Beberapa sayuran yang disarankan chef Billy untuk dikonsumsi saat sahur misalnya brokoli dan wortel. Kedua sayuran ini bisa dikombinasikan dengan sayur yang lainnya. "Brokoli dan wortel banyak mengandung anti oksidan. Usahakan dimasak dengan cara direbus," katanya.

Pemilihan sayuran ini, menurut chef Billy, salah satu yang penting selama puasa. Karena selama ini, ungkapnya, masyarakat sekadar makan sayur dan tidak memperhatikan kandungan nutrisinya. Dikira dengan mengkonsumsi sayur kebutuhannya sudah terpenuhi.

Baca Juga:  
Sumber: http://www.republika.co.id/berita/ramadhan/shaum-sehat/13/07/23/mqcept-selama-puasa-hindari-tiga-sayuran-ini

Sabtu, 27 Juli 2013

Makanan Favorit Berbuka Puasa Di Beijing, China

Asalasah ~ Warga Muslim di Beijing memiliki camilan favorit untuk berbuka puasa. Panganan yang laris, di antaranya ludagun, huangmimian niangao, dan paicha goreng. Salah seorang pedagang kue di kawasan Niujie di Beijing, Wang Hong Li, Ahad (21/7), mengatakan, “Menjelang berbuka puasa, banyak warga Muslim Beijing yang membeli kue-kue ini.”

Ludagun adalah camilan berbahan dasar tepung beras kuning dan tepung kedelai dengan gula serta kacang merah sebagai isinya. Kue kuno Beijing itu ditampilkan dalam berbagai bentuk, seperti mirip bolu gulung.

Kue lain yang juga merupakan favorit warga Muslim Beijing adalah huangmimian niangao. Kue ini terbuat dari tepung beras kuning dan kurma merah. Teksturnya lembut dan lengket serta memiliki rasa manis. “Kue ini dijual 12 yuan per 500 gram,” kata Wang.

Camilan favorit lainnya adalah paicha goreng yang merupakan makanan ringan yang renyah dan gurih. Makanan ringan tersebut terbuat dari tepung, air, garam, dan wijen. “Adonan itu nantinya akan dibentuk persegi panjang berukuran 10cmx5cm. Setelah itu, digoreng menggunakan minyak sayur,” ujar Wang.

Beijing memiliki sejarah panjang dalam memproduksi berbagai jenis makanan. Sejak ditetapkan sebagai ibu kota, Beijing memiliki beragam makanan tradisional dengan cita rasa yang kuat sesuai zamannya. Secara sosiologis, beragam makanan khas Beijing juga dibagi ke dalam tiga golongan, yakni makanan dengan cita rasa suku Han (suku mayoritas di Cina), Hui (etnis minoritas terbesar di Cina dari etnis minoritas yang diakui di Cina), dan makanan kaum kekaisaran.

Masih ada etnis Uyghur di Wilayah Otonomi Xinjiang Uyghur, yang sebetulnya “sempalan” etnis Turki yang telanjur bermukim di (kini) Provinsi Xinjiang. Mereka beragama Islam dengan tradisi campuran antara budaya Turki-Cina. Umumnya, beragam makanan itu disajikan dengan metode dikukus, digoreng dengan sedikit minyak, digoreng dengan minyak banyak, dan direbus dalam air mendidih pada waktu singkat.

Baca Juga:  
Sumber: http://www.republika.co.id/berita/ramadhan/kuliner-2/13/07/22/mqb182-ini-camilan-jadi-favorit-muslim-beijing-berbuka-puasa

Senin, 22 Juli 2013

Kehidupan Muslim Rusia saat Ramadhan

http://asalasah.blogspot.com/2013/07/kehidupan-muslim-rusia-saat-ramadhan.html
Asalasah ~ Pada masa lalu, puluhan tahun Muslim Rusia terkukung dalam tirai komunisme. Kini, mereka menikmati kebebasan beragama sehingga Ramadhan tahun ini begitu istimewa. Berbondong-bondong Muslim Rusia menuju masjid guna melaksanakan buka bersama yang dilanjutkan Tarawih. Semangat kebersamaan pun tumbuh.

Metin Donmez, imigran asal Turki berharap Ramadhan tahun ini akan membawa berkah bagi Muslim Rusia. Menurutnya, Ramadhan merupakan momentum bagi Muslim untuk saling mendoakan. Ini merupakan kesempatan yang begitu luar biasa lantaran bisa bertemu dengan Muslim dari seluruh wilayah Rusia.

Sejak awal Ramadhan, lanjutnya, umat Islam meramaikan masjid. Di sana, Muslim Rusia melaksanakan sahur bersama, lalu dilanjutkan dengan ibadah wajib dan berbuka bersama dan tarawih.

Seperti dikutip The World Buletin, Selasa (16/7), pada masa lalu, kegiatan macam itu mungkin sulit terlaksana di Rusia. Karenanya, momentum seperti ini tak disia-siakan Muslim Rusia guna mempromosikan ajaran Islam sekaligus memperkuat kebersamaan di kalangan Muslim.

Sejumlah dokumenter tentang Islam pun dipertontonkan. Diskusi dan kajian tentang Islam digelar. Penggalangan dana untuk mereka yang tak mampu digeliatkan. Sayangnya, kemajuan  itu terasa kurang sempurna lantaran umat Islam Rusia masih kesulitan mendapatkan makanan halal.

Itu yang membuat prihatin Muslim Rusia seperti diungkap Duta Besar Turki untuk Rusia, Aydin Sezgin. Menurut dia, masalah ini tentu perlu mendapat perhatian pemerintah Rusia. Ini mengingat populasi Muslim Rusia cukup besar.

Baca Juga:  
Sumber: http://www.republika.co.id/berita/ramadhan/puasa-mancanegara/13/07/16/mq0nc8-geliat-ramadhan-di-rusia