Tampilkan postingan dengan label Hewan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hewan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 15 September 2013

Indahnya Fase Metamorfosis Kupu-kupu

kupu1
Asalasah ~ Kupu-kupu adalah hewan yang dihasilkan dari sebuah proses metaformosis dari binatang yang bernama ulat. Sebelum menjadi Kupu-Kupu, Ulat adalah binatang yang mungkin sangat menggelikan atau bahkan ada yang merasa takut, suka merusak tanaman, memakan dedaunan semaunya.

Transformasi dari ulat ke
kupu-kupu adalah salah satu yang paling indah di alam. Dalam kepompong, semua sifat buruk dari ulat berubah ketika ia menjalani “Puasa”. Proses dalam kepompong ini biasanya berlaku sekitar 2 minggu sampai 1 bulan (tergantung jenisnya).

Setelah selesai menjalani “Puasanya” maka berubahlah Ulat tersebut menjadi Kupu-Kupu yang memiliki sayap yang beragam bentuknya.
kupu2
Ketika menjadi Kupu-Kupu, jadilah ia mahluk yang Indah dipandang mata, hinggap di dahan dan hampir tidak pernah ada dahan yang patah karena di hinggapi oleh Kupu-Kupu. Terbang kian kemari membantu proses penyerbukan tanaman, hanya memakan makanan yang baik untuk dirinya. Singkatnya setelah menjalani “Puasa” maka jadilah ia hewan yang banyak memberi manfaat bagi makhluk lainnya.
kupu3
Itulah sebuah proses metamorfosis, menjalani “puasa” menjauhkan diri dari makan dan minum, menutup dirinya dari hiruk pikuk kehidupan dunia. Ia begitu mirip dengan cara manusia “beriktikaf”, yaitu merenung dan melakukan “per-taubat-an”, sehingga keluar menjadi kupu-kupu yang indah, disukai banyak orang dan mempunyai nilai yang tinggi.
http://asalasah.blogspot.com/2013/09/indahnya-fase-metamorfosis-kupu-kupu.html
Barangkali demikianlah gambaran puasa Ramadhan yang diharapkan terhadap orang-orang yang beriman. Umat manusia yang banyak berbuat salah dan dosa, hendaknya bisa belajar seperti metamorfosis ulat ini dan mengubah diri menjadi manusia yang bertakwa dan mudah-mudahan dicintai dan disayang oleh Alloh SWT.
 kupu5
Dan hamba-hamba Tuhan Yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata yang baik (yang mengandung) keselamatan. (QS Al-Furqan 25:63)

Orang yang berhasil dalam puasanya, ia akan memilih makanan dari yang halal dan yang baik-baik saja, seperti kupu-kupu yang hanya memilih sari madu bunga terbaik sebagai makanannya. Orang yang berpuasa dan mukmin sejati, akan senantiasa menjauhkan diri dari yang haram, baik makanannya maupun perbuatannya.

Berikut Video Metamorfosis Kupu-kupu

Baca Juga:  

Rabu, 11 September 2013

Ternyata Kecoa Sangat Berjasa Bagi Lingkungan

Asalasah ~ Jika diajukan pertanyaan, "apakah hewan paling menjijikkan di dunia?", sebagian besar orang mungkin akan menjawab kecoa. Tubuhnya yang hitam, dapat berlari dengan gesit sampai sulit ditangkap, serta hidup di tempat-tempat kotor, lembab, dan jorok, membuat tak sedikit orang menjerit histeris saat melihat hewan yang satu ini. Tapi tahukah Anda bahwa kecoa memiliki manfaat yang begitu besar terhadap lingkungan? Hal ini diungkap peneliti dari University of Texas, Amerika Serikat.

Professor Srini Kambhampati dari University of Texas menyebutkan, kecoa memiliki peran esensial dalam kelangsungan ekosistem planet. Jika populasi kecoa menurun drastis, siklus nitrogen di bumi pun akan terganggu. "Kecoa hobi menyantap sisa-sisa sampah organik yang banyak mengandung nitrogen. Nitrogen yang masuk ke dalam tubuh mereka kemudian dilepaskan di tanah dan digunakan untuk tumbuh-kembang tanaman," papar Kambhampati seperti dikutip Huffington Post belum lama ini.


http://asalasah.blogspot.com/2013/09/ternyata-kecoa-sangat-berjasa-bagi.html

"Dengan kata lain, jika kecoa punah kesehatan lingkungan di bumi akan terkena dampaknya. Begitu juga semua spesies yang tinggal di dalamnya," lanjut Kambhampati. Kambhampati menambahkan, 10.000 jenis spesies kecoa yang ada di muka bumi juga menjadi makanan bagi burung dan tikus, yang kemudian menjadi santapan hewan lain, seperti kucing, elang, dan reptil. Ini berarti, jika kecoa punah akan mengganggu rantai makanan dari hewan lain.

Baca Juga:  

Spesies Cacing Unik Yang Memiliki 60 Biji Mata

Asalasah ~ Cacing bermata 60 biji bukan jumlah sedikit, cacing dengan mata 60 biji ini adalah salah satu mahluk paling aneh yang pernah ditemukan. Para ilmuwan mengungkap spesies baru cacing pipih yang unik. Binatang unik ini memiliki 50 sampai 60 mata, yang semuanya berdesakan di tubuhnya yang mini, hanya sepanjang 12 milimeter. Binatang ini ditemukan di padang rumput dekat Cambridge, Inggris, yang dijuluki "tempat paling terdokumentasi di muka bumi". Cacing tersebut ditemukan oleh Brian Eversham, direktur eksekutif Wildlife Trust untuk Bedfordshire, Cambridgeshire, dan Northamptonshire. Invertebrata aneh itu awalnya dianggap sebagai keturunan Antipodean, sekaligus juga kerabat dekat dari spesies yang ditemukan di Irlandia Utara yang disebut Kontikia Andersoni. "Aku mengambil gambar satwa liar pada Minggu pagi lalu beralih ke potongan kayu, dan menjumpai cacing lucu itu," kata dia seperti dimuat Daily Mail.


Widih Cacing ini Memiliki Mata Sampai 60 Biji

Eversham menambahkan, cacing yang ia temukan mirip cacing yang ditemukan di Irlandia Utara. "Inggris adalah negara terbaik untuk mendokumentasikan kehidupan satwa liar, sangat tidak biasa untuk menemukan spesies yang belum pernah dilihat sebelumnya di sini," kata dia. Apalagi Inggris, dia menambahkan, tak seperti negara tropis dan wilayah kurang dikenal di dunia di mana jutaan spesies belum terdokumentasikan.

Atau Selandia baru yang menjadi "pusat" keanekaragaman cacing pipih, yang iklimnya kebetulan sangat mirip dengan Inggris. Sementara Ahli biologi yang relevan, Dr Hugh Jones meyakini, mahluk itu adalah spesies yang benar-benar baru, yang belum pernah dideskripsikan sebelumnya.

Dr Jones, patner ilmiah Museum Sejarah Alam Inggris mengatakan, ia hanya melihat satu contoh lain dari cacing serupa, spesies tunggal yang ditemukan di Belanda April lalu. Sementara, seperti dimuat BBC, Jones berharap segera menginvestigasi spesies dengan mempelajari kelamin hewan itu. "Itu alat diagnostik terbaik ketika mengidentifikasi cacing pipih," kata dia.

Baca Juga:  

Sabtu, 07 September 2013

Ternyata Kucing Butuh Tidur 20 Jam Sehari

Jadi Predator, Kucing Perlu Tidur 20 Jam Sehari
Asalasah ~ Bagi Anda yang suka kucing atau memeliharanya, pasti sering melihat hewan itu tengah tertidur. Bahkan kucing memiliki waktu tidur terlama dari mamalia lain, kecuali opossum dan beberapa jenis kelelawar. Setidaknya dua per tiga waktu dari kehidupan kucing sehari dipakai untuk tidur, atau sekitar 16-20 jam per hari.

Lamanya durasi tidur kucing dikarenakan kodratnya sebagai hewan predator. Dan mangsa lahapan kucing bukanlah hewan yang mudah ditangkap. Sehingga mereka harus terus mengejarnya sampai tertangkap. Karena itu, kucing membutuhkan banyak energi untuk berburu. "Hal itu juga yang membuat jadwal tidur kucing menjadi lama," tulis Cats About. "Meski tidak tidur, kucing betah beristirahat lama-lama."

Selain memerlukan banyak tenaga, kebiasaan tidur kucing juga dipengaruhi asupan makannya. Tidak seperti hewan herbivora, kucing dapat memasok energi dari protein. Jadi mereka tidak perlu susah payah merumput untuk mendapatkan energi.

Hobi tidur kucing ditandai oleh dua pola aktivitas otak. Kegiatan ini sendiri sudah diukur secara eksperimental dengan electroencephalograph (EEG) yang mencatat gelombang aktivitas pada grafik. Ketika terjaga, otak kucing memancarkan gelombang yang teratur. Dan kala tertidur, otak kucing menghasilkan gelombang panjang serta tidak teratur.

Kucing pun tidur dengan cara yang hampir sama seperti manusia, mereka bisa terlelap dalam tidurnya. Meski tengah pulas, kucing bisa langsung terbangun dan siaga dengan keadaan di sekitarnya. Sebab selama tidur, indra kucing terus merekam suara dan aroma hingga 70 persen. "Ketika mendengar suara tikus atau mencium bau tikus, mereka sontak terbangun. Hal itu sudah menjadi insting dari kucing."

Bagi kucing rumahan yang tak perlu berburu, mereka tetap memiliki sifat dasar suka tidur. Minimal bersantai, bermalas-malasan. Bahkan waktu tidur mereka sama dengan kucing di alam liar, rata-rata 16 jam sehari. Dan mereka bukanlah binatang nocturnal yang aktid di malam hari. Melainkan crepuscular, suka beraktivitas kala subuh atau menjelang senja.

Baca Juga:  

Jumat, 06 September 2013

Ular Boa di Amazon Telan Seekor Monyet

http://asalasah.blogspot.com/2013/09/ular-boa-di-amazon-telan-seekor-monyet.html
Asalasah ~ Kemampuan berburu boa constrictor mencapai batas baru. Di hutan belantara Amazon di Brasil, ular tak berbisa itu mampu memangsa seekor monyet. Primata nahas itu dibelit, diremas, dan dicekik sampai mati kemudian ditelan bulat-bulat oleh si boa.

Fenomena pertama di kalangan ular keluarga Atelid itu diabadikan dalam foto oleh Erika PatrĂ­cia Quintino, seorang ilmuwan di Pontifical Catholic University of Rio Grande do Sul di Porto Alegre, Brasil. Quintino saat itu sedang menjelajahi hutan Amazon untuk risetnya.

Kejadian bermula tepat sebelum tengah hari ketika monyet itu melepaskan diri dari kelompoknya dan berkelana ke arah pohon tempat bersembunyi ular boa sepanjang dua meter. Quintino sedang berjalan di sekitar tempat kejadian saat tiba-tiba si monyet berteriak memberikan peringatan ke anggota kelompoknya. Mendengar itu, Quintino bergegas mendatangi asal suara tepat sebelum si ular boa menyerang monyet.

Boa itu menghantam mangsanya tepat di kepala, kemudian melilitkan tubuh panjangnya membungkus tubuh monyet, lalu meremasnya hingga monyet itu tak bernapas. Kendati monyet lainnya kemudian datang dan memukuli boa, namun ular itu bergeming dan terus meremas si monyet.

"Monyet lainnya kemudian menjauh untuk menonton kawannya menemui ajal dari jarak yang aman," kata Quintino menceritakan kembali peristiwa itu, Jumat, 30 Agustus 2013. Ia merekam dengan kameranya setiap tahap penyerangan ular boa terhadap monyet.

Monyet diperkirakan mati dalam waktu lima menit. Namun ular itu terus mencengkeram tubuh mangsanya. Lima belas menit kemudian ular itu mulai menelan monyet di bagian kepala terlebih dulu. Ular melahap tubuh monyet sedikit demi sedikit sambil melingkarkan ekornya pada batang pohon. Tubuh monyet berhasil ditelan seluruhnya setelah 76 menit.

"Ular boa itu kemudian kembali ke tempat awal dia menyerang si monyet," ujar Quintino, seperti dikutip laman Newscientist.

Dua hari kemudian, ular boa itu masih terlihat di pohon yang sama. Ini perilaku normal bagi spesies boa yang memilih untuk menunggu mangsanya di satu tempat selama satu bulan. Strategi ini, menurut Quintino, sangat efektif di kawasan hutan yang lebat. "Monyet cenderung menggunakan rute yang sama berulang-ulang," ujarnya.

Baca Juga:  
Sumber: http://www.tempo.co/read/news/2013/08/31/061508980/Di-Amazon-Ular-Boa-Telan-Seekor-Monyet

Selasa, 03 September 2013

Ilmuwan Jepang Buat Bank Sperma Hewan Langka

Ilmuwan Jepang Bangun Bank Sperma Hewan LangkaAsalasah ~ lmuwan Jepang telah meluncurkan sebuah bank sperma khusus hewan langka yang terancam punah. Ketua tim peneliti profesor Takehito Kaneko mengatakan, dengan menggunakan teknologi pembekuan diharapkan suatu hari bisa membantu umat manusia menciptakan populasi hewan di planet lain.

Tim dari Kyoto University's Institute of Laboratory Animals Graduate School of Medicine, Jepang berhasil mengawetkan sperma yang berasal dari dua primata terancam punah dan seekor jerapah. Para ilmuwan mencampur sperma hewan-hewan itu dengan cairan khusus, dikeringkan dan dibekukan dengan cara yang memungkinkan mereka dapat disimpan dalam suhu hanya 4 derajat celcius.

Suhu tempat penyimpanan sperma itu lebih tinggi daripada tempat penyimpanan konvensional, namun energi yang dibutuhkan lebih sedikit.

Sebelumnya, Kaneko dan rekan-rekannya telah berhasil mmembekukan sel sperma dari hewan pengerat dan tikus tanpa penggunaan peralatan nitrogen cair yang besar, dan mampu membuktikan tingkat kelangsungan hidup spermatozoa hingga lima tahun kemudian.

"Dengan cara ini, di masa mendatang para ilmuwan dapat memperoleh informasi genetik dengan lebih mudah, yang berarti kita bisa membantu melestarikan spesies hewan terancam punah," kata Kaneko seperti dikutip dari laman Phys.org, Rabu 28 Agustus 2013.

"Hal ini mungkin terdengar seperti mimpi, tapi di masa depan kita bisa mengambil informasi genetik ke ruang angkasa," katanya. Hal ini juga memungkinkan untuk mentransfer material demi membangun populasi hewan di masa depan.

Dalam waktu dekat, teknologi juga memungkinkan untuk menyimpan sperma pada suhu ruangan untuk jangka pendek, yang berarti akan lebih akan jika terjadi gangguan listrik yang misalnya disebabkan oleh bencana alam.

Tantangannya saat ini, lanjut Kaneko, adalah bagaimana mengembangkan penerapan metode untuk kesamaan hasil yang lain. "Sekarang kita masih harus menggunakan cara-cara pembekuan konvensional yang telah kita pelajari dengan baik," ujarnya.

Baca Juga:  
Sumber: http://www.tempo.co/read/news/2013/08/29/061508367/Ilmuwan-Jepang-Bangun-Bank-Sperma-Hewan-Langka

Senin, 02 September 2013

Pulau Okunoshima, Pulau Di Jepang Yang dipenuhi Kelinci

Pulau Okunoshima
Asalasah ~ Awalnya, Pulau Okunoshima merupakan pangkalan militer rahasia yang bertanggung jawab untuk menghasilkan bahan kimia beracun selama Perang Dunia II. Kini, pulau yang terletak di Jepang ini terkenal karena pariwisatanya.

Pariwisata di Pulau Okunoshima bukan jenis pariwisata yang berhubungan dengan basis militer atau sisa pabrik bahan kimia beracun peninggalan masa perang dulu. Sebaliknya, satu hal yang dicari wisatawan yang datang ke pulau ini adalah kelinci-kelinci yang imut.

Pulau ini memang dipenuhi kelinci. Orang-orang pun jadi menyebut Pulau Okunoshima dengan nama “Pulau Kelinci”. Selama 16 tahun, militer Jepang menggunakan pulau ini untuk menghasilkan kiloton gas yang mematikan.

Pulau ini dipilih sebagai tempat pembuatan kimia beracun karena lokasinya yang terpencil. Jika nantinya ada kecelakaan akibat gas beracun, kota-kota besar seperti Tokyo akan terhindar dari bencana tersebut.

Pulau kelinci Okunoshima http://asalasah.blogspot.com/2013/09/pulau-okunoshima-pulau-di-jepang-yang.html

Seperti dikutip dari Huffington Post, awal kehadiran kelinci di pulau ini adalah sebagai bahan percobaan untuk uji bahan kimia. Setelah kekalahan Jepang oleh tentara Sekutu pada akhir Perang Dunia II, semua kegiatan di pulau ini ditutup.

Semua kelinci pun dilepaskan kembali ke alam liar. Seperti disebutkan dalam CNN Travel, di tahun 1971 sekelompok anak-anak sekolah melepaskan delapan kelinci di pulau ini. Hasilnya, kelinci-kelinci itu terus berkembang biak hingga mencapai lebih dari 300 ekor.

Tak heran jika pulau itu pun dijuluki Usagi Shima atau Pulau Kelinci. Meski pulau itu memiliki masa lalu yang suram, kini pulau dengan luas 700.000 meter persegi tersebut dilengkapi dengan lapangan golf, pantai, taman, dan resor.

Uniknya, walaupun kelinci di pulau ini secara teknis merupakan hewan liar, tetapi bertahun-tahun masa penangkaran telah membuat mereka terbiasa dengan kehadiran manusia.

Pulau kelinci Okunoshima

Kelinci-kelinci ini terbiasa melompat ke pangkuan wisatawan dengan harapan akan mendapatkan wortel, kubis, atau pakan kelinci lainnya. Wisatawan dapat membeli makanan untuk kelinci di resor setempat.

Beberapa biro perjalanan wisata Jepang telah lama menawarkan paket tur ke Pulau Okunoshima bagi penggemar kelinci. Tur disediakan dalam bahasa Jepang maupun bahasa Inggris.

Pengunjung pulau dengan bebas bisa menyentuh kelinci-kelinci tersebut dan memberinya makan. Untuk pengunjung anak-anak disarankan untuk datang di bawah pengawasan orang tua. Binatang seperti anjing dan kucing dilarang masuk kawasan ini.

Untuk mencapai pulau ini dari Tokyo, ibu kota Jepang, pengunjung bisa naik Sanyo Shinkansen ke Stasiun Mihara. Lalu ganti ke Kure Line dan turun di Stasiun Tadanoumi. Dari sini, perjalanan bisa dilanjutkan dengan kapal feri ke Okunoshima dengan waktu tempuh sekitar 12 menit.

Baca Juga:  

Rabu, 28 Agustus 2013

Aneh, Hiu Ini Memburu Sesama Hiu

Aneh, Hiu Ini Menyantap Sesama Hiu
Asalasah ~ Sesuai rantai makanan, ikan kecil akan dimakan ikan besar, dan ikan besar akan dimakan ikan yang lebih besar, dan seterusnya sampai bertemu predator puncak. Namun alur makan-dimakan ini tidak umum terjadi di antara jenis ikan yang sama.

Satu kasus unik dijumpai tatkala hiu memakan sesama hiu yang lebih kecil. Fenomena ini tertangkap kamera tim peneliti Laboratorium Eksplorasi Laut Pengiderajaan Jauh, dan Biogeografi Universitas Delaware. Potret menunjukkan seekor hiu dogfish ditelan utuh oleh hiu harimau pasir (Carcharias taurus), salah satu predator puncak di lautan.

Tim peneliti bulan ini menangkap si hiu harimau pasir di perairan Teluk Delaware di pesisir timur Amerika Serikat. Ikan pemburu itu sebelumnya telah ditandai dengan alat pelacak sehingga keberadaannya bisa dipantau lewat satelit.

Untuk menangkap hiu harimau pasir, para peneliti menerapkan teori rantai makanan. Mereka menggunakan ikan menhaden sebagai umpan. Ikan laut ini dengan cepat disambar oleh hiu dogfish (Mustelus canis). Hiu dogfish yang menyambar menhaden tidak menyadari kalau dia menjadi incaran hiu harimau yang lebih besar.

"Dogfish yang berukuran sekitar satu meter benar-benar ditelan oleh hiu harimau pasir," tulis para peneliti, Rabu, 21 Agustus 2013, seperti dikutip Livescience.

Hiu harimau pasir biasa disebut hiu bergigi compang-camping karena tiga baris giginya menonjol sehigga tampak menakutkan. Barisan gigi tajam ini menjadi senjata utama hiu untuk memburu mangsanya, yang biasanya berupa lobster, ikan pari, cumi-cumi, dan ikan lain yang lebih kecil.

Kendati tergolong predator yang ganas, hiu harimau pasir tidak agresif terhadap manusia. Bahkan hiu ini cukup umum dijadikan hewan peliharaan di dalam akuarium karena ukuran tubuhnya yang mencapai tiga meter dan kemudahannya berkembang biak di penangkaran.

Tidak dijelaskan secara gamblang penyebab hiu harimau pasir itu menyantap hiu dogfish. Yang pasti para peneliti mengatakan hiu harimau pasir berjenis kelamin betina itu sedang kelaparan. Setelah ditangkap, difoto, dan dipasang alat pemantau yang baru, hiu harimau pasir itu dilepaskan kembali ke lautan.

Baca Juga:  
 
Sumber: http://www.tempo.co/read/news/2013/08/21/095506097/Aneh-Hiu-Ini-Menyantap-Sesama-Hiu

Jumat, 23 Agustus 2013

Laba-laba Punggung Merah Beracun, Kecil Banget

Asalasah ~ Seekor laba-laba beracun dengan punggung berwarna merah di temukan di taman sebuah rumah di Kawasaki, yang menunjukkan seekor arachnida asing invasive yang merayap lebih dekat ke Tokyo.

Warga Kawasaki menemukan laba-laba bersama dengan ovisac dan mereka menggunakan pestisida. Laba-laba tersebut kemudian dikonfirmasi menjadi berpunggung merah, yang terdaftar sebagai spesies asing invasif oleh pemerintah.

Laba-laba berpunggung merah pertama kali ditemukan di Jepang yang muncul di pelabuhan Takaishi, Prefektur Osaka, pada tahun 1995, mungkin tiba bersama kapal kargo dari Australia.

Lembaga Nasional untuk Studi Lingkungan Hidup telah mengesahkan bahwa laba-laba itu telah ditemukan di 18 prefektur sejak saat itu, namun jumlah dalam kenyataan diperkirakan lebih besar.

"Laba-laba punggung merah cukup berbahaya," kata Masahiro Yoshida, seorang mantan peneliti senior Prefektur Osaka Institute of Public Health yang sekarang memimpin Laboratorium Osaka berbasis Penelitian Bio, The Japan Times.

Dia mengatakan racun laba-laba dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah mendadak dan dapat menyebabkan kematian bagi anak-anak muda atau orang tua dengan gangguan jantung.

Gigitan laba-laba punggung merah telah menyebabkan kematian di Australia. Yoshida menambahkan untuk mendesak pemerintah kota, khususnya di Tokyo, untuk berjaga-jaga "Setiap pemerintah daerah harus memiliki petugas yang bertanggung jawab atas pemusnahan laba-laba beracun. Mereka juga harus mendidik masyarakat tentang bahaya laba-laba punggung merah". Seperti banyaknya spesies laba-laba lainnya, laba-laba punggung merah betina tumbuh jauh lebih besar dari jantan dan dapat mencapai sekitar 1 cm.

Seorang wanita 86-tahun menderita gigitan laba-laba punggung merah di Fukuoka pada 3 September yang ada di sepatunya. Dia dibawa ke rumah sakit dan pulih setelah mengambil suntikan serum
Menurut Kementerian Lingkungan Hidup laba-laba hitam yang memiliki bercak merah di tubuh mereka hanya betina yang berbisa, dan biasanya ditemukan dalam gelap, tempat lembab dan hangat, termasuk dalam selokan.

Baca Juga:  
Sumber: http://www.pulsk.com/293847/Labalaba-Punggung-Merah-Beracun-Ditemumkan-di-Kawasaki.html

Kamis, 22 Agustus 2013

Foto-Foto Ular Yang Sedang Makan Manusia

ular makan manusia
Asalasah ~ Fenomena aneh dan ngeri terkadang berada diseitar kita tanpa kita ketahui, Seperti cuplikan yang bakal CCJ kasih buat kalian ini. Mungkin pernah diantara pembaca yang sedikitnya mendengar kalau ada ular yang pernah memakan manusia dalam keadaan hidup-hidup maupun sudah mati.

Nah, Bagi kamu yang penasaran pengen lihat, ya kira-kira seperti cuplikan dibawah ini.

BeKiCot..!

Peringatan : Bagi pembaca setia yang lemah iman dan mentalnya, sebaiknya jangan di liat ya. Atau kalau masih pengen, pas ada cuplikan yang tidak sanggup kamu liat, harap lambaikan tangan kearah kamera yang ada di situ, situ dan disitu (kek uji nyali aja -pred).


ular makan manusia

ular makan manusia

ular makan manusia

http://asalasah.blogspot.com/2013/08/foto-foto-ular-yang-sedang-makan-manusia.html

ular makan manusia


Baca Juga:  
Sumber: http://www.ceritaciijail.com/2013/05/Ngeri.Foto.dan.Video.Ular.Sedang.Makan.Manusia.html

Selasa, 20 Agustus 2013

Hati-hati, Kucing Dapat Tularkan Tuberkulosis

Hati-hati, Kucing Bisa Tularkan Tuberkulosis
Asalasah ~ Kucing, hewan peliharaan yang menggemaskan, ternyata bisa menularkan bakteri Tuberkulosis (TB) pada manusia. Mengingat kucing merupakan hewan petualang, bakteri ini bisa masuk dari mana saja, termasuk dari sapi dan hewan pengerat. Selain itu, bakteri ini juga bisa ditularkan melalui susu yang terinfeksi bakteri TB.

“Masalah ini menjadi pelik, pasalnya kucing memiliki kontak yang begitu dekat dengan manusia,” ujar Carl Padgett, mantan presiden Asosiasi Dokter Hewan Inggris, kepada Sunday Telegraph, seperti dikutip Daily Mail, Minggu, 30 Juni 2013.

Para ilmuwan di Studi Kesehatan Hewan Universitas Edinburgh Royal School mengatakan, sebanyak 100 dari 100.000 kucing bisa terinfeksi TB. Ini lebih besar dari yang diperkirakan sebelumnya. Seperlima dari mereka diperkirakan terinfeksi oleh Mycobacterium bovis , yakni bakteri yang biasa ditemukan pada sapi dan luak. Sebagian besar juga disebabkan oleh Mycobacterium microti yang biasanya ditemukan pada tikus.

Profesor Danielle Gunn-Moore, pemimpin penelitian, mengatakan selama ini TB hanya dikaitkan dengan ternak. "Padahal, ternak bisa menularkan ke kucing. Dari sinilah, TB bisa menginfeksi manusia meskipun ternak sudah dimusnahkan.”

Tim peneliti dari Edinburgh menemukan bahwa dalam satu tahun, 17 persen dari 187 kasus TB pada kucing disebabkan oleh bakteri yang terdapat pada sapi. Penemuan ini disambut gembira oleh para peneliti. Mereka menjadi tahu bahwa ternyata kucing bisa menularkan TB.

Oleh sebab itu, dokter hewan menyarankan agar pemilik kucing berhati-hati terhadap peliharaannya. Terutama, saat kucing ini memiliki luka akibat perkelahian dengan luak atau kucing liar lainnya. Selain itu, untuk mengurangi risiko TB pada manusia, pemilik kucing juga hendaknya memvaksin si hewan manja ini

Baca Juga:  
Sumber: http://www.tempo.co/read/news/2013/07/01/060492454/Hati-hati-Kucing-Bisa-Tularkan-Tuberkulosis

Sabtu, 17 Agustus 2013

Komunitas Pecinta Capung Luncurkan Buku Tentang Capung

Buku Tentang Capung Terbit di Malang
Asalasah ~ Komunitas pecinta capu
ng, Indonesia Dragonfly Society (IDS) meluncurkan buku identifikasi capung berjudul "Naga Terbang Wendit". Buku ini merupakan hasil penelitian selama dua tahun di kawasan perairan sumber Wendit Kecamatan Pakis Kabupaten Malang. Tim IDS menemukan sebanyak 31 jenis capung, tiga diantaranya merupakan capung endemik Jawa.

"Dicetak 2.000 eksemplar," kata Ketua IDS Wahyu Sigit dalam peluncuran buku di Padi Resort Malang, Senin 3 Juni 2013. Buku setebal 164 halaman full color dilengkapi foto capung yang hidup di perairan Wendit ini menyedot dana hingga Rp 35 juta. Dana tersebut ditutupi oleh sejumlah sponsor yang menanggung biaya percetakan. Sedangkan penelitian ditanggung organisasi yang beralamat di jalan Gresik 14 Kota Malang.

Buku yang dicetak 500 eksemplar akan dibagikan gratis untuk komunitas, perpustakaan, sekolah dan akademisi. Sedangkan 250 eksemplar dibagikan kepada para sponsor yang mendanai percetakan. Selebihnya akan digunakan untuk menggalang donasi bagi kegiatan organisasi. "Harganya Rp 60 ribu," katanya.

Mereka mengidentifikasi setiap capung yang terdokumentasi. Satu per satu capung yang teridentifikasi dicatat dengan cermat. Gambar-gambar spesies tersebut juga dicantumkan dengan gamblang. Dilengkapi dengan ciri morfologi, kebiasaan dan habitat yang biasa disambangi sang capung.

Sigit tergerak mengeluarkan buku identifikasi capung karena sedikit publikasi ilmiah tentang capung. Sampai saat ini hanya dua buku yang membahas tentang capung, yitu "Mengenal Capung" karya Shanti Susanti terbitan LIPI tahun 1998, dan kumpulan esai berjudul "Capung Teman Kita" diterbitkan Pelestarian Pusaka Indonesia 2011.

Awalnya, Wahyu hanya mendokumentasikan capung di Wendit. Karena tidak ada referensi, Sigit kesulitan memberikan ulasan dan penamaan. Sehingga ia harus berkomunikasi dengan sejumlah ahli serangga dan capung dari Inggris dan Belanda. Dalam buku ini Sigit juga memberikan nama lokal berdasarkan morfologi, kebiasaan dan mitologi di masyarakat. Seperti memberikan nama Capungjarum Sunda (Nosoctita Insignis), Capungpancing Jawa (Paragomphus Reinwardtii) dan Capungbarong bercak biru (Anax Guttatus).

Dosen Universitas Diponegoro Karyadi Baskoro dalam buku Naga Terbang Wendit mengatakan jika buku ini tak hanya bermanfaat bagi akademisi tapi juga masyarakat awam. Buku ini, katanya, juga menjadi bukti berkembangnya citizen science. Sehingga saat ini ada tiga buah buku yang melengkapi identifikasi capung.

"Pada pertengahan abad 20, buku mengenai capung ditulis orang asing," katanya. Ironi, katanya, mengingat Indonesia memiliki kekayaan capung mencapai 900 jenis. Atau sekitar 15 persen dari total jenis caung di dunia. Sedangkan sekitar 110 jenis capung berada di pulau Jawa.

Baca Juga:  
Sumber: http://www.tempo.co/read/news/2013/06/04/061485601/Buku-Tentang-Capung-Terbit-di-Malang

Jumat, 16 Agustus 2013

Australia Kembangkan Gas Dari eek Babi

Australia Kembangkan Gas Dari Kotoran BabiAsalasah ~ Sekelompok ilmuwan asal Australia mengembangkan teknologi baru yang dapat mengubah eek babi menjadi biogas. Peneliti dari CRC Care, pusat riset yang berbasis di Adelaide, melakukan percobaan tersebut di peternakan babi di Cina, dengan mengubah jutaan ton kotoran babi menjadi gas alami.

Peternakan babi di Cina menghasilkan 1,4 juta ton kotoran babi dan 7 juta ton urin per tahun. Namun, hanya 10 persen yang diolah. Residu peternakan, berdampak negatif bagi lingkungan dan kesehatan.

Kepala Pelaksana CRC Care, Ravi Naidu, mengatakan timnya meneliti kotoran babi setahun terakhir. “Saat ini, biodigester sudah digunakan untuk industri,” ujarnya, Selasa, 21 Mei 2013.

Keunggulan teknologi ini adalah menghasilkan energi selama 12 bulan. Hal itu, dia melanjutkan, sebagai reaksi dari gas berasal dari kotoran yang disimpan di bawah tanah. “Keunggulan lain adalah bisa menyeimbangkan temperatur,” ujar Naidu.

Perusahaannya sedang mengembangkan teknologi yang memungkinkan penyimpangan gas di permukaan tanah sehingga bisa lebih efisien. Naidu mengatakan teknologi tersebut dapat diimplementasikan di manapun.

CRC Care juga bekerja sama dengan Pork CRC Roseworthy di Australia Selatan untuk menjaring produsen atau peternak babi yang tertarik untuk mencoba teknologi ini. Roger Campbell, bos perusahaan rekanan itu, mengatakan temuan ini bakal disambut positif di Australia. “Teknologi bisa digunakan untuk menghemat biaya produksi di peternakan,” ujar dia.

Baca Juga:  
Sumber: http://www.tempo.co/read/news/2013/05/21/061482171/Australia-Kembangkan-Gas-Dari-Kotoran-Babi

Kamis, 15 Agustus 2013

Gigitan Nyamuk Pernah Membunuh Seekor Paus

Gigitan Nyamuk Mampu Membunuh Seekor Paus
Asalasah ~ Kanduke, seekor Paus jantan berusia 25 tahun mati secara mendadak di Seaworl Orlando pada 1990. Paus tersebut mati akibat virus yang ditularkan dari nyamuk.

Pada 2007, Taku, paus jantan berusia 14 tahun mati di Seaworld San Antonio. Hal ini diketahui oleh sang pelatih. Paus tersebut diketahui telah terinfeksi West Nile Virus. Diagnosa tersebut diketahui dari proses pemeriksaan pada jaringan otaknya.

Paus sangat rentan terhadap penyakit-penyakit yang ditularkan oleh nyamuk. Para ilmuwan melaporkan dalam Journal of Marine Animals and Their Ecology, karena kolam yang dangkal sehingga mereka terinfeksi oleh nyamuk. Dua peneliti mengamati tujuh Paus di penangkaran Seaworld Florida selama seribu jam, mulai dari pukul 22.00 sampai pukul 06.00 waktu setempat, pengamatan dilakukan terhadap perilaku paus-paus tersebut.

Sebagian besar waktu, paus berada pada posisi istirahat dengan berada pada permukaan air. Pada jam-jam sore hari, para ilmuwan juga mengamati nyamuk mendarat pada sirip punggung paus untuk makan.

Paus juga lebih rentan mungkin rentan terhadap penyakit ini. Para ilmuwan mengatakan, paus-paus tersebut menderita akibat sengatan sinar matahari dan gigi yang patah atau rusak. Hal tersebut membuat sistem kekebalan tubuh melemah. Paus yang berada dalam penangkaran di Amerika kemungkinan memiliki infeksi yang sama. Namun, menurut para ilmuwan, keberadaan penyakit ini jarang dicatat dalam National Oceanic and Atmospheric Administration sebagai catatan dari kematian hewan. Sebaliknya, pada kasus Taku, penyebab resmi kematian adalah "pneumonia", tanpa mengacu pada gigitan serangga.

Baca Juga:  

  • [10] Fakta-Fakta Tentang Kecepatan
  • [10] TInggi Badan Mempengaruhi Resiko Kanker
  • [10] Everest Bukanlah Gunung Tertingggi di Dunia

  • Sumber: http://www.tempo.co/read/news/2013/08/05/072502376/Gigitan-Nyamuk-Mampu-Membunuh-Seekor-Paus

    Ekspresi Burung Marah Ini Menjadi Inspirasi Game Angry Birds

    Ekspresi Marah Burung, Inspirasi Game Angry Birds
    Asalasah ~ Burung-burung yang tampak marah ini menyembulkan bulu yang acak-acakan. Para hewan terbang pemarah ini telah menjadi inspirasi besar-besaran bagi game populer, Angry Birds. Burung jenis burung hantu, robin, dan berbagai jenis burung lainnya, tertangkap kamera dalam kondisi marah, paruh terbuka lebar dan mata kecil yang cemberut.

    “Fitur marah mereka memiliki kemiripan dengan alis dan paruh berkerut pada burung-burung di game Angry Birds,” tulis Daily Mail, Selasa, 9 Juli 2013. Angry Birds dibuat pada tahun 2009. Aplikasi permainan ini menuntut pemain untuk menggunakan ketapel guna menghancurkan babi.

    Beragam jenis burung tersedia untuk membunuh babi dalam kondisi apapun. Permainan dinyatakan menang dan masuk ke level selanjutnya jika semua babi berhasil dibunuh. Beberapa burung memiliki kemampuan khusus yang dapat diaktifkan oleh pemain.

    Menurut sebuah laporan, dalam satu hari Angry Birds dimainkan selama 300 juta menit oleh orang-orang di seluruh dunia. Orang-orang telah dibuat penasaran dan bersemangat untuk membalas dendam pada babi jahat yang telah mencuri telur burung. Permainan ini paling populer dimainkan dalam ponsel cerdas layar sentuh.

    Apple mengumumkan bahwa Angry Birds adalah aplikasi iPhone premium paling populer. Diikuti oleh game Fruit Ninja, Doodle Jump, Potong Tali, dan Angry Birds Seasons, game ini telah masuk 5 game terpopuler versi Digital Spy.

    Baca Juga:  

  • [13] 1 Juta Dolar Jika Dapat Pecahkan Rumus Matematika Ini
  • [12] Foto Suasana Banjir Besar di Jerman
  • [10] Tukang Copet Pakai Sumpit Ini Tertangkap Kamera

  • Sumber: http://www.tempo.co/read/news/2013/07/10/072495002/Ekspresi-Marah-Burung-Inspirasi-Game-Angry-Birds

    Selasa, 13 Agustus 2013

    Monyet Bisa Tertawa dan Meniru Ekspresi Rekannya

    Monyet Dapat Tertawa dan Meniru Ekspresi Rekannya
    Asalasah ~ Monyet Gelada (Theropithecud gelada), dapat berbagi tawa dengan sesamanya, baik emosi maupun akibat hal lain.

    Sebelumnya, hanya manusia dan orangutan yang terbukti cepat dan tanpa sadar meniru ekspresi wajah teman mereka. Kemampuan seperti itu tampaknya terkait dengan empati.

    Setelah menghabiskan waktu untuk mengamati setiap interaksi menyenangkan antara sesama gelada di NaturZoo, Jerman, para ilmuwan siap untuk menambah lebih jauh spesies yang terkait dengan daftar itu.

    Gelada dari segala usia, lebih mungkin untuk meniru permainan wajah teman sahabat mereka dalam satu detik. Dalam waktu tersebut, mereka dapat melihat kemudian merespon dengan berbagai jenis ekspresi. Hal itu dilaporkan dalam sebuah makalah yang diterbitkan oleh tim peneliti pada laporan ilmiah.

    Lebih lanjut, respon mimikri tercepat dan paling sering terjadi antara ibu dan bayi mereka. Penelitian lebih lanjut diperlkukan untuk menentukan apakah Gelada berbagi keadaan emosional, di samping ekspresi wajah. Tetapi, tim peneliti menunjukkan bahwa mempelajari kuantitas dan kualitas interaksi dari ibu dan anak, dapat memberikan jalan ke depan.

    Baca Juga:  

  • [19] Aktivitas Tidur Bisa Digambar Dengan Aplikasi 'Sleep Art'
  • [19] Ciri Penumpang Idaman Awak Kabin Peswat
  • [19] Twitter Berikan Data Para Pengkicau Anti-Yahudi

  • Sumber: http://www.tempo.co/read/news/2013/08/05/061502382/Monyet-Dapat-Tertawa-dan-Meniru-Ekspresi-Rekannya

    Senin, 12 Agustus 2013

    Kelinci Tanpa Bulu Ini Harus Rutin Pakai Tabir Surya

    Tanpa Bulu, Kelinci Ini Rutin Pakai Tabir SuryaAsalasah ~ Seekor kelinci harus rutin menggunakan tabir surya setelah ia mengalami kerontokan bulu yang umumnya hanya terjadi pada anjing. Delta-Mouse, kelinci lucu ini terlahir dengan kondisi normal. Hingga suatu saat, dokter dibuat kebingungan karena kulit si kelinci menunjukkan tanda-tanda dari suatu kondisi yang hanya terjadi pada anjing.

    “Untuk kelinci berusia 6 minggu, Delta-Mouse tergolong kerdil. Ketika rambutnya mulai rontok, Debbie Ikin, sang pemilik, menyadari ada yang tak beres dengan kelincinya itu,” tulis Daily Mail, Selasa, 30 Juli 2013. Delta-Mouse pun dibawa ke dokter hewan. Ia dinyatakan menderita pituitary dwarfism.

    Dokter hewan menyatakan kondisi ini pernah terjadi pada anjing gembala Jerman. Akibat kondisi ini, Delta-Mouse mengalami kebotakan. Semua bulunya rontok, kecuali bulu di bagian kepala dan kaki.

    “Saya khawatir ini berpengaruh buruk pada kesehatannya. Saya khawatir ia tidak mau makan. Namun, dia mampu bertahan. Dia seperti kelinci pada umumnya. Hanya saja, ia memiliki tampilan yang berbeda,” cerita Debbie.

    Debbie merawat Delta-Mouse dengan penuh sayang. Ia selalu membasuh mata si kelinci tiap pagi. Pasalnya, mata Delta-Mouse begitu lengket saat pagi menjelang hingga ia sulit untuk membuka mata. Selain itu, Debbie juga rutin mengolesi tabir surya pada si kelinci untuk melindungi kulit tanpa bulunya dari panasnya matahari.

    Tak berapa lama, Debbie dan dokter hewan dibuat terkejut dengan tumbuhnya bulu-bulu baru di tubuh Delta-Mouse. Memang, bulunya belum tumbuh sempurna. Masih ada sedikit kebotakan di bagian punggungnya. Namun, kini Delta-Mouse tidak perlu pakai tabir surya lagi.

    Baca Juga:  

  • [14] Inilah Jadinya Jika Bonek Naik Pesawat
  • [14] Cara Cepat Pria Menilai Wanita
  • [14] 10 Festival Paling Berkesan Di Dunia

  • Sumber: http://www.tempo.co/read/news/2013/07/31/117501225/Tanpa-Bulu-Kelinci-Ini-Rutin-Pakai-Tabir-Surya

    Sabtu, 10 Agustus 2013

    Reptil Dunia Terancam Punah

    Reptil Dunia Terancam Punah
    Asalasah ~ Penelitian oleh Zoological Society of London menemukan 19 persen repti dunia ternacam punah di masa mendatang. Ahli konservasi menegaskan 47 persen repti rentan dan tiga spesies kemungkinan sudah punah. Angka-angka tadi didasarkan pada sampel acak dari 1.500 spesies reptil dunia.

    "Seperti jajak pendapat, ini menggunakan sampel untuk memberi contoh bagaimana keadaan reptil secara keseluruhan," kata Dr Monika Bohm, penulis utama penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Biological Conservation.

    Temuan ini merupakan hasil penelitian oleh 200 ahli dari International Union for the Conservation of Nature's Species Survival Commission. Obyek penelitian adalah kelompok vertebrata yang meliputi kura-kura, ular, kadal, buaya, dan amphisbaenians atau biasa disebut kadal cacing, termasuk Tuatara, binatang seperti kadal yang hanya ditemukan di Selandia Baru.

    Sebanyak 9.500 reptil diduga menghuni dunia. Kehadiran mereka sangat penting dalam jaring makanan alami. “Terutama sebagai predator serta mangsa," kata Bohm. Kehilangan spesies ini akan berdampak pada sumber makanan yang dapat mengubah jaring makanan secara dramatis.

    Reptil sering dikaitkan dengan habitat ekstrim dan kondisi lingkungan yang keras, sehingga mudah mengasumsikan mereka akan baik-baik saja di dunia yang berubah ini. Namun tetap saya banyak spesies membutuhkan habitat, iklim yang sangat khusus. Sehingga mereka menjadi sangat sensitif terhadap perubahan lingkungan.

    Studi ini menemukan tingkat ancaman terhadap berbagai kelompok hewan yang sangat tinggi terjadi di daerah tropis. Pasalnya, ada tekanan dari pertanian dan penebangan. Di Haiti, enam dari sembilan spesies kadal Anolis diketahui memliki resiko kepunahan tinggi akibat penebangan.

    Kura-kura air tawar juga mendapat perhatian. Studi memperkirakan 50 persennya berada pada resiko kepunahan. Sedangkan 30 persen reptil air tawar berada dalam bahaya menghilang secara keseluruhan. "Kura-kura dipengaruhi oleh panen dan mereka cukup sering memburunya untuk makanan atau perdagangan hewan peliharaan," kata Bohm.
     
    Sumber: http://www.tempo.co/read/news/2013/02/16/095461673/Reptil-Dunia-Terancam-Punah

    Capung, Pemangsa Paling Hebat di Kerajaan Hewan

    Capung, Predator Paling Hebat di Kerajaan Hewan
    Asalasah ~ Spesies apakah yang menyandang predikat sebagai predator paling hebat di kerajaan hewan? Jika Anda mengira spesies itu singa atau hiu, pikirkan kembali jawaban Anda. Sebab, sebuah penelitian terbaru menunjukkan, predator paling hebat di dunia hewan adalah capung.

    Singa Afrika memang tercatat sebagai karnivora puncak pada rantai makanan. Namun, kucing besar ini hanya mampu menangkap 25 persen dari total mangsa yang mereka kejar. Hiu putih besar bernasib sedikit lebih beruntung. Predator puncak di lautan dengan 300 gigi pemotong ini hanya sukses menangkap separuh dari total mangsa yang mereka buru.

    Capung, sebaliknya, terlihat mungil, berkilauan, dan dikenal sebagai serangga yang tidak berbahaya. Bahkan capung, bersama kupu-kupu dan kepik, dikelompokkan dalam daftar serangga yang disukai manusia.

    Namun, di balik penampilan "ramah"-nya, capung ternyata merupakan predator udara yang sangat rakus. Penelitian terbaru yang dilakukan oleh tim ilmuwan Universitas Rutgers di Amerika Serikat menunjukkan, capung menjadi pemburu yang paling brutal sekaligus efektif dalam kerajaan hewan.

    Tim ilmuwan mencatat, capung mampu menangkap nyaris seluruh mangsanya dengan tingkat keberhasilan mencapai 95 persen. Bahkan capung kerap memakan mangsanya sembari tetap terbang, tanpa perlu repot hinggap ke daun atau ranting pohon.

    "Capung akan merobek-robek tubuh mangsanya dan terus mengunyahnya sampai berbentuk gumpalan sebelum akhirnya mereka menelannya," kata Michael L. Mei, seorang profesor emeritus entomologi di Rutgers, seperti dikutip laman New York Times, Selasa, 2 April 2013.

    Selera makan capung bisa dibilang tak berujung. Stacey Combes, seorang peneliti biomekanik di Universitas Harvard yang mempelajari cara terbang capung, pernah menyaksikan seekor capung percobaan di laboratorium menyantap habis 30 ekor lalat buah secara berturutan. "Capung akan terus makan selama masih ada makanan," ujarnya.

    Sejumlah penelitian yang diterbitkan baru-baru ini telah menguak fitur kunci otak, mata, dan sayap capung yang memungkinkan serangga itu memburu mangsanya tanpa ragu. Salah satu penelitian menunjukkan, sistem saraf capung menampilkan kapasitas yang hampir sama seperti manusia, terutama untuk perhatian selektif. Artinya, capung mampu fokus pada mangsa tunggal yang disasar, meski mangsa itu terbang di tengah gerombolan serangga lain yang beterbangan.

    Peneliti lain telah mengidentifikasi keberadaan semacam pusat sirkuit berisi 16 sel saraf yang menghubungkan otak capung ke pusat motorik penerbangan di bagian dada. Seperangkat sistem saraf ini memungkinkan capung dapat melacak target bergerak, menghitung lintasan untuk mencegat target, dan secara halus menyesuaikan jalur terbangnya untuk menangkap target tersebut.

    Robert M. Olberg dari Union College, yang melaporkan penelitiannya dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences, menemukan bukti bahwa jalur capung mencegat mangsanya mirip trik yang digunakan pelaut. Dengan mata majemuknya, capung bisa memprediksi arah terbang mangsanya, termasuk sudut dan kecepatan, kemudian memperkirakan terbangnya sendiri untuk menangkap mangsa tersebut. Capung mengetahui kapan harus memperlambat, mempercepat, dan terbang menyimpang.

    Teknik berburu milik capung berbeda dengan yang dilakukan oleh predator kebanyakan. Combes sempat mengira capung mengejar mangsanya secara aktif, seperti singa mengejar mangsanya. Namun, ternyata tidak demikian. "Itu lebih seperti predasi penyergapan. Capung datang dari arah yang tidak disadari oleh mangsanya," kata dia.

    Capung termasuk serangga terbang yang canggih. Mereka bisa melayang-layang di udara, menyelam di air, terbang mundur dan terbalik, berputar 360 derajat dengan tiga kali kepakan sayap, dan mencapai kecepatan 30 mil per jam--luar biasa untuk seekor artropoda.

    Sayap capung juga berbeda dengan serangga jenis lainnya. Pada kebanyakan serangga, sayap merupakan perpanjangan sederhana dari toraks dan dipindahkan sebagai sebuah unit khusus dengan meregangkan seluruh toraks.

    Namun, capung memiliki empat sayap transparan yang ultrafleksibel dan melekat pada toraks oleh otot-otot terpisah. Setiap sayap dapat bermanuver secara independen, memungkinkan capung melakukan berbagai manuver penerbangan. "Seekor capung dapat kehilangan seluruh sayapnya dan masih bisa menangkap mangsa," kata Combes.
     
    Sumber: http://www.tempo.co/read/news/2013/04/02/061470781/Capung-Predator-Paling-Hebat-di-Kerajaan-Hewan

    Selasa, 06 Agustus 2013

    Penyebab Lalat Sangat Hebat Dalam Bermanuver

    Asalasah ~ Pernah coba menangkap lalat dengan tangan kosong, dong. Pasti susah, kan? Selalu bisa menghindar. Jawabannya adalah otak super.

    Para peneliti di California Institute of Technology (Caltech) mencari tahu apa penyebab lalat sangat hebat bermanuver. Dengan menggunakan video berkecepatan dan resolusi tinggi, mereka berhasil mengungkap kenapa lalat bisa cepet banget menghindar kalau mau ditepuk.

    Michael Dickinson, seorang professor di bidang bioengineer dari Caltech yang menjadi pemimpin dalam riset tersebut mengemukakan bahwa kemampuan lalat untuk menghindar dari serangan ini karena cepatnya otak lalat untuk melakukan tindakan dan kemampuan untuk merencanakan apa yang akan dilakukan.

    Para peneliti menemukan bahwa jauh sebelum lalat melompat ia mengkalkulasi lokasi serangan lalu membuat sebuah rencana pelarian.

    Sebagai ilustrasi, kalau kamu lihat lalat hinggap di suatu tempat, kamu akan melihat lalat tersebut menggosok-gosokkan kaki-kaki kecil mereka sebagai cara untuk membersihkan diri mereka. Tapi, ketika ia melihat alat tepukan lalat, yang pertama kali akan ia lakukan adalah berhenti bergerak. Lalu, otaknya akan mengkalkulasi dari arah mana tepukan lalat akan datang, kemudian ia akan menggerakkan kaki dan badan dalam posisi baru sehingga ketika mereka melompat dengan mendorong kaki-kakinya, ia akan melompat jauh dari alat tepukan. Tepat sebelum lalat melompat, ia sebenarnya menaikkan sayapnya dengan hati-hati sehingga ketika ia melompat ia dapat mengkoordinasikan lompatan tersebut dengan gerakan terbangnya.

    Dalam waktu 0,1 detik, lalat mampu merencanakan manuver untuk melarikan diri dari ancaman.

    Para peneliti menemukan bahwa lalat mampu menempatkan diri mereka dalam pergantian posisi yang cepat ini dalam keadaan apapun baik ketika sedang membersihkan diri, makan, atau berjalan. Ini berarti bahwa lalat pastilah dapat mengintegrasikan informasi visual dari mata mereka yang mengatakan darimana ancaman datang dengan informasi sensori-mekanis dari kaki-kakinya yang mengatakan bagaimana untuk bergerak mencapai posisi terbang yang tepat.

    Keren, kan?

    Baca Juga: