Tampilkan postingan dengan label Penyakit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Penyakit. Tampilkan semua postingan

Jumat, 13 September 2013

Lima Penyakit Buruk Akibat Gadget

Lima Dampak Buruk Gadget
Asalasah ~ Telepon genggam pintar dan komputer telah membantu banyak pekerjaan manusia. Namun penggunaan kedua gadget itu memiliki efek samping. Seperti menimbulkan sakit pada bagian tubuh tertentu karena terlalu lama menggunakan perangkat keras itu. Mulai dari nyeri leher, bahu, hingga kecelakaan fatal. Beberapa cedera datang tiba-tiba, dan ada juga yang datang berulang.

Sebuah studi yang terbit dalam jurnal American Journal of Preventive Medicine, 2009, menemukan cedera yang terkait gadget meningkat pesat. Dan mereka yang banyak terkena adalah kaum muda. Para peneliti kemudian mendokumentasikan penyakit-penyakit ini, bahkan memberikan mereka nama khusus. Berikut lima penyakit di antaranya:

1. BlackBerry Thumb dan iPad Hand
Penggunaan jari atau tangan pada gadget dalam waktu yang lama, secara bertahap bisa melukai otot-otot, tendon, dan saraf. Kondisi ini secara umum disebut repetitive strain injure (RSI) alias cedera berulang dan memiliki julukan yang menyomot nama gadget. Seperti cedera jempol yang sering disebut Blackberry Thumb; dan cedera tangan, disebut iPad Hand.

Satu jenis cedera yang paling parah adalah sindrom carpal tunnel, di mana ada tekanan yang berlebihan pada saraf di dalam pergelangan tangan. Gejalanya nyeri, mati rasa, dan kerusakan otot di tangan serta jari. Orang dengan kasus yang parah sindrom memerlukan pembedahan untuk pengobatan.

2. Tinnitus
Mereka yang sering menelpon lama dengan ponsel memiliki risiko terkena Tinnitus. Penyakit ini membuat telinga sering kali benging, atau si penderita merasa mendengar suara-suara tertentu. Sebelumnya, penyakit diperdebatkan di kalangan medis. Namun pada 2010, jurnal Occupational and Environmental Medicine mempublikasikan orang yang menelepon dengan ponsel secara intens, dua kali sehari lebih dari empat tahun, besar kemungkinannya menderita Tinnitus.

3. PlayStation Palmar Hidradenitis
Penyakit kulit jenis ruam ini pertama kali ditemukan pada gadis 12 tahun di Swiss. Pada telapak tangannya ditemukan lesi yang menyakitkan. Lesi ini menjalar ke bagian lain di tubuhnya. Setelah selidiki, dokter menemukan bahwa sebelum benjolan muncul, gadis itu telah bermain game di PlayStation-nya selama beberapa jam setiap hari.

Dalam jurnal British Journal of Dermatology, 2009, Vincent Piguet dan koleganya dari University Hospitals and Medical School of Geneva menyatakan, ruam itu akibat si gadis terus-menerus memegang erat dan menekan konsol game. Sehingga menghasilkan luka di tangannya.

4. Nintendinitis dan Wiiitis
Dokter spesialis orthopedi kini mulai akrab dengan beragam cedera kepala, dislokasi bahu, hingga patah tulang. Para pengidap cedera ini bukan atlet tapi para gamer yang memainkan game Nintendo atau Wii.

Cedera yang mereka alami memang mirip dengan penyakit pada atlet. Maklum dua gadget ini memang bisa membuat para gamer memainkannya dengan mengolah badan. Sehingga, mereka juga punya risiko cedera. Nama cedera ini disebut Nintendinitis dan Wiiitis

5. Tewas
Headphone memang bisa membuat kuping tak terganggu oleh kegaduhan sekitar. Namun, headphone ini juga bisa membuat pengguna tak awas atas peringatan dari sekitar. Sebuah penelitian di Amerika menunjukkan, jumlah pejalan kaki celaka karena gadget ini. Dari rentang 2004-2011, ada 106 kasus kecelakaan menimpa pedestrian. Dengan korban tewas mencapai 70 persen.

Baca Juga:  
Sumber: http://www.tempo.co/read/news/2013/08/14/060504353/Lima-Dampak-Buruk-Gadget

Kamis, 12 September 2013

Berjemur Dibawah Sinar Matahari Dapat Menyembuhkan TBC

http://asalasah.blogspot.com/2013/09/berjemur-dibawah-sinar-matahari-dapat.html
Asalasah ~ London - Sebuah studi dari Proceedings of the National Academy of Sciences, London, menyebutkan asupan vitamin D dapat membantu melawan infeksi tuberkulosis.

Menurut data, infeksi TB telah menyerang hampir 1,5 juta orang setiap tahun dan ada kekhawatiran beberapa kasus tidak dapat diobati. Mengutip BBC, studi ini menyebutkan pasien bisa pulih dengan lebih cepat saat diberikan vitamin dan antibiotik secara bersamaan.

Menurut temuan ini, vitamin D untuk mengobati tuberkulosis ini sebenarnya pernah digunakan untuk perawatan infeksi paru-paru, sebelum antibiotik ditemukan. Dahulu, pasien TB diminta untuk berjemur dibawah sinar matahari yang disebut dengan heliotherapy, untuk meningkat produksi vitamin D.

Namun, sayangnya, terapi sinar matahari ini tak lagi diterapkan seiring dengan penemuan antibiotik yang terbukti bisa menyembuhkan TB.

Belakangan, berdasarkan penelitian pada 95 pasien di sebuah rumah sakit di London, kombinasi antibiotik dan pil vitamin D diketahui dapat mempercepat penyembuhan pasien TB. Pemulihan bisa dua minggu lebih cepat ketika pengobatan antibiotik ditambahkan dengan vitamin D.

Meskipun begitu, Adrian Martineau dari Universitas Queen Mary London, mengatakan vitamin D tidak akan bisa menggantikan antibiotik. "Tapi mungkin menjadi senjata tambahan yang berguna," katanya seperti dikutip dari BBC, Rabu, 5 September 2012. "Ini terlihat menjanjikan, tapi kami butuh bukti lebih kuat," katanya.

Baca Juga:  
Sumber: http://www.tempo.co/read/news/2012/09/05/060427650/Berjemur-Sinar-Matahari-Bisa-Sembuhkan-TB

Senin, 09 September 2013

Tentang Tekanan Darah Tinggi Pada Anak

Tekanan Darah Tinggi
Asalasah ~  Selama ini darah tinggi dikenal hanya menimpa orang dewasa atau lanjut usia saja tapi ternyata bisa juga tekanan darah tinggi pada anak. Bahkan jumlah anak-anak yang menderita darah tinggi semakin meningkat. Berdasarkan penelitian dari Amerika, menemukan data jika sebanyak 19.2 persen anak laki-laki dengan rentang usia 8 hingga 17 tahun telah menderita hipertensi. Sedangkan anak perempuan menderita tekanan darah tinggi mencapai 12,6 persen.

Tekanan Darah Tinggi Pada Anak Tidak Bisa Ditentukan Semudah Pada Orang Dewasa
Tekanan darah tinggi pada orang dewasa mudah ditentukan hanya dengan mengukur tekanan darahnya. Tapi untuk anak-anak tidak demikian. Hasil dari pemeriksaan darah tinggi pada anak masih perlu untuk disesuaikan dengan umur, jenis kelamin anak dan tinggi badan. Seorang anak dinyatakan menderita tekanan darah tinggi jika tekanan darah sistolik dan atau diastolik sama atau lebih dengan persentil ke-95 yang didasarkan dengan usia, tinggi badan dan jenis kelamin pada perhitungan sebanyak 3 kali berturut-turut.

Biasanya anak yang menderita tekanan darah tinggi tidak memperlihatkan gejala tapi pada umumnya memiliki riwayat darah tinggi pada keluarganya serta menjalani pola hidup yang tidak sehat. Pola hidup yang tidak sehat tersebut seperti diet yang tak sehat, obesitas, jarang melakukan aktifitas fisik dan stres. Yang menjadi penyebab darah tinggi pada anak cukup bervariasi dan tergantung dengan usia anak.

Tekanan darah tinggi ada bayi bisa diakibatkan karena kelainan pada ginjal, saluran napas dan paru-paru, atau disebabkan karena adanya kelainan pada pembuluh darah arteri. Sedangkan tekanan darah tinggi pada anak yang lebih besar biasanya disebabkan karena gangguan ginjal serta gangguan hormonal. Resiko mengalami hipertensi bisa diketahui lebih dini dengan melakukan pemeriksaan tekanan darah secara rutin.

Penanganan Tekanan Darah Tinggi Pada Anak Tidak Jauh Berbeda Dengan Orang Dewasa
Penanganan hipertensi pada anak sebenarnya tidak jauh berbeda dengan penanganan hipertensi untuk orang dewasa. Untuk anak yang enderita hipertensi haruslah merubah pola hidup dan rajin mengkonsumsi obat darah tinggi. Orang tua berperan penting untuk menjaga dan mengontrol tekanan darah tinggi pada anak.

Untuk anak yang mengalami obesitas, orang tua bisa mengajak anak tersebut untuk melakukan olahraga teratur agar berat badan bisa diturunkan. Anak yang mengalami obesitas dan menderita darah tinggi harus menjalani diet. Diet dijalankan dengan mengontrol porsi makanan, memperbanyak makan sayur dan buah segar, kurangi mengkonsumsi makanan dan minuman manis serta kurangi makanan yang padat kalori.

Perubahan pola hidup yang tidak sesuai dengan yang diharapkan, adalah salah satu indikasi penggunaan obat darah tinggi. Obat darah tinggi langsung dipakai untuk kasus darah tinggi yang berat dan disertai adanya komplikasi berbahaya. Jika tekanan darah tinggi pada anak diketahui lebih awal maka anak penderita darah tinggi bisa hidup sama dengan anak yang lain.

Baca Juga:  

Minggu, 08 September 2013

Penyakit Kelamin yang Banyak Menyerang Pria

Asalasah ~ Penyakit kelamin banyak merupakan penyakit menular yang ditularkan melalui hubungan seks, namun ada juga penyakit kelamin yang tidak ditularkan melalui seks belaka, bahkan jika melakukan hubungan seks sekalipun dapat menularkan beberapa penyakit kelamin pada orang lain. Bagi pria yang sering melakukan hubungan seks berganti ganti dengan banyak wanita biasanya akan sangat rentan tertular penyakit seksual. Nah berikut ini ada beberapa penyakit seksual yang paling sering dialami pria. Ingin tahu penyakit seksual apa aja itu simak beberapa penyakit seksual paling banyak dialami pria berikut.

HIV/AIDS
Jumlah infeksi HIV/AIDS secara perlahan tapi pasti terus meningkat. Para ahli mengungkapkan bahwa angka kasus baru dari HIV/AIDS ini paling banyak ditemukan pada laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki. Gejala awal dari infeksi ini mirip seperti orang terkena flu, muncul ruam yang tidak diketahui penyebabnya, infeksi jamur di tenggorokan dan kelelahan yang tidak biasa. Karena penyakit ini menyerang sistem kekebalan tubuh, maka orang dengan HIV/AIDS rentan terkena penyakit infeksi lainnya.


Penyakit Kelamin yang Paling Banyak Dialami Pria
unikbaca.com
Kencing nanah
Kencing nanah atau gonorrhea adalah penyakit menular kedua yang banyak dialami laki-laki. Gejala yang muncul seperti keluar nanah dari uretra dan rasa terbakar saat buang air kecil. Jika tidak diobati maka kondisi ini bisa menyebabkan epididimitis, yaitu kondisi yang menyerang testis dan bisa mengakibatkan infertilitas.

Chlamydia
Penyakit ini prevalensinya lebih tinggi terjadi pada laki-laki berusia 20-24 tahun. Meskipun tanpa gejala, chlamydia bisa menyebabkan peradangan di prostat, testis dan uretra. Karena tidak disadari maka laki-laki kerap menularkan chlamydia pada mitranya.

Herpes Simplex Virus-2 (HSV-2)
Infeksi ini bisa menyebabkan kondisi herpes genital yang dapat didiagnosis melalui tes darah. Hingga saat ini belum ada vaksin untuk mencegahnya, dan pengobatan yang dilakukan hanya menggunakan obat antivirus. 

Sifilis (raja singa)
Sifilis disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum. Hal ini sering tidak menimbulkan gejala selama bertahun-tahun dan karena itu bisa ditularkan oleh orang yang tidak menyadari mereka terinfeksi. Penyakit ini biasanya banyak terjadi pada laki-laki yang suka gonta ganti pasangan dan berhubungan dengan sesama jenis. Jika tidak diobati, pasien dapat mengalami ruam, demam, pembengkakan kelenjar getah bening dan gejala lainnya. Tahap akhir dari sifilis ditandai dengan kerusakan otak, saraf, mata, jantung, serta organ lainnya.

Baca Juga:  

7 Gejala Awal Anak Menderita Cerebral Palsy

7 Tanda Awal Anak Penderita Cerebral Palsy
Asalasah ~ Fisioterapis yang khusus menangani anak-anak penderita cerebral palsy di Surakarta, Nawangsasi Takarini, mengatakan tidak banyak orang tua yang mengetahui jika anaknya menderita cerebral palsy. Seringnya orang tua terlambat mengetahui sehingga penanganannya juga terlambat.

Padahal, jika ditangani sejak dini, peluang kesembuhannya mencapai 80-90 persen. "Tetap tidak bisa 100 persen sembuh karena ada bagian otak yang mengalami kerusakan permanen," ujarnya saat peringatan hari cerebral palsy sedunia di Surakarta, Minggu, 1 September 2013.

Sosok yang pratek sebagai fisioterapis khusus cerebral palsy sejak 1989 ini mengatakan tanda-tanda cerebral palsy antara lain:

1. Kelainan motorik yang dapat diketahui pada tahun pertama setelah kelahiran. Saat lahir, biasanya terlihat lemah dan terkulai.

2. Bayi normal ketika diangkat dengan posisi menghadap ke bawah, kepala dan punggungnya segaris. Sedangkan yang menderita cerebral palsy akan terkulai ke bawah sehingga antara kepala dan kaki seakan membentuk huruf U.

3. Bayi yang lahir dengan tanda-tanda kerusakan otak akan kesulitan bernafas, tubuh terkulai, dan tubuhnya membiru.

4. Selama masa tumbuh kembang anak, anak dengan tanda cerebral palsy lambat menegakkan kepala, duduk, dan bergerak dibanding anak-anak normal. Kemudian sangat jarang menggunakan kedua tangannya.

5. Tubuh bayi dengan cerebral palsy cenderung kaku. Bayi bisa menangis dalam jangka waktu lama atau bisa sangat diam dan hampir tidak pernah menangis atau tersenyum.

6. Bayi juga kesulitan berkomunikasi, terlambat belajar bicara, atau bahkan kesulitan berbicara. Ini karena ada gangguan di otot. Cerebral palsy menyerang saraf motorik. Soal kecerdasan, mereka tidak ada bedanya dengan anak normal.

7. Wajah mereka terlihat aneh karena ada kelemahan otot wajah. Ada juga yang terus-menerus mengeluarkan air liur karena tidak bisa mengontrol dan kesulitan menelan.

Nawangsasi mengatakan setiap penderita harus menjalani terapi setiap hari agar kondisinya tidak makin parah. "Anak-anak harus diajar bisa belajar mengontrol dirinya. Ada fisioterapi, okupasi terapi, terapi wicara, dan terapi perilaku," katanya.

Baca Juga:  
Sumber: http://www.tempo.co/read/news/2013/09/01/060509204/7-Tanda-Awal-Anak-Penderita-Cerebral-Palsy

Kamis, 05 September 2013

Penyakit Akibat Kebanyakan Main PS

Jangan Kebanyakan Main PS Jika Tak Mau Kena Penyakit Aneh IniAsalasah ~  Siapa yang tidak suka bermain PlayStation (PS)? Hampir semua orang mulai dari anak-anak hingga orang dewasa gemar bermain konsol game besutan Sony tersebut. Bahkan, PS bisa dikatakan sebagai konsol game terpopuler di dunia untuk saat ini, mengalahkan Xbox dan Nintendo.

Namun, kecanduan bermain PS ternyata memiliki dampak yang sangat berbahaya bagi kesehatan. Terutama kesehatan tangan dan tulang jari pemainnya.

Menurut yang dilansir laman Oddee, Rabu (28/8/2013), seseorang yang terlalu sering dan lama bermain konsol PlayStation, besar kemungkinannya akan mengalami penyakit aneh bernama 'Playstation Thumb'.

Sebenarnya nama asli dari penyakit ini adalah 'Stenosing Tenosinovitis'. Namun karena penyakit ini lebih banyak dan sering diderita oleh para gamer, maka lebih populer dengan sebutan 'Playstation Thumb'.

Stenosing Tenosinovitis sendiri adalah sebuah penyakit kelainan tulang di mana kondisi jari atau jempol seperti terkunci dan tak bisa digerakkan, baik ditekuk atau diluruskan. Hal ini disebabkan saraf yang terletak pada jempol atau jari lainnya mengalami penyempitan dan peradangan.

Penyempitan saraf tersebut mengakibatkan pembengkakan pada jari dan membuatnya menjadi terlihat tak keruan dan 'mengerikan'.

Penyebabnya sendiri diyakini karena terlalu seringnya ibu jari bergerak secara berulang-ulang dan berlebihan. Bisa juga disebabkan karena aktivitas yang dilakukan terus-menerus, seperti meremas, mencengkeram, atau menekan dengan intensitas tinggi dan berat.

Berdasarkan data yang dirilis laman Computer and Video Games (CVG), penyakit ini pada umumnya diderita oleh laki-laki dan dipicu oleh kegiatan bermain musik atau konsol game. Gejala awalnya adalah rasa nyeri di bagaian jari pada pagi hari dan akan semakin terasa nyeri saat siang hari.

Nah, bagi Anda yang hobi bermain PS, masih berani berlama-lama memegang stick konsol itu? (dhi/gal)

Baca Juga:  

Kamis, 29 Agustus 2013

Penjelasan Tentang Koma, Tidur Panjang yang Dapat Mematikan

Koma, 'Tidur' Panjang yang Mengancam Nyawa
Asalasah ~ Koma terjadi akibat adanya gangguan pada otak dan menyebabkan penderitanya 'tertidur' dalam waktu yang lama. Pada kasus ini, 'tidur' tidak memberikan efek yang menyenangkan, namun malah memberikan ketakutan tersendiri. Sebab, penyakit ini dapat berujung pada kematian. Berikut penjelasan lengkap mengenai penyakit koma seperti dilansir Mayo Clinic, Jumat (23/8/2013):

Deskripsi
Koma merupakan sebuah keadaan di mana seseorang tidak sadarkan diri dalam waktu yang relatif lama. Hal ini terjadi karena adanya gangguan pada kepala. Selain itu, beberapa hal lain, seperti riwayat penyakit tertentu dan penggunaan obat atau alkohol turut meningkatkan risiko dari penyakit ini.

Umumnya, seseorang akan mengalami koma selama beberapa minggu dan jarang lebih dari itu. Namun, ada pula yang mengalami koma hingga waktu berbulan-bulan. Jika hal itu terjadi, kemungkinan untuk meninggal dunia lebih besar. Koma merupakaan keadaan darurat medis. Oleh karena itu, sangat diperlukan untuk melakukan pengobatan dengan cepat guna memulihkan fungsi otak dan mempertahankan hidup.

Bila penderita berhasil sembuh dari penyakit ini, mereka mungkin mengalami kecacatan dalam beberapa hal. Pengobatan yang lambat akan menyebabkan penderita mengalami komplikasi selama koma, seperti infeksi pada kandung kemih, tekanan pada luka, dan masalah lainnya.

Gejala
Tanda dan gejala yang umumnya dialami oleh orang yang mengalami koma, antara lain:
• Mata tertutup
• Pupil mata tidak menanggapi cahaya
• Tidak ada tanggapan dari anggota badan, termasuk ketika diberikan rangsangan yang menyakitkan, kecuali untuk gerakan refleks
• Pola napas tidak teratur

Penyebab
Ada beberapa hal yang dapat membuat Anda mengalami koma, seperti:
• Stroke. Penyakit stroke akan mengganggu suplai darah ke otak. Akibatnya, otak akan kekurangan darah. Hal itu disebabkan oleh beberapa hal, seperti pembuluh darah tersumbat atau bahkan pecah. Bila tidak segera ditangani, penyakit ini dapat mengarah pada risiko koma.
• Diabetes. Penyakit diabetes menyebabkan kadar gula dalam darah menjadi terlalu tinggi (hiperglikemia) dan bisa juga menjadi terlalu rendah (hipoglikemia). Hal ini dapat menimbulkan penyakit stroke atau bahkan koma.
• Tumor. Tumor pada otak atau batang otak dapat menyebabkan koma.
• Cedera pada otak. Tabrakan lalu lintas atau tindak kekerasan adalah penyebab umum dari koma. Sebab, kedua hal tersebut sangat berpotensi mengakibatkan cedera pada kepala bahkan otak.
• Kurangnya kadar oksigen. Penyakit jantung ataupun hal lain yang mungkin mengakibatkan kadar oksigen dalam otak berkurang berpotensi mengarah ke risiko koma.
• Infeksi. Infeksi seperti ensefalitis dan meningitis akan menyebabkan pembengkakan (inflamasi) pada otak, sumsum tulang belakang, atau pada jaringan yang mengelilingi otak. Bila infeksi tersebut sudah pada tahapan yang parah, hal itu dapat merusak otak dan kemudian menyebabkan koma.
• Kejang. Jika seseorang sering mengalami kejang, jangan sepelekan hal itu. Sebab, kejang dapat menyebabkan koma.
• Racun. Sering terkena paparan racun, seperti karbon monoksida atau timbal, dapat menyebabkan otak menjadi rusak dan hal itu mengarah pada koma.
• Obat-obatan dan alkohol. Penggunaan obat atau alkohol dengan dosis yang berlebihan dapat menyebabkan koma.

Pengobatan
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa pengobatan untuk penderita koma harus dilakukan dengan cepat. Penanganan yang cepat dan tepat dapat menyelamatkan nyawa Anda. Biasanya, dokter akan melakukan beberapa jenis pemeriksaan untuk menentukan apa yang menyebabkan koma sehingga pilihan pengobatan yang dapat ditentukan dengan tepat. Berikut jenis pemeriksaan yang biasanya dilakukan oleh dokter:

1. Pemeriksaan fisik
Awalnya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan kemudian meminta informasi dari keluarga dan rekan-rekan terdekat dari pasien. Biasanya dokter akan meminta rincian tentang kejadian yang dialami oleh pasien, seperti riwayat kesehatan, penggunaan obat-obatan dan narkoba, tanda dan gejala sebelum mengalami koma, dan lain sebagainya.

Setelah itu, dokter akan memeriksa gerakan dari pasien dan ukuran dari pupil matanya. Dokter juga akan memeriksa pola pernapasan dari si pasien di mana hal itu dapat membantunya untuk mendiagnosa penyebab koma. Tak hanya itu saja, dokter mungkin akan menyemprotkan air es dingin atau hangat ke bagian telinga pasien untuk mengamati reaksi mata.

2. Tes laboratorium
• Tes darah
Dokter akan mengambil sampel darah pasien untuk menghitung sel darah dengan lengkap, mengukur kadar elektrolit, glukosa, tiroid, dan melihat fungsi hati. Dengan melakukan jenis pemeriksaan ini, dokter dapat melihat apakah pasien mengalami keracunan karbon monoksida atau overdosis dari penggunaan obat-obatan dan narkoba.

• Tes pencitraan
Jenis pemeriksaan ini dilakukan untuk membantu dokter melihat apakah ada area pada otak yang mengalami cedera. Berikut beberapa jenis tes pencitraan yang biasanya dilakukan oleh dokter:

1. Computerized tomography (CT) scan
Pada pemeriksaan ini, dokter menggunakan serangkaian sinar-X untuk membuat gambaran rinci dari otak pasien. CT scan dapat menunjukkan apakah pasien mengalami pendarahan pada otak, tumor, stroke, atau kondisi lain yang menyebabkan koma.

2. Magnetic resonance imaging (MRI)
MRI menggunakan gelombang radio dan medan magnet yang kuat untuk memberikan tampilan rinci dari otak. MRI dapat mendeteksi apakah otak mengalami kerusakan akibat stroke, pendarahan otak, dan kondisi lain. Selain itu, MRI juga sangat berguna untuk memeriksa batang otak dan struktur otak bagian dalam.

3. Electroencephalography (EEG)
Jenis pemeriksaan ini digunakan untuk mengukur aktivitas listrik di dalam otak. Dokter akan menggunakan elektroda berukuran kecil dan ditempelkan pada kulit kepala si pasien. Kemudian, dokter mengirimkan arus listrik bertegangan rendah melalui elektroda tersebut. Impuls listrik dalam otak kemudian direkam. Dengan begitu, dokter dapat mengetahui apakah koma yang dialami pasien diakibatkan oleh kejang.

Selain melakukan pemeriksaan seperti di atas, dokter mungkin akan memberikan ketukan pada tulang belakang si pasien (pungsi lumbal). Selama melakukan prosedur ini, dokter akan memasukkan jarum kecil ke kanal tulang belakang dan mengumpulkan sejumlah kecil cairan untuk analisis. Dengan melakukan hal itu, dokter dapat melihat tanda-tanda infeksi pada sistem saraf.

Setelah melakukan pemeriksaan, dokter tetap menjaga pernapasan (respirasi) dan pola sirkulasi dari pasien. Dokter mungkin akan memberikan bantuan pernapasan, transfusi darah, dan perawatan suportif lainnya. Tak hanya dokter saja, personil darurat juga akan membantu dokter untuk mengatur glukosa atau antibiotik intravena.

Hal ini mungkin akan dilakukan walaupun laboratorium belum memberikan hasil dari tes darah pasien. Pilihan pengobatan untuk koma sangatlah bervariasi di mana hal ini bergantung pada penyebab koma itu sendiri. Jika penyakit koma yang dialami pasien merupakan hasil dari overdosis obat, dokter akan memberikan obat untuk mengatasi kondisi tersebut.

Namun, jika koma diakibatkan oleh kejang, dokter akan memberikan obat untuk mengontrol kejang terlebih dahulu. Selain itu, dokter juga akan merekomendasikan kepada penderita koma untuk melakukan pengobatan lain, seperti terapi, untuk mempercepat pemulihan.

Baca Juga:  

Rabu, 28 Agustus 2013

Foto-Foto Pria Yang Terlahir Dengan Jantung di Perut

Asalasah ~ Seorang pria dari Cina bernama Huang Rongming, memiliki kelainan jantung sejak lahir. Jantung pria ini terletak di perut dan menonjol keluar. Dailymail.co.uk
Pria Ini Lahir Dengan Jantung di Perut

http://asalasah.blogspot.com/2013/08/foto-foto-pria-yang-terlahir-dengan.htmlHuang Rongming (24 tahun) seorang pekerja pabrik dengan kelainan jantung sejak lahir ini mudah merasa lelah. Ia sering mendadak pucat dan tidak bisa bernapas. Sejak kecil, orang tuanya melarang pergi bersama anak-anak lain karena kondisinya sangat lemah. Dailymail.co.uk

Pria Ini Lahir Dengan Jantung di Perut
Dokter terkejut melihat kondisi jantung Huang Rongming yang berada di perut, umumnya bayi yang lahir dengan kelainan jantung semacam ini tidak dapat bertahan lama. Dailymail.co.uk
Pria Ini Lahir Dengan Jantung di Perut
Kondisi pria ini diliput media di Cina dan sejumlah donatur berhasil menghimpun dana Rp 353 juta yang dibutuhkan untuk biaya operasi pemindahan jantung ke dada. Kini setelah menjalani operasi Huang Rongming dapat hidup normal. Dailymail.co.uk

Baca Juga:  

Kamis, 22 Agustus 2013

Tidak Sarapan, Meningkatkan Resiko Penyakit Jantung Koroner

Lupa Sarapan, Resiko Penyakit Jantung Koroner Naik
Asalasah ~ Sarapan ternyata bukan sekedar mengisi perut. Baru-baru ini, sebuah penelitian menemukan, melewatkan sarapan ternyata bisa meningkatkan resiko penyakit jantung koroner.

Studi yang berlangsung 16 tahun ini menemukan mereka melewatkan sarapan memiliki risiko tinggi serangan jantung atau kematian akibat penyakit jantung koroner. Akibat ini ditemukan pada mereka yang lupa sarapan, atau makan saat larut malam. Dua kebiasaan ini bisa menyebabkan efek merugikan metabolik yang mengarah pada penyakit jantung koroner.

Walau sudah memperhitungkan faktor diet, aktivitas fisik, merokok dan faktor gaya hidup lainnya, hubungan dua kebiasaan ini dengan penyakit jantung koroner tetap kuat.

Pemimpin studi Leah E. Cahill, Ph.D., dari Department of Nutrition at Harvard School of Public Health di Boston menyebut melewatkan sarapan dapat menyebabkan satu atau lebih faktor risiko, termasuk obesitas, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi dan diabetes. "Pada gilirannya dapat menyebabkan serangan jantung," kata Leah seperti dikutip dari Sciencedaily, Selasa (22/7)

Leah bersama timnya, sejak 1992 hingga 2008 meneliti 26,9 ribu pria dari rentang usia 45-82 tahun. Hasilnya, pria yang melewatkan sarapan umumnya lebih rentan jadi perokok, gila kerja, suka minum alkohol, kurang aktifitas fisik dan jomblo.

Pria teratur melewatkan sarapan memiliki risiko 27 persen lebih tinggi terkena serangan jantung atau kematian akibat penyakit jantung koroner dibandingkan mereka yang sarapan. "Jangan melewatkan sarapan," pesan Cahill.

Sarapan dikaitkan dengan penurunan risiko serangan jantung. Karena, dengan sarapan banyak jenis makanan masuk ke tubuh memastikan anda mendapat energi yang cukup dan nutrisi yang seimbang. seperti protein, karbohidrat, vitamin dan mineral.

Sedangkan pria yang hobi makan saat larut malam memiliki risiko penyakit jantung koroner 55 persen lebih tinggi daripada yang tidak.

Baca Juga:  
Sumber: http://www.tempo.co/read/news/2013/07/24/060499143/Lupa-Sarapan-Resiko-Penyakit-Jantung-Koroner-Naik

Selasa, 20 Agustus 2013

Hati-hati, Kucing Dapat Tularkan Tuberkulosis

Hati-hati, Kucing Bisa Tularkan Tuberkulosis
Asalasah ~ Kucing, hewan peliharaan yang menggemaskan, ternyata bisa menularkan bakteri Tuberkulosis (TB) pada manusia. Mengingat kucing merupakan hewan petualang, bakteri ini bisa masuk dari mana saja, termasuk dari sapi dan hewan pengerat. Selain itu, bakteri ini juga bisa ditularkan melalui susu yang terinfeksi bakteri TB.

“Masalah ini menjadi pelik, pasalnya kucing memiliki kontak yang begitu dekat dengan manusia,” ujar Carl Padgett, mantan presiden Asosiasi Dokter Hewan Inggris, kepada Sunday Telegraph, seperti dikutip Daily Mail, Minggu, 30 Juni 2013.

Para ilmuwan di Studi Kesehatan Hewan Universitas Edinburgh Royal School mengatakan, sebanyak 100 dari 100.000 kucing bisa terinfeksi TB. Ini lebih besar dari yang diperkirakan sebelumnya. Seperlima dari mereka diperkirakan terinfeksi oleh Mycobacterium bovis , yakni bakteri yang biasa ditemukan pada sapi dan luak. Sebagian besar juga disebabkan oleh Mycobacterium microti yang biasanya ditemukan pada tikus.

Profesor Danielle Gunn-Moore, pemimpin penelitian, mengatakan selama ini TB hanya dikaitkan dengan ternak. "Padahal, ternak bisa menularkan ke kucing. Dari sinilah, TB bisa menginfeksi manusia meskipun ternak sudah dimusnahkan.”

Tim peneliti dari Edinburgh menemukan bahwa dalam satu tahun, 17 persen dari 187 kasus TB pada kucing disebabkan oleh bakteri yang terdapat pada sapi. Penemuan ini disambut gembira oleh para peneliti. Mereka menjadi tahu bahwa ternyata kucing bisa menularkan TB.

Oleh sebab itu, dokter hewan menyarankan agar pemilik kucing berhati-hati terhadap peliharaannya. Terutama, saat kucing ini memiliki luka akibat perkelahian dengan luak atau kucing liar lainnya. Selain itu, untuk mengurangi risiko TB pada manusia, pemilik kucing juga hendaknya memvaksin si hewan manja ini

Baca Juga:  
Sumber: http://www.tempo.co/read/news/2013/07/01/060492454/Hati-hati-Kucing-Bisa-Tularkan-Tuberkulosis

Ilmuwan Temukan Cara Hilangkan Penyakit Darah Tinggi Sejak Muda

Obat Termurah untuk Tekanan Darah Tinggi
Asalasah ~ Sebuah tes darah yang murah dan sederhana bisa menyelamatkan ribuan orang dari masalah tekanan darah yang mengancam jiwa setiap tahun, para ilmuwan menyatakan. Penelitian dari Universitas Cambridge menunjukkan setidaknya satu dari sepuluh pasien tekanan darah tinggi -- jumlahnya mencapai 16 juta -- di Inggris bisa disembuhkan jika dilakukan diagnosis dini.

Studi difokuskan pada kondisi yang disebabkan oleh tumor kecil dan jinak dari kelenjar adrenal, organ penghasil hormon di atas ginjal. Meskipun sangat berbahaya, tumor ini dapat dideteksi dengan tes murah dan operasi sederhana.

Langkah ini, kata peneliti, bisa menghemat biaya untuk obat tekanan darah tinggi seumur hidup. Selain itu juga akan sangat mengurangi kemungkinan serangan jantung, stroke dan kondisi yang berpotensi fatal lainnya.

Pengobatan yang terbaik adalah untuk mereka yang berusia di bawah empat puluh tahun, dan sampai 10.000 pria dan wanita di usia dua puluhan dan tiga puluhan.

The British Heart Foundation menggambarkan penelitian sebagai 'perkembangan menarik', dan menekankan bahwa diagnosis dini sangat penting.

Tekanan darah tinggi mempengaruhi sepertiga dari orang dewasa dan tiga kali lipat risiko serangan jantung dan stroke. Dikenal sebagai silent killer, karena gejala awal yang nyaris tak diketahui, darah tinggi adalah penyebab tunggal terbesar kematian di seluruh dunia.

Jenis darah tinggi yang disebabkan oleh tumor jinak dari kelenjar adrenal cukup mengkhawatirkan. Mereka yang mengidapnya lima kali lebih mungkin untuk mengalami serangan jantung daripada mereka yang tekanan darah tingginya disebabkan oleh faktor lain, seperti merokok atau stres. Dokter telah lama mengetahui bahwa tumor meningkatkan tekanan darah.

Penelitian Cambridge, yang diterbitkan dalam jurnal Nature Genetics, menunjukkan tumor adrenal bertanggung jawab untuk satu dari sepuluh kasus darah tinggi. Peneliti memindai sejumlah pria dan wanita dengan tekanan darah tinggi untuk mendeteksi tumor ini, dan menemukan besaran tumor bervariasi pada kisaran 3 mm.

Tumor diyakini merupakan mutasi yang meningkatkan produksi aldosteron, hormon yang meningkatkan tekanan darah. "Menghilangkan tumor ini pada orang muda yang terdeteksi akan menghindarkan mereka dari tekanan darah tinggi dan menyelamatkan mereka dari obat-obatan seumur hidup," kata Profesor Morris Brown, salah satu peneliti.

Baca Juga:  
Sumber: http://www.tempo.co/read/news/2013/08/06/060502687/Obat-Termurah-untuk-Tekanan-Darah-Tinggi

Jalan Kaki Turunkan Risiko Terkena Penyakit Stroke

Jalan Kaki Turunkan Risiko Stroke
Asalasah ~ Peneliti Spanyol mengungkapkan pentingnya berjalan kaki setidaknya tiga jam per pekan bagi wanita. Wanita yang berjalan kaki setidaknya tiga jam per pekan ternyata lebih kecil kemungkinannya terserang stroke. Itu kalau dibandingkan wanita yang berjalan kurang dari tiga jam per pekan atau tak berjalan sama sekali.

“Pesan untuk penduduk secara umum tetap sama: melakukan aktivitas rutin secara moderat adalah baik untuk kesehatan Anda,” kata ketua peneliti, Jos Maria Huerta, dari Murcia Regional Health Authority di Spanyol seperti dikutip Reuters edisi 3 Januari 2013.

Penelitian-penelitian sebelumnya menunjukkan hubungan antara aktivitas fisik dan lebih kecilnya peluang terkena stroke, yang bisa disebabkan oleh adanya plak dalam arteri atau pecahnya pembuluh darah di otak.

Wanita yang berjalan kaki cepat selama 210 menit atau lebih per minggu mempunyai risiko lebih kecil terkena stroke. Peneliti membandingkannya dengan wanita yang beraktivitas lebih rendah atau mereka yang bersepeda dan tidak berolahraga keras untuk waktu yang lebih pendek.

Secara keseluruhan, hampir 33 ribu pria dan wanita menjawab kuisioner mengenai aktivitas fisik mereka. Kuisoner itu diberikan pada pertengahan 1990-an sebagai bagian dari proyek kanker Eropa. Untuk studi tersebut, Huerta dan timnya membagi partisipan berdasarkan jender, jenis olahraga, dan total waktu yang dihabiskan untuk berolahraga selama sepekan.

Penulis artikel penelitian ini, yang dipublikasikan di jurnal Stroke, mengecek bersama partisipan secara rutin berbagai jenis stroke. Selama 12 tahun mengikuti perkembangan partisipan, terjadi 442 kasus stroke pada pria dan wanita.

Huerta mengungkapkan hasil pada wanita yang rutin berjalan kaki menunjukkan 43 persen mengalami penurunan risiko stroke dibandingkan grup lain yang tak aktif. Namun tidak ada penurunan risiko pada pria berdasarkan jenis olahraganya.

“Kami tidak bisa menjelaskan secara pasti mengenai hal ini,” kata Huerta. Namun ia menduga pria yang ikut dalam studi ini mempunyai kondisi fisik lebih baik dibandingkan para wanita. Meski begitu, tak ada bukti pendukung dugaan ini.

Huerta menolak membandingkan hasil penelitiannya dengan populasi penduduk secara keseluruhan. Alasannya mayoritas partisipan dalam penelitian ini adalah para pendonor darah yang kesehatannya cenderung lebih baik karena harus menyumbangkan darah.

Menurut data American Heart Association, di Amerika, setiap tahun sekitar 795 ribu orang stroke. Artinya, satu orang Amerika stroke setiap 40 detik dan yang meninggal adalah satu orang per empat menit.

Beberapa survei juga menemukan penyebab stroke, satu diantaranya dehidrasi. Beberapa jenis buah diduga bisa mengurangi risiko stroke.

Baca Juga:  
Sumber: http://www.tempo.co/read/news/2013/01/05/060452214/Jalan-Kaki-Turunkan-Risiko-Stroke

Sabtu, 10 Agustus 2013

Remaja Tanpa Hidung Ini Akan Jalani Operasi Terakhir

Operasi Akhir Gadis Tanpa HidungAsalasah ~ Gadis remaja berusia 17 tahun yang terlahir tanpa hidung kini tengah bersiap menjalani operasi terakhirnya. Dengan penuh semangat ia menyambut operasi ini. Untuk membangun kembali wajahnya, terutama bagian hidung, dokter akan menggunakan tulang dari tulang rusuknya.

“Cassidy Hooper akan menjalani operasi akhir pada tanggal 31 Juli mendatang,” tulis Daily Mail. Operasi sebelumnya dilakukan di bulan Juni. Pada operasi ini, dokter mempersiapkan lipatan kulit untuk hidungnya.

Cassidy terlahir tanpa mata dan hidung. Dalam 6 tahun belakangan, ia menjalani operasi untuk merekontruksi wajahnya. Kini, keinginannya untuk bernapas dan mencium dengan hidung sendiri akan segera terwujud.

Tidak diketahui penyebab pasti kasus unik Cassidy yang terlahir tanpa mata dan hidung. Ini merupakan cacat lahir yang terjadi sejak 2 minggu pertama kehamilan.

Dokter Sherard A. Tatum  akan menangani operasi terakhir Cassidy. Ia akan melakukan serangkaian operasi dengan pendekatan berlapis. Pertama. Ia menampatkan membran dalam hidung. Kemudian, ia membuat struktur hidung dengan menggunakan tulang rawan dan tulang tengkoraknya. Dan terakhir, dokter akan menutupinya dengan lapisan kulit.

Baca Juga:  


  • [27] Ternyata Emas Bumi Berasal dari "Bencana" Kosmos
  • [27] Peneliti Menemukan Virus Terbesar Yang Pernah Ada
  • [27] Tubuh Gemuk Itu Turunan Atau Pola Gaya Hidup?


  • Sumber: http://www.tempo.co/read/news/2013/07/25/060499637/Operasi-Akhir-Gadis-Tanpa-Hidung

    Langka, Anak Ini Menderita Dua Jenis Leukemia

    Bocah Ini Menderita Dua Jenis Leukemia Sekaligus
    Asalasah ~ Bocah perempuan berusia 7 tahun menderita dua jenis leukemia sekaligus. Kondisi ini diketahui merupakan satu-satunya yang terjadi di dunia. Kondisi ini disebut Dual Hit Leukaemia dalam istilah kedokteran.

    “Lauryn Robinson menderita Acute Lymphoblastic Leukaemia dan Non-Hodgkin Lymphoma,” tulis Daily Mail, Senin, 29 Juli 2013. Dokter belum pernah melihat kondisi ini sebelumnya. Oleh sebab itu, Lauryn memerlukan perawatan yang sangat hati-hati.

    Sebagai pasien yang mengalami dua penyakit leukemia sekaligus, Lauryn terlhat begitu bugar dan sehat. Hingga pada Maret tahun ini, ia mulai mengalami pembengkakan di wajah. Ia pun dibawa ke rumah sakit.

    Semula, dokter mendiagnosis Lauryn menderita Acute Lymphoblastic Leukaemia. Leukemia jenis ini menjangkiti ratusan anak setiap tahunnya. Kemoterapi pun dilakukan. Namun sayang, ini justru memperuruk kondisi Lauryn, hingga ia menderita kejang dan stroke ringan.

    Dokter pun melakukan pemeriksaan lebih mendalam. Hingga akhirnya ditemukan, Lauryn juga mengidap Non-Hodgkin Lymphoma, jenis lain leukemia. Dual Hit Leukaemia, merupakan kondisi yang begitu langka. Ini hanya terjadi pada satu dari 2 miliar orang di dunia.

    “Kami belum pernah mendengar Dual Hit Leukaemia sebelumnya. Namun, itulah yang diucapkan dokter,” ujar ibunda Lauryn, Emma. “Mereka juga berkonsultasi dengan dokter ahli lainnya. Pasalnya, mereka belum pernah melihat kondisi ini sebelumnya.”

    Hingga saat ini, Lauryn belum mendapatkan donor sumsum yang cocok untuk membantunya sembuh. Ia hanya diberi obat-obatan dan perawatan intensif. Meskipun demikian, Lauryn tetap ceria dan optimis. Ia akan mampu menjadi seorang “manusia spesial” dari 2 miliar orang di dunia.
     
    Sumber: http://www.tempo.co/read/news/2013/07/30/060500859/Bocah-Ini-Menderita-Dua-Jenis-Leukemia-Sekaligus

    Kamis, 25 Juli 2013

    Ilmuwan Berhasil Temukan Cara Sembuhkan Sindrom Down

    Ilmuwan Temukan Cara Sembuhkan Sindrom Down
    Asalasah ~ Kabar gembira bagi para penderita sindrom Down. Tim ilmuwan dari University of Massachusetts Medical School di Worcester, Amerika Serikat, telah menemukan cara baru untuk menyembuhkan kelainan genetik itu.

    Penelitian dilakukan dengan mengambil sel kulit dari laki-laki penderita sindrom Down dan "memutar ulang" mereka kembali ke tahap embrio.

    "Kromosom ekstra yang menyebabkan sindrom Down harus dibungkam," kata pemimpin penelitian, Jeanne Lawrence, seperti dikutip Newscientist, Jumat 19 Juli 2013.

    Penderita sindrom Down memiliki salinan ekstra kromosom 21 yang mengubah cara sel-sel mereka berkembang. Ke dalam kromosom ekstra ini, Lawrence dan timnya menyisipkan salinan gen XIST. Gen yang ditemukan dalam kromosom X ini berfungsi membungkamnya. Gen XIST biasanya diperlukan untuk menekan satu dari dua kromosom X pada wanita.

    Pengaktifan gen XIST seketika membungkam ekspresi kromosom 21. Akibatnya, sel-sel tubuh dapat berkembang normal dan dalam dua pekan telah membentuk kumpulan neuron yang membentuk sistem saraf pusat. "Efek ini tidak dijumpai pada sel yang tidak disisipi XIST," ujar Lawrence.

    Aktivasi gen XIST juga mencegah ekspresi gen APP pada kromosom ekstra yang memicu pembentukan beta-amiloid, protein yang berkaitan dengan penyakit Alzheimer dan yang mempercepat perkembangan sindrom Down.

    Robin Lovell-Badge dari National Institute of Medical Research di London mengatakan intervensi dalam embrio hidup tidak mungkin dilakukan. "Saya tidak yakin cara ini bisa diterapkan di semua sel bersamaan dengan diagnosis sindrom Down," kata dia mengomentari penelitian Lawrence.

    Adapun menurut Elizabeth Fisher dari University College London, temuan Lawrence tetap berpotensi digunakan untuk mengobati beberapa gejala sindrom Down. Caranya dengan membungkam kromosom di daerah tertentu pada tubuh.

    Baca Juga:  
    Sumber: http://www.tempo.co/read/news/2013/07/19/061498000/Ilmuwan-Temukan-Cara-Sembuhkan-Sindrom-Down