Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan

Minggu, 15 September 2013

Mualaf UAE Mantapkan Semangat Berislam

Kota di Uni Emirat Arab
Asalasah ~ Suasana haru mewarnai silaturahim mualaf yang diselenggarakan Islamic Center Dubai, Ahad kemarin. Silaturahim ini dihadiri 250 mualaf dari berbagai negara yang bekerja di Uni Emirat Arab (UAE).

"Saya merasa berbeda sekarang. Memang tidak mudah bagi kami (mualaf) dalam beradaptasi sebagai Muslim. Tapi Allah SWT membantu kami dengan kemudahan," kata Fatima, perwakilan mualaf.

Silaturahim ini merupakan ajang pertemuan bulanan para mualaf. Dalam wadah ini, mereka berbagi pengalaman satu sama lain, dan pemantapan dasar-dasar Islam. "Ini sangat kami butuhkan, keluarga kami ada belum menerima status baru kami. Tapi Insya Allah, mereka akan menerimanya," ungkap Fatimah.

Direktur Islamic Center Dubai, Rashid Al-Junaibi menilai pertemuan macam ini sangat membantu mereka (para mualaf) untuk saling mengenal satu sama lain sembari mendalami ajaran Islam. "Tentu, acara ini sangat membantu mereka menuju hidayah Allah, menjawab pertanyaan, menghilangkan kesalahpahaman tentang Islam," kata dia.

Ahmed Hamed, salah seorang pembimbing mualaf mengatakan memantapkan keyakinan dasar Islam sangat penting. Dasar inilah yang akan menjadi modal utama ketika mereka menghadapi tantangan.

"Ya, mereka akan menghadapi banyak tantangan. Pertemuan ini akan mengisi ulang kemantapan terhadap Islam," kata dia.

Sejak beberapa tahun terakhir, Islamic Center mulai aktif berdakwah dikalangan ekspatriat. Tahun kemarin, Islamic Center telah mengislamkan sebanyak 1.950 orang, dan tahun ini sudah mencapai 1.200 orang.

Baca Juga:  

  • Pria Lebih Sering Alami Kematian Mendadak Dibanding Wanita
  • Jangan Langsung Sikat Gigi Setelah Makan, Bahaya
  • Ular Boa di Amazon Telan Seekor Monyet


  • Sumber: http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/mualaf/13/09/02/mshq3h-mualaf-uae-mantapkan-semangat-berislam

    Jumat, 13 September 2013

    Dubai, Kota Islam Paling Bebas, Hingga Boleh Topless

    beaches in dubai 300x198 Dubai; Negara Arab dengan Klub Telanjang yang Banyak
    Asalasah ~ DUBAI memang negara Arab, dan juga dengan mayoritas Islam penduduknya. Namun jangan heran, jika berjalan-jalan ke pantainya, banyak wanita tengah berjemur dengan—maaf—bagian atas badannya tanpa mengenakan apapun alias topless.

    Menurut gulf news, Dubai juga menjadi salah satu negara dengan tingkat perkembangan nude club cukup banyak, terutama di wilayah Timur Tengah.

    Reaksi penduduk Dubai adem-ayem saja. Begitu juga dengan pemerintahnya. Ironisnya, kecaman yang datang justru berasal dari Inggris. Adalah Foreign and Commonwealth Office (FCO) milik Inggris yang mengeluarkan pernyataan bahwa berlaku topless dan nude club sesuatu yang berlawanan dengan hukum dan budaya Dubai.

    FCO telah secara rasmi memberikan peringatan yang keras kepada warga negaranya yang melakukan perjalanan ke luar negeri—utamanya Arab, dan khususnya Dubai—jika tertangkap telanjang di negara ini akan dikenakan sanksi yang tidak ringan. Kedutaan besar Inggris sendiri sudah mengeluarkan panduan seperti kampanye “Kenali Kemana Anda Pergi” agar warga negaranya dapat berlaku sopan di negara yang sedang dikunjungi.

    Disinyalir, selama ini yang meramaikan Dubai dengan perempuan tanpa baju di pantai dan nudist club-nya adalah pelancong yang berasal dari Eropa. Sebelumnya, Inggris juga menjadi salah satu negara yang warga negaranya banyak melakukan hal seperti itu di Dubai. [sa/islampos/gulfnews]

    Baca Juga:  

    Selasa, 10 September 2013

    Menangis Karena Satu Ayat Al-Qur'an

    shalat-malamAsalasah ~ Pada suatu malam, Muhammad Ibnu al-Munkadir melakukan Qiyamullail, ia menangis bahkan semakin keras menangis sehingga keluarganya kaget lalu bertanya, “Apa yang menyebabkanmu menangis seperti ini.?” Mereka merasa heran, apalagi tangannya semakin keras.

    Kemudian keluarganya menemui Abi Hazm untuk memberitahukan masalah ini. Abu Hazm datang ke rumahnya sementara ia pun masih dalam keadaan menangis. Beliau bertanya, “Wahai saudaraku, apa yang membuatmu menangis seperti ini, tangisan yang membuat keluargamu keheranan.?” Dia menjawab, “Aku tadi membaca salah satu ayat al-Qur’an.” Beliau bertanya, “Aya apa gerangan.?” Ia menjawab, “

    وَبَدَا لَهُمْ مِنَ اللهِ مَا لَمْ يَكُوْنُوْا يَحْتَسِبُوْنَ
    “Dan jelaslah bagi mereka azab dari Allah yang belum pernah mereka perkirakan.” (QS.az-Zumar:47)

    Abu Hazm pun ikut menangis bahkan semakin keras tangisan keduanya. Kemudian salah seorang keluarga al-Munkadir berkata, “Kami memanggilmu untuk menenangkan kami dari tangisnya, mengapa engkau malah menambah susah kami.?”

    Kemudian beliau membertahu penyebab mereka berdua menangis.

    Baca Juga:  

    Senin, 02 September 2013

    Liga Muslim Dunia Lawan Islam Phobia

    Lambang Rabithah Al-Alam Al-Islam (Liga Dunia Islam)..
    Asalasah ~ Liga Muslim Dunia meminta Indonesia membuat dan mengelola 'website' Islam internasional. Permintaan itu sebagai upaya mengimbangi berkembangnya 'Islamphobia' melalui media sosial.

    Belum lama ini, Islamphobia kembali terjadi, menyusul penayangan film 'Innocence of Muslims' dan kartu Nabi Muhammad SAW, yang menghujat Rasulullah SAW dan umat Islam. Fiilm dan kartun Nabi itu memprovokasi kekerasan di seluruh jagat.

    Permintaan itu disampaikan Sekjen Liga Muslim Dunia (Rabithoh Alam Islami), Abdullah bin Abdul Muhsin Al-Turki saat bertemu Sekjen Kementerian Agama RI, Bahrul Hayat dan Kepala Biro Hukum Kerja Sama Luar Negeri, Mubarak di Mekkah, Arab Saudi, Selasa (25/9).

    Dalam pertemuan itu dipresentasikan rancangan 'website' IslammediaWML.org oleh anggota delegasi Indonesia Akhmad Kusaeni, yang juga Wakil Pemimpin Redaksi LKBN-ANTARA dan Ikhwanul Kiram dari Republika.

    "Kami berharap agar website ini segera diluncurkan pada bulan Desember 2013. Insya Allah saya akan datang ke Jakarta," kata Direktur Jenderal untuk Media dan Kebudayaan WML, Hasan Al Ahdal.

    Bahrul Hayat menyatakan pembuatan 'website' IslammediaWML.org itu untuk menindaklanjuti rekomendasi Pertemuan Media Islam Internasional di Jakarta pada Desember 2011. Saat itu, Indonesia ditunjuk menjadi Komite Tindaklanjut Konferensi, salah satunya membuat 'website'.

    "IslammediaWML.org, juga untuk mempromosikan Islam yang cinta damai agar kesalahfahaman tentang Islam bisa dikurangi," imbuh Bahrul.

    Baca Juga:  
    Sumber: http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/12/09/26/mawo6b-liga-muslim-dunia-lawan-islamphobia

    Selasa, 13 Agustus 2013

    Komunitas Punk Rock Myanmar Mendukung Muslim Rohingya

    Dukungan Komunitas Punk Rock Untuk Muslim Rohingya
    Asalasah ~ Musisi beraliran Punk Rock yang identik dengan rambut merah muda, jaket kulit atau tato tengkorak, seringkali disebut sebagai pemberontak. Namun kali ini, mereka memberontak kekerasan agama di negaranya sendiri. Seperti kelompok Punk Rock di Yangon, Myanmar, yang justru memberontak untuk membela warga muslim Rohingya.

    Sementara kalangan lainnya hanya bisa berdiam atas kasus ini, kelompok punk rock di Myanmar justru terang-terangan menentang tindakan biksu Budha yang mereka anggap menimbulkan tindak kekerasan terhadap warga Muslim Rohingya. "Jika mereka biarawan nyata, aku akan tenang, tetapi mereka tidak," kata Kyaw Kyaw, vokalis Rebel Riot.  Bersama bandnya, seperti dilansir Washingtonpost, ia  membanting kemunafikan agama dan gerakan anti-Muslim yang dikenal sebagai “969”.

    “Diam dan tidak berbuat apa-apa juga sama bahayanya dengan massa yang meratakan masjid dan bersorak ketika Muslim diburu dan dipukuli sampai mati dengan rantai dan pipa logam," kata Michael Salberg, direktur urusan internasional di Liga Anti-Fitnah yang berbasis di AS.

    Saat kekuasaan junta militer Myanmar sudah berakhir dan digantikan oleh pemerintahan reformis yang dipimpin oleh Presiden Thein Sein. Saat ini Myanmar justru dipenuhi konflik komunal yang diduga didorong oleh kelompok penghasut.

    Bagi banyak orang, menjadi biksu merupakan bagian penting dan paling dihormati masyarakat. Namun di Myanmar, beberapa dari mereka justru mengklaim warga Muslim sebagai  ancaman bagi budaya dan tradisi mereka.

    Seperti Wirathu, seorang pembicara karismatik dan pendukung 969. Ia menyerukan pemboikotan toko-toko milik warga muslim. Ia juga melarangan pernikahan antara perempuan dan laki-laki Muslim, karena menurutnya hal tersebut dapat meningkatkan anka kelahiran warga Muslim.

    "Yang dapat saya katakan adalah, orang harus melihat pada ajaran dasar Buddha dan bertanya pada diri sendiri, apakah maksudnya hal ini? Ajaran Buddha sesungguhnya mengajarkan untuk berbuat kebaikan dan menciptakan kedamaian untuk semua kalangan manusia," Kata Ye Ngwe Soe, 27 tahun,  vokalis dari No U Turn, Band punk rock paling populer di negara tersebut.

    Ye Ngwe Soe juga menulis lagu tentang  "Perang Manusia", setelah terjadi kekerasan terhadap Muslim Rohingya di negara bagian Rakhine yang mulai tumpah ke daerah lain. "Ketika saya pergi ke beberapa daerah perkotaan, aku mendengar mereka berbicara tentang 969, membenci Muslim, dan bertindak anarkis. Seharusnya tidak seperti ini,” jelas Ye Ngwe Soe.

    Selama pemerintahan militer, komunitas punk rock juga gemar melakukan kampanye membela umat Muslim yang dilakukan secara rahasia. Bisa bertempat di gedung kosong, rel kereta api atau tempat-tempat lainnya. Beberapa orang di komunitas tersebut bahkan terkadang sering ditakut-takuti oleh ancaman penangkapan dan pemenjaraan.

    Kyaw Kyaw mengungkapkan, "walaupun aku tidak bisa mengubah dunia, atau Myanmar, atau bahkan Yangon, aku setidaknya bisa mempengaruhi orang di sekelilingku."

    "Pihak berwenang mungkin bisa menangkap kami, tapi kami tidak peduli, diserang oleh kelompok tertentu pun kami tidak peduli.  Kami telah mempersiapkan diri untuk membela umat muslim Rohingya." jelas Kyaw kyaw.

    Baca Juga:  

  • [17] Facebookan di Luar Negeri, Gadis Ini Habis Pulsa Rp 57 Juta
  • [17] Beberapa Komponen BlackBerry di Buat di Indonesia
  • [17] Jika Suami Hanya Bisa Dua Menit

  • Sumber: http://www.tempo.co/read/news/2013/08/06/118502761/Dukungan-Komunitas-Punk-Rock-Untuk-Muslim-Rohingya

    Senin, 12 Agustus 2013

    Gubernur Tokyo Minta Maaf Kepada Umat Islam

    Asalasah ~ Gubernur Tokyo meminta maaf atas komentarnya mengenai negara-negara Islam dan tentang Istanbul, saingan utama Tokyo dalam perebutan menjadi tuan rumah Olimpiade 2020.

    Naoki Inose
    Dalam wawancara dengan surat kabar New York Times, Gubernur Naoki Inose mengatakan satu-satu persamaan yang dimiliki negara-negara Islam adalah Allah, tetapi negara-negara itu saling berperang.
    "Saya meminta maaf. Saya meminta maaf karena pernyataan saya bisa disalahartikan oleh orang-orang di dunia Islam, jadi saya jelas meminta maaf atas hal ini," kata Naoki Inose di Tokyo, Selasa (30/04).

    Tokyo bersaing melawan Istanbul dan Madrid untuk menjadi tuan rumah Olimpiade 2020 untuk kedua kalinya setelah tercatat sebagai kota pertama di Asia yang menjadi tuan rumah pada 1964.

    Reaksi IOC

    Wartawan BBC di Tokyo Rupert Wingfield-Hayes melaporkan Noaki Inose mungkin baru saja melakukan kekeliruan besar bagi upaya Tokyo menjadi tuan rumah Olimpiade.
    "Saya meminta maaf. Saya meminta maaf karena pernyataan saya bisa disalahartikan oleh orang-orang di dunia Islam, jadi saya jelas meminta maaf atas hal ini." Naoki Inose

    "Memberikan kecaman kepada saingan-saingan dilarang keras berdasarkan peraturan Komite Olimpiade Internasional," jelasnya. Kantor berita Kyodo melaporkan pernyataan gubernur Tokyo ini telah menjadi perhatian Komite Olimpiade Internasional (IOC). Presiden Komite Olimpiade Jepang Tsunekazu Takeda telah menerima surat elektronik dari IOC guna mencari tahu duduk persoalannya.
    Takeda menegaskan Gubernur Naoki Inose sangat paham akan peraturan IOC.
    Permintaan maaf gubernur yang sebelumnya menjadi sejarawan dan wartawan itu disampaikan ketika Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe dijadwalkan tiba di Arab Saudi dalam rangkaian lawatan yang juga meliputi Turki.

    Baca Juga:  

  • [13] Bukti iPhone Murah Degan Beragam Pilihan Warna
  • [13] SolePower, Isi Baterai Ponsel Dengan Berlari Saja
  • [13] Beberapa Penyebab Kenapa Cepat Merasa Lelah

  • Sumber: http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/04/130430_jepang_muslim_gubernur.shtml

    Rabu, 07 Agustus 2013

    Jumlah Mualaf Amerika dari Etnis Latin Meningkat Pesat

    Muslim Hispanik
    Asalasah ~ Dari sekian banyak etnis yang tinggal di Amerika Serikat, Latin atau hispanik menunjukkan ketertarikan yang sangat pada agama Islam. Dalam satu dekade, jumlah etnis Latin yang memeluk Islam meningkat dua kali lipat.

    World Magazine mengabarkan, komunitas mualaf terbesar didominasi oleh etnis Afrika-Amerika, yakni sebesar 64 persen. Kendati demikian, angka peningkatan mualaf justru terjadi pada etnis Latin. Menurut majalah Kristiani tersebut, etnis yang mengambil 17 persen demografi Amerika itu mulai menunjukkan ketertarikan pada Islam sejak tahun 2000.

    Di tahun 2000, sekitar 6 persen dari total mualaf beretnis Latin. Namun kemudian di tahun 2010 angka telah meningkat dua kali lipat. Pun berdasarkan survei masjid AS tahun 2011. Disebutkan bahwa Latin mengambil bagian 12 persen dari total mualaf AS. Menurut American Muslim Council, pada tahun 2006 jumlah muslim hispanik diperkirakan telah mencapai sekitar 200 ribu.

    Menurut Imam masjid di Manhattan, Shamsi Ali, sebagian besar mualaf Latin berasal dari kalangan pendidikan, profesional dan wanita. Ia juga menuturkan, peningkatan angka mualaf hispanik terjadi sejak insiden 9/11. Bom teror yang menyudutkan Islam justru membuat warga etnis Latin tertarik pada Islam. "Meski tragedi 9/11 menyebabkan diskriminasi pada muslim, namun banyak non-muslim yang sebelumnya tak pernah mengenal Islam justru bertanya-tanya tentang makna Islam," ujarnya dikutip dari halaman Patheos.

    Ketua Umum Studi Islam di American University, Washington D.C, Ahmad Akhar menuturkan, ketertarikan warga Latin pada Islam karena pencarian spiritualitas. Sifat monoteisme dan sistem keimanan yang terstruktur pada Islam lah yang menarik hati mereka hingga mendapat hidayah. Selain itu, beberapa tahun terakhir, banyak literatur Islam yang diterjemahkan dalam bahasa Spanyol. Alhasil, mereka dapat dengan mudah mengakses sumber-sumber keislaman.

    "Dengan memeluk Islam, beberapa warga Latin merasa seolah-olah terhubung pada akar Spanyol mereka yang tertanam sejak 800 tahun lalu dalam sejarah Islam di Spanyol Tenggara seperti Granada, Cordova, Seville dan Andalusia," tuturnya.

    Menurut Antropolog Pendidikan Islam di Universitas Columbia, Louis Cristillo, tren pertumbuhan warga Latin AS yang memeluk Islam dapat dilihat dengan banyaknya organisasi lokal dan nasional yang dibentuk untuk membantu para mualaf Latin. Mereka bergerak di dunia maya dan banyak membantu etnis Latin mengenal Islam. Bahkan tak hanya itu, muslim Latin di AS bahkan memiliki acara tahunan "Hispanic Muslim Day".

    AS menjadi rumah bagi 2,5 juta muslimin. Angka muslimin AS terus meningkat sejak tragedi 9/11. Menurut sensus agama oleh Asosiasi Statistik dari Badan Keagamaan Amerika tahun lalu, jumlah muslimin meningkat dua kali lipat selama satu dekade. Tahun 2010 lalu, muslimin AS hanya berjumlah sekitar satu juta orang. Peningkatan tersebut diakibatkan dengan banyaknya mualaf disertai dengan adanya migrasi

    Baca Juga:  
    Sumber: http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/mualaf/13/07/29/mqo6tg-alhamdulillah-jumlah-mualaf-dari-etnis-latin-meningkat-pesat-di-as

    Selasa, 30 Juli 2013

    Akhir Zaman, Banyak Pembicara, Ulama Sedikit

    http://asalasah.blogspot.com/2013/07/akhir-zaman-banyak-pembicara-ulama.htmlAsalasah ~Oleh: Mohammad Fauzil Adhim

    Merenungi hadis Nabi shallaLlahu ‘alaihi wa sallam:

    إِنَّكُمْ أَصْبَحْتُمْ فِي زَمَانٍ كَثِيْرٍ فُقَهَاؤُهُ، قَلِيْلٍ خُطَبَاؤُهُ، قَلِيْلٍ سُؤَّالُهُ، كَثِيْرٍ مُعْطُوهُ، الْعَمَلُ فِيْهِ خَيْرٌ مِنَ الْعِلْمِ. وَسَيَأْتِي زَمَانٌ قَلِيْلٌ فُقَهَاؤُهُ، كَثِيْرٌ خُطَبَاؤُهُ، كَثِيْرٌ سُؤَّالُهُ، قَلِيْلٌ مُعْطُوهُ،الْعِلْمُ فِيْهِ خَيْرٌمِنَ الْعَمَلِ

    “Sesungguhnya kalian hidup di zaman yang fuqahanya (ulama) banyak dan penceramahnya sedikit, sedikit yang minta-minta dan banyak yang memberi, beramal pada waktu itu lebih baik dari berilmu. Dan akan datang suatu zaman yang ulamanya sedikit dan penceramahnya banyak, peminta-minta banyak dan yang memberi sedikit, berilmu pada waktu itu lebih baik dari beramal.” (HR. Ath-Thabrani).

    Hadis ini cukuplah untuk menunjukkan kepada kita bahwa penceramah agama belum tentu dan bahkan boleh jadi amat sangat jauh dari kualifikasi seorang faqih. Seseorang dapat berceramah secara memukau, meski ia sama sekali tak memiliki kualifikasi sebagai ulama.

    Dan di akhir zaman, akan semakin banyak yang demikian itu. Disebut ustadz, tetapi sesungguhnya ia hanya patut digelari sebagai penceramah.

    Dan aku dapati, diriku bukan termasuk orang yang telah memiliki kepatutan sebagai ‘alim. Ingin rasanya menjadi seorang yang memiliki kedalaman ilmu dien, tapi rasanya baru berkelayakan menjadi penyampai saja (muballigh).

    Memudah-mudahkan menyebut seseorang sebagai ustadz, padahal tak ada kepatutan sedikit pun meski amat pandai bicara, mengingatkanku pada sebuah hadis (yang rasanya lebih tepat menggambarkan keadaan diriku). Inilah masa ketika pembicaraan dibuka sehingga setiap orang dapat berbicara tentang apa saja, bahkan mengenai perkara yang ia tak memiliki ilmunya sedikit pun.

    Mari kita renungi hadis ini:

    مِنْ اقْتِرَابِ السَّاعَةِ أَنْ تُرْفَعَ الأَشْرَارُ وَ تُوْضَعَ الأَخْيَارُ وَ يُفْتَحَ الْقَوْلُ وَ يُخْزَنَ الْعَمَلُ وَ يُقْرَأُ بِالْقَوْمِ الْمَثْنَاةُ لَيْسَ فِيْهِمْ أَحَدٌ يُنْكِرُهَا قِيْلَ : وَ مَا الْمَثْنَاةُ ؟ قَالَ : مَا اكْتُتِبَتْ سِوَى كِتَابِ اللهِ عَزَّ وَ جَلَّ

    “Di antara (tanda) dekatnya hari kiamat adalah dimuliakannya orang-orang yang buruk, dihinakannya orang-orang yang terpilih (shalih), dibuka perkataan dan dikunci amal, dan dibacakan Al-Matsnah di suatu kaum. Tidak ada pada mereka yang berani mengingkari (kesalahannya)”. Dikatakan: “Apakah Al-Matsnah itu ? beliau menjawab: “Semua yang dijadikan panduan selain kitabullah ‘Azza wa Jalla.” (HR. Al-Hakim).

    Sebagian di antara makna al-matsnah adalah perkataan-perkataan atau literatur yang tidak memiliki dasar dalam agama, atau sesuatu yang seakan berasal dari agama, tetapi lebih merupakan perkataan-perkataan orang dalam satu kelompok, tetapi perkataan itu ditempatkan lebih tinggi daripada nash agama. Wallahu a’lam bish-shawab.

    Baca Juga:  

    Senin, 29 Juli 2013

    Imam Syafi'i Khatam Qur'an Sebanyak 60 Kali Tiap Ramadhan

    http://asalasah.blogspot.com/2013/07/imam-syafii-khatam-quran-sebanyak-60.html
    Asalasah ~  SUDAH berapa juz yang Anda baca hari ini? Atau mungkin sudah beberapa kali khattam ya.  Ramadhan dan Al Quran memang dua kenikmatan tak ternilai yang diberikan Allah kepada kita. Keduanya saling melengkapi, seolah tak terpisahkan. Ada ikatan hakikat dan fisik antara Al Quran dengan Ramadhan. Ikatan tersebut adalah Allah menurunkan Al Qur’an di bulan Ramadhan, juga mewajibkan puasa.

    Bagi Allah, membaca Al Quran merupakan ibadah paling utama di bulan Ramadhan yang suci ini, karena dengan senantiasa membaca Al Qur’an, kita mendapatkan banyak kebaikan.

    Dipilihnya Ramadhan menjadi bulan puasa adalah karena Al Quran diturunkan pada bulan itu. Bahkan dalam tafsir Ibnu Katsir dijelaskan bahwa kitab-kitab Allah yang diturunkan kepada nabi-nabi yang lain juga diturunkan pada bulan Ramadhan.

    Rasulullah saw bersabda, “Al Quran ini adalah hidangan Allah, maka terimalah hidangan ini sesuai kemampuan kalian. Al Qur’an ini adalah tali Allah, cahaya yang terang, obat yang bermanfaat. Terpeliharalah orang yang berpegang teguh dengannya, dan keselamatanlah bagi yang mengikutinya. Jika akan menyimpang, maka diturunkan, tidak terputus keajaibannya, tidak lapuk karena banyak diulang. Bacalah. karena Allah akan memberikan pahala bacaan kalian setiap huruf sepuluh kebaikan. Aku tidak mengatakan alif lam mim satu huruf, tetapi alif satu huruf, lam satu huruf dan mim satu huruf.” (HR. Al Hakim)

    Imam As Syafi’i mengkhatamkan Al Quran 60 kali selama bulan Ramadhan, di luar yang ia baca dalam shalat tarawih. Imam Abu Hanifah juga melakukan hal yang sama. Sebagian dari orang-orang shalih ada yang khatam setiap pekan dan ada pula yang khatam setiap sepuluh hari.

    Ibnu Abdul Hakam berkisah tentang Imam Malik. ia berkata “Apabila masuk Ramadhan, biasanya Imam Malik meninggalkan membaca hadits dan majelis-majelis ilmu untuk mengkhususkan diri membaca Al Qur’an dengan melihat mushaf. Katanya “Ini bulan Al Quran, tidak pantas ada perkataan yang menyibukkan dari Al Quran.”

    Hal yang sama juga dilakukan oleh Imam Ahmad. Konon, Imam Ahmad bin Hambal apabila memasuki bulan Ramadhan menutup majelis fatwanya dan duduk di masjid untuk berdzikir dan membaca Al Quran. Sedang Az Zuhry rahimahullah, apabila telah masuk bulan Ramadhan, ia berkata, “Ini adalah bulan membaca Al Quran dan bulan memberi makan (orang yang membutuhkan)”

    Orang-orang shalih itu tidak hanya mengkhatamkan Al Qur’an melalui bacaan mushaf. Sebagian mereka biasa mengkhatamkan Al Quran dalam shalat pada setiap tiga malam. Sebagian lagi pada setiap sepuluh malam. Diantara mereka ada Abu Raja’ Al Atharly rahimahullah.

    Ali bin Abi Thalib ra pernah berkata, “Ketahuilah tidak ada kebaikan dalam lbadah kecuali dengan ilmu, tidak ada kebaikan dalam ilmu kecuali dengan pemahaman, dan tidak ada kebaikan dalam membaca Al Qur’an kecuali dengan tadabbur.”

    Asy Syahid Sayyid Quthb mengatakan dalam muqadimmah tafsirnya, “Hidup dalam naungan Al Quran adalah nikmat. Nikmat yang hanya diketahui oleh siapa yang telah merasakannya. Nikmat yang akan menambah usia, memberkahi dan menyucikannya.

    Seperti juga dikatakan Imam Al Maraghi, “Ada dua kenikmatan di bulan Ramadhan, yaitu nikmat membaca Al Quran dan nikmat puasa. Nikmat ilmu dan cahaya (nur) serta hidayah yang diperoleh dari membaca Al Quran, dan nikmat sarana untuk menerima penghargaan anugera ini diperoleh dari (bulan) puasa.”

    Memperbanyak membaca Al Qur’an dan atau mentadabburinya di bulan ini adalah dua hal yang bisa kita gabungkan. Atau mengkhususkan salah satunya. Semua akan berpahala besar sebagai penyempurna ibadah puasa kita.

    Bagi seorang Muslim, pada bulan Ramadhan berkumpul dua jihad atas dirinya; jihad di waktu siang dalam rangka berpuasa, serta jihad di waktu malam dalam rangka shalat dan membaca Al Qur’an. Barangsiapa yang mengumpulkan kedua jihad ini, serta menunaikan keduanya seraya bersabar, maka pahalanya akan dipenuhi tanpa batas.

    Ka’ab berkata, “Pada hari kiamat akan terdengar seruan, “Sesungguhnya setiap orang yang menanam akan diberikan apa yang ditanamnya disertai tambahan, hanya para ahli Al Quran dan puasa diberikan pahala mereka tanpa batasan.”

    Pergunakan kesempatan sebaik mungkin untuk mendekatkan diri kepada Allah melalui tilawah Al Quran. Waktu terus berputar dan tidak akan pernah kembali. Jangan sampai kita menyesal, karena tidak pernah berinteraksi dengan Al Quran, yang pada bulan Ramadhan akan menjadi ladang amal kita yang luar biasa dan mendapatkan keberkahan dari Allah SWT.

    Baca Juga:  

    200 Juta Muslim Kalah oleh Seorang di Balik Uang Kertas

    http://asalasah.blogspot.com/2013/07/200-juta-muslim-kalah-oleh-seorang-di.htmlAsalasah ~ Oleh: Nurman Kholis

    PADA masa Rasulullah SAW hingga masa Sayidina Abu Bakar, umat Islam gunakan dinar (uang emas) dari Romawi yang ada inskripsi kristiani berikut salib dan gunakan dirham (uang perak) dari Persia berikut inskripsi Majusi dan gambar Kisra.

    Namun, pada masa Kekhalifahan sayidina Umar RA, tahun 20 H beliau menambahkan inskripsi Islami seperti basmalah, Allahu Akbar dsb pada dirham sehingga dalam uang perak ini bercampur inskripsi Majusi dan Islami. Namun, pada masa Kekhalifahan Abdul Malik bin Marwan, dinar dan dirham dicetak dengan inskripsi Islami tanpa inskripsi Kristiani dan Majusi. Jadi, jika mengacu kepada hadits dalam pengertian segala ucapan, perbuatan, dan ketentuan yang disandarkan kepada Nabi, berarti dinar dan dirham itu berinskripsi Kristiani dan Majusi.

    Namun, jika mengacu kepada sunnah dalam pengertian tradisi yang dilakukan oleh Nabi dan juga para khalifahnya yang lurus, berarti pada mata uang tsb harus berinskripsi Islami. Berdasarkan catatan sejarah, tidak ada seorang pun yang memprotes ijtihad sayidina Umar dan Abdul Malik bin Marwan RA tersebut.

    Lalu bagaimana dengan jumlah rakaat shalat sunnah berjamaah Tarawih yang 20 rakat, dengan shalat berjamaah Tarawih 11 rakat yang muncul belakangan?

    Barangkali salah satu penyebab kemunduran umat Islam di Indonesia ini juga karena sibuk berdebat tentang angka 11 dan 20 pada jumlah rakaat tarawih, namun diam saja terhadap angka 1 dolar tahun 1946 = rp 2 kini = rp. 10.000 hingga berbagai kekayaan alam di negeri ini semakin murah dan mudah ditukar dengan kertas-kertas kecil dari Amerika tersebut.

    Pertukaran ini jelas jelas tidak hanya tidak sesuai ajaran agama manapun tapi tidak sesuai dengan akal. “Ya Allah ampunilah dosa para pendahulu kami yang sholatnya jangankan mampu untuk mencegah, melihat kemungkaran di balik penggantian dinar dan dirham dengan uang kertas pun tidak. Sebaliknya, mereka sibuk selain berdebat tentang angka 11 dan 20 juga sibuk berdebat tentang angkat tangan atau tidak pada rakaat kedua salat subuh, namun membiarkan sekian kekayaan alam di negeri ini terus diangkat karena terus menerus ditukar dengan hanya kertas kertas kecil bernama dolar dan sebagainya.

    Hingga umat Islam banyak yang sengsara dan hina dina. 200 jutaan muslim di negeri ini pun dapat dikalahkan 1 atau segelintir orang yang mengendalikan sistem uang kertas. Wa Allahu a’lam.

    Baca Juga: