Tampilkan postingan dengan label Olahraga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Olahraga. Tampilkan semua postingan

Jumat, 13 September 2013

Agar Kuat Berlari dan Tidak Ngos-ngosan

Asalasah ~ Kemampuan berlari yang kuat sebenarnya tidak terlalu dipengaruhi oleh keadaan kaki yang kuat. Namun terlebih kepada kemampuan mengatur nafas kita dalam berlari agar tidak mudah ngos-ngosan.. Untuk itulah perlu diketahui beberapa tips dalam bernafas agar dalam berlari kita bisa lebih lama lagi.

Ketika kita berlari maka seluruh otot-otot dalam tubuh membutuhkan asupan oksigen yang lebih banyak dari biasanya. Begitupun dengan kinerja paru-paru yang lebih kencang dan membutuhkan oksigen yang lebih banyak pula. Karena itulah kenapa kita mudah lelah disaat berlari.

Kemampuan mengatur ritme atau pola pernafasan efisien saat berlari akan membuat aktifitas lari yang lebih efektif dan maksimal. Asupan oksigen dalam tubuh bisa teratur dan mengurangi rasa cepat letih dan capek. Berikut adalah beberapa tips agar kuat berlari dilansir dari Lifemojo. 

1. Bernafas dari Mulut
Bernafas menggunakan mulut adalah salah satu cara yang benar yang dilakukan ketika berlari. Asupan oksigen melalui mulut akan lebih banyak begitu pun dengan karbondioksida yang keluar. Selain itu kondisi wajah dan rahang juga akan terasa santai. Berbeda ketika kita bernafas melalui hidung, maka wajah akan mengencang dan rahang cenderung mengeras selain itu akan mudah capek dan ngos-ngosan tentunya karena kurangnya asupan oksigen dalam tubuh.

2. Menggunakan pernapasan perut bukan dada
Anda harus bisa membedakan mana itu pernapasan perut atau diafragma ddan mana itu pernapasan dada. Jika masih belum paham cobalah anda terlentang kemudian silahkan hembuskan nafas beberapa kali. Perhatikanlah keadaan dada dan perut, jika dada naik turun maka itulah yang dinamakan dengan pernafasan dada dan jika cuma perut yang mengembang maka itulah pernapasan perut atau diafragma. Bernapas melalui perut akan membuat nafas anda lebih panjang dan membuat aktivitas lari anda efektif.

3. Mengambil nafas pendek tidak panjang
Mengatur ritme nafas yang pendek-pendek juga akan membuat lari lebih lama. Ketika nafas panjang biasanya nafas mudah sekali ngos-ngosan sehingga jarak laripun tidak mampu berlari cukup jauh.

4. Nafas yang berirama
Salah satu strategi yang sering digunakan oleh para atlet lari adalah salah satunya dengan mengatur ritme nafas yang konsisten. Misalnya ada dua orang pelari, pelari yang satu mengambil nafas ketika 2 kali melangkah sedangkan pelari kedua bernafas ketika 3 kali melangkah. Ini disesuaikan dengan kondisi tubuh.

5. Dengarkan nafas anda
Komunikasikan nafas anda, ketika bernafas dengarkan secara saksama menggunakan telinga anda. Ketika nafas mulai terengah-engah kurangi kecepatan lari, dan apabila kembali stabil tingkatkan secara bertahap.

Kemampuan mengatur ritme atau tempo berlari memang tidaklah mudah, dibutuhkan sebuah latihan yang serius agar berlari bisa fokus hingga ahirnya sudah terbiasa dengan berlari dan tidak mudah ngos-nosan.

Baca Juga:  
Sumber: http://carabadansehat.blogspot.com/2013/02/5-tips-agar-kuat-lari-dan-tidak-ngos.html

Kamis, 05 September 2013

Tim Favorit Kalah, Penggemar Akan Makan Lebih Banyak

Tim Favorit Kalah, Penggemar Makan Lebih Banyak
Asalasah ~ Menonton pertandingan bola sudah jadi gaya hidup bagi sebagian orang. Para penggemar akan mendukung tim favoritnya. Namun, jika tim yang mereka dukung kalah, ternyata bisa membuat berat badan naik. Kenapa? Sebuah penelitian mengabarkan, penggemar tim yang kalah akan cenderung mengkonsumi lebih banyak makanan berlemak dari kebiasaan normalnya .

Menurut penelitian, mereka yang kalah akan merasa sangat terpukul. Akhirnya, mereka akan melampiaskan dengan makan. Makanan yang mereka makan biasanya mengandung 16 persen lemak tak jenuh dan 10 persen kalori lebih banyak dari biasanya. Padahal di hari biasa, mereka mengkonsumsi 9 persen lemak tak jenuh dan 5 persen kalori lebih sedikit.

Hasilnya akan lebih parah jika tim mereka kalah telak. Penggemar akan mengkonsumsi sepertiga lemak lebih banyak. Namun mengkonsumsi makanan berlemak akan turun 16 persen jika tim nya menang.

Penelitian ini menunjukkan penggemar menggunakan kenikmatan makanan sebagai mekanisme koping (usaha individu untuk mengatasi perubahan yang dihadapi tubuh dan beban tersebut menimbulkan respon tubuh yang sifatnya nonspesifik, yaitu stres). Sementara ketika menang, mereka akan lebih mudah mengontrol diri.

"Idenya biasa, bahwa ada kenyamanan dalam makanan. Kami mendapatkan bahwa makanan manis dan berlemak, seperti kue atau keripik, akan membantu meringankan suasana hati," jelas dr Yann Corni, ketua penelitian dari Prancis, Kamis, 22 Agustus 2013.

Yann juga menambahkan, jika tim yang didukung sering atau selalu kalah, penggemar tidak akan peduli pada makanan sehat. Yann mengatakan, setiap penggemar harus punya self-affirmation, yaitu motivasi secara psikolgis pada diri sendiri, untuk mengurangi kebiasaan ini.

Baca Juga:  
Sumber: http://www.tempo.co/read/news/2013/08/23/060506709/Tim-Favorit-Kalah-Penggemar-Makan-Lebih-Banyak

Jumat, 30 Agustus 2013

Sebelum Latihan Muay Thai, Andien Sit Up 500 Kali!

http://asalasah.blogspot.com/2013/08/sebelum-latihan-muay-thai-andien-sit-up.html
Asalasah ~ Agar tak terjadi cedera pada saat melakukan Muay Thai, Andien tidak pernah melewatkan pemanasan sebelum latihan dan pendingin setelah latihan dengan cara melakukan sit up. Terhitung, Andien mampu melakukan 500 kali sit up.


"Enak banget rasanya. Sekarang goal-nya segitu," ungkap Andien, kepada tim Health Liputan6.com, yang menemuinya di Muay Thai Training Camp yang terletak di kawasan Panglima Polim 2, Jakarta Selatan, Sabtu (24/8/2013)

Bahkan pada saat latihan dirinya tidak mampu melakukan sit up sebanyak itu, Andien merasa seperti ada yang kurang, dan seperti ada penyesalan dalam dirinya, kalau sebenarnya dirinya mampu melakukan itu."Kalau kurang dari segitu, pas pulang selalu mikir, 'Pasti tadi bisa ya segitu'," tambah dia.

Pemilik tembang 'Bernyanyi Untukmu' ini mengungkapkan, kalau apa yang dilakukannya kini membutuhkan proses dengan bentang waktu yang tidak sebentar. Pertama kali Muay Thai, Andien mengatakan, kalau dia hanya mampu melakukan sit up 100 kali.

"Iya, pertama kali cuma mampu 100 kali, naik lagi jadi 200 kali, lalu naik lagi jadi 300 kali. Tapi terkadang itu bisa turun lagi. Semua itu tergantung staminannya bagaimana," ungkapnya. "Kalau sekarang sih, sudah melewati masa goal," tambah Andien.

(Adt/Abd)

Baca Juga:  
Sumber: http://health.liputan6.com/read/673790/hebat-sebelum-latihan-muay-thai-andien-sit-up-500-kali

Olahraga Itu Harusnya Menyenangkan, 'No Pain Feel Gain'

Olahraga Itu Mestinya Menyenangkan,  Harus 'No Pain Feel Gain'
Asalasah ~ Banyak orang beranggapan olahraga itu kurang menyenangkan karena bikin sakit, pegal, capek dan sebagainya. Padahal jika dilakukan dengan benar, olahraga sangat menyenangkan.

Begitu disampaikan dokter spesialis olahraga dr Michael Triangto, Sp.KO. Menurutnya, masyarakat umum seharusnya mendapat perhatian yang sama seperti atlet dalam hal mengatasi dampak dari olahraga.

"Sayangnya dokter olahraga saat ini masih sedikit. Tapi sekarang coba perhatikan, masyarakat mendengar bahwa olahraga itu menyehatkan. Kemudian latihan terus tanpa tahu ternyata lutut atau bagian tubuhnya rusak," jelas Michael saat berbincang mengenai cedera para atlet di Gran Melia Hotel, Jakarta, Jumat (23/8/2013).

Michael menyontohkan, misalnya ada orang gemuk dan ingin sehat, ia lalu olahraga. Namun, tanpa sadar lututnya rusak.

"Jika hal ini terjadi, siapa yang menangani? mungkin ini yang menyebabkan masyarakat beralih ke terapi seperti fisioterapis atau bahkan tukang urut dan lainnya. Saya sendiri memasukkan sport therapy agar olahraga bisa menyenangkan dan mengurangi cedera," ungkapnya.

Michael berharap dengan sport therapy, masyarakat seharusnya diperkenalkan istilah 'No Pain Feel Gain' bukannya 'No Pain No Gain'.

Baca Juga:  
Sumber: http://health.liputan6.com/read/673257/olahraga-itu-mestinya-menyenangkan-harus-no-pain-feel-gain

Selasa, 20 Agustus 2013

Jalan Kaki Turunkan Risiko Terkena Penyakit Stroke

Jalan Kaki Turunkan Risiko Stroke
Asalasah ~ Peneliti Spanyol mengungkapkan pentingnya berjalan kaki setidaknya tiga jam per pekan bagi wanita. Wanita yang berjalan kaki setidaknya tiga jam per pekan ternyata lebih kecil kemungkinannya terserang stroke. Itu kalau dibandingkan wanita yang berjalan kurang dari tiga jam per pekan atau tak berjalan sama sekali.

“Pesan untuk penduduk secara umum tetap sama: melakukan aktivitas rutin secara moderat adalah baik untuk kesehatan Anda,” kata ketua peneliti, Jos Maria Huerta, dari Murcia Regional Health Authority di Spanyol seperti dikutip Reuters edisi 3 Januari 2013.

Penelitian-penelitian sebelumnya menunjukkan hubungan antara aktivitas fisik dan lebih kecilnya peluang terkena stroke, yang bisa disebabkan oleh adanya plak dalam arteri atau pecahnya pembuluh darah di otak.

Wanita yang berjalan kaki cepat selama 210 menit atau lebih per minggu mempunyai risiko lebih kecil terkena stroke. Peneliti membandingkannya dengan wanita yang beraktivitas lebih rendah atau mereka yang bersepeda dan tidak berolahraga keras untuk waktu yang lebih pendek.

Secara keseluruhan, hampir 33 ribu pria dan wanita menjawab kuisioner mengenai aktivitas fisik mereka. Kuisoner itu diberikan pada pertengahan 1990-an sebagai bagian dari proyek kanker Eropa. Untuk studi tersebut, Huerta dan timnya membagi partisipan berdasarkan jender, jenis olahraga, dan total waktu yang dihabiskan untuk berolahraga selama sepekan.

Penulis artikel penelitian ini, yang dipublikasikan di jurnal Stroke, mengecek bersama partisipan secara rutin berbagai jenis stroke. Selama 12 tahun mengikuti perkembangan partisipan, terjadi 442 kasus stroke pada pria dan wanita.

Huerta mengungkapkan hasil pada wanita yang rutin berjalan kaki menunjukkan 43 persen mengalami penurunan risiko stroke dibandingkan grup lain yang tak aktif. Namun tidak ada penurunan risiko pada pria berdasarkan jenis olahraganya.

“Kami tidak bisa menjelaskan secara pasti mengenai hal ini,” kata Huerta. Namun ia menduga pria yang ikut dalam studi ini mempunyai kondisi fisik lebih baik dibandingkan para wanita. Meski begitu, tak ada bukti pendukung dugaan ini.

Huerta menolak membandingkan hasil penelitiannya dengan populasi penduduk secara keseluruhan. Alasannya mayoritas partisipan dalam penelitian ini adalah para pendonor darah yang kesehatannya cenderung lebih baik karena harus menyumbangkan darah.

Menurut data American Heart Association, di Amerika, setiap tahun sekitar 795 ribu orang stroke. Artinya, satu orang Amerika stroke setiap 40 detik dan yang meninggal adalah satu orang per empat menit.

Beberapa survei juga menemukan penyebab stroke, satu diantaranya dehidrasi. Beberapa jenis buah diduga bisa mengurangi risiko stroke.

Baca Juga:  
Sumber: http://www.tempo.co/read/news/2013/01/05/060452214/Jalan-Kaki-Turunkan-Risiko-Stroke

Senin, 19 Agustus 2013

Yang Harus Disiapkan Saat Ingin Bersepeda

Yang Harus Disiapkan Saat Bersepeda
Asalasah ~ Masa liburan lebaran sudah usai. Konsumsi makanan yang melonjak drastis, yang manis dan berlemak, saat berlebaran lalu, ada bagusnya untuk dibakar kembali dengan bersepeda.

Menurut Andi Kurniawan, spesialis kedokteran olahraga, bersepeda mempunyai karakteristik tersendiri dibanding olahraga yang lain, yakni gerakannya yang bersifat ritmik atau berulang secara terus-menerus dan olahraga ini juga tidak memberikan beban yang terlalu besar bagi sendi-sendi tungkai dan kaki. “Karena itu bersepeda bagus untuk pernafasan dan jantung,” katanya.

Andi mengatakan saat bersepeda, hampir seluruh otot tubuh mulai dari bokong hingga tungkai dan kaki akan bekerja. Karena itu, pemanasan dan peregangan diperlukan agar tidak cedera dank ram.

Bersepeda sebaiknya dilakukan dengan frekuensi 3 hingga 5 kali dalam seminggu, dengan satu sesi latihan bersepeda selama 20 – 30 menit. Dengan bersepeda santai, seseorang yang memiliki berat badan 60 kilogram dapat membakar kalori sebanyak 240 kilokalori per jam.

Disamping itu, pastikan untuk mengkonsumsi air dalam jumlah cukup untuk menghindari terjadinya dehidrasi. Dehidrasi serta ketidakseimbangan elektrolit akan meningkatkan risiko terjadinya kram otot.

Lalu pilihlah warna dan jenis bahan pakaian yang sesuai dengan kondisi cuaca, misalnya di saat panas, gunakan pakaian berwarna terang atau putih dengan bahan yang ringan dan serat yang tidak terlalu rapat sehingga memungkinkan terjadinya sirkulasi udara.

Kemudian akan lebih bagus lagi bila Anda menggunakan sarung tangan dan kaca mata yang dapat menangkal sinar matahari. Sarung tangan berguna untuk melindungi tangan bila terjatuh dan memantapkan pegangan tangan pada setir sepeda. Gunakan juga sepatu yang didesain khusus untuk bersepeda.

Peningkatan jarak tempuh dan kecepatan bersepeda jangan dilakukan secara tiba-tiba karena akan menyebabkan otot terasa pegal. Pemijatan setelah bersepeda juga dapat membantu memperlancar aliran darah dan mengurangi ketegangan otot sehingga menghindari terjadinya pegal.

Desain sepeda juga menentukan kenyamanan dan manfaat yang kita peroleh. Yang harus diperhatikan, kata Andi, desain sepeda untuk seorang atlet berbeda untuk yang bukan atlet.

Baca Juga:  
Sumber: http://www.tempo.co/read/news/2013/08/12/060503830/Yang-Harus-Disiapkan-Saat-Bersepeda

Rabu, 24 Juli 2013

Para Surfer Penakluk Ombak-Ombak Raksasa

AsalasahPenakluk ombak legendaris, Garrett McNamara membuktikan bahwa dia adalah lelaki pemberani. Atlet asal Amerika Serikat itu memecahkan rekornya sendiri, dengan meluncur di atas ombak raksasa setinggi 100 kaki atau lebih dari 30 meter di perairan Nazare, Portugal.

Tak mudah bagi McNamara untuk memecahkan rekor itu. Sejatinya ia sedang mempertaruhkan nyawanya, sebab, bisa saja tubuhnya terbanting ke karang di dasar laut, tenggelam, atau dihempas ombak raksasa.

Prestasinya kali ini belum diverifikasi resmi, namun jika mendapat pengakuan, McNamara akan memecahkan rekornya sendiri, menaklukkan ombak 24 meter di Nazare pada tahun 2011.

"Menakjubkan bisa melakukan apa yang kita inginkan," kata McNamara tahun 2011 lalu, saat rekornya diakui dalam acara Billabong XXL Global Big Wave Awards di Kalifornia, seperti dilansir Daily Mail.
Daftar rekor penakluk ombak sebelumnya:

1. Garrett McNamara, 78n kaki atau 23,7 meter
Nazare, Portugal, November 2011

2. Mark Parsons, 77 kaki atau 23,4 meter
Cortes Bank, Kalifornia, Januari 2008

3. Pete Cabrinha, 70 kaki atau 21,3 meter
Jaws Beach, Maui, Januari 2004

4. Brag Gerlach, 68 kaki atau 20,7 meter
Todos Santos, Meksiko, Desember 2005

Baca Juga:  
Sumber: http://pulsk.com/226486/Alasan-Mengapa-Para-Tokoh-Anime-Tidak-Mau-Datang-ke-Indonesia.html