Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 13 September 2013

Mari Stop Mengeluh! Sungguh Mengeluh Itu Tidak Ada Untungnya

Asalasah ~ Dalam perjalanan pulang kerja seorang teman mengeluhkan hidup dan pekerjaannya. ini bukan kali pertama ia mengeluh, hampir setiap hari, setiap bertemu saya, setiap bertemu dengan teman-teman ia selalu mengeluhkan pekerjaan dan beban hidupnya.

A: coba bayangin mas, saya kerja pontang panting, capekk, tapi gaji cuma 2juta. gimana saya bisa menghidupi keluarga saya mas? gimana saya harus melunasi hutang2 saya mas? apalagi kalo saya nge-kost…uang darimana saya bayar bulanannya?

B: bersyukur saja lah mas, al-hamdulillah sudah dapat kerjaan, bisa sedikit mengurangi beban hidup. coba kalo si mas belum kerja sampe sekarang, pasti lebih pusing kan toh??

A: kalo bersyukur, insyaallah mas saya bersyukur. tapi beban hidup saya yang berat benar2 tidak mencukupi dari gaji yang saya terima.

B: mas, kalo mas bersyukur, harusnya ga mengeluh mas. coba mas bayangin kalo mas sampai saat ini ga dapat kerjaan? inikan sebenernya jawaban dari Allah mas, atas segala problem yang mas punya. sekarang tugas mas hanyalah TERUS BERSYUKUR dan BERSABAR. belajar Husnudzon dengan jalan yang Allah kasih mas. Insyaallah mas, kebahagaiaan itu hadir hanya untuk orang2 yang pandai bersyukur. sebesar apapun pendapatan seseorang kalo ia tak memiliki rasa syukur, ga akan bahagia hidupnya mas. kamu sudah gaji kecil ga bersyukur pula, habis lah kamu mas.

MENGELUH itu tanda nyata tak BERSYUKUR
Tanda tak bersykukur itu suka mengeluhkan pekerjaan, ngedumel saat menjalankan tugas, malas2an merespon perintah. dijamin, orang yang terus MENGELUH atas apa yang telah dianugerahkan ALLAH untuknya tak akan pernah BAHAGIA hidupnya.

Mulai saat ini STOP MENGELUH.
nikmatilah hidup ini yang penuh warna dan cerita. wajah kita yang suka mengeluh itu, merubah indahnya warna pelangi menjadi warna hitam kelam mematikan.

Allah paling tahu apa yang terbaik untuk kita. asalkan mau berikhtiar dengan kerja keras sertaterus berdo’a dan mendekat dengan-Nya. Insyaallah apa yang kita inginkan akan terwujud pada waktunya. Lalu kapan waktunya? hanya Allah yang paling tahu kapan waktu yang paling tepat.

Seorang anak SD pernah mengeluhkan permintaannya sama ALLAH yang tak kunjung ia dapatkan. Anak SD itu minta sepeda motor! Allah mendengar permintaan anak SD itu. Lalu mengapa Allah tidak memenuhi permintaannya? bukankah Allah itu akan mengabulkan semua do’a hamba-Nya? Allah bukan tidak mengabulkan do’a si anak SD itu, tapi Allah menundanyasampai batas waktu yang layak dan pantas ia dapatkan.

Sahabat, berbahagialah menjadi hamba-Nya. Allah yang telah menciptakan kita, Allah juga yang akan mencukupi segala kebutuhan kita. Allah telah menentukan rizqi bagi setiap hamba-Nya dengan sangat baik. Bahkan pada binatang melata pun, Allah telah menentukan rizqinya.

Baca Juga:  

Jumat, 06 September 2013

Gambaran Keuntungan Uang jika Seseorang berhenti Merokok

Asalasah ~ Banyak yang itung-itungan soal rokok, memang benar jika melalui hitungan tapi apakah dengan berhenti merokok membuat kaya benarkan demikian, namun nyatanya banyak yang tidak merokok tetap saja miskin, begitu kira-kira sikap apatis seseorang yang membutuhkan pembenaran. Berapa bungkuskah rokok yang Anda habiskan dalam sehari, mari kita berhitung, berapakah ongkos dari tiap rokok yang Anda bakar dan kebulkan setiap hari.

Andai saja, harga sebungkus rokok sekitar Rp 10 ribu. Boleh jadi, ini adalah perkiraan terendah karena harga sebungkus rokok saat ini bisa mencapai Rp 13 ribu. Bila Anda menghabiskan sekitar dua bungkus rokok saja setiap hari, ini berarti Anda menghabiskan sekitar Rp 20 ribu untuk kegemaran Anda satu itu. Sekali lagi, andai saja, Anda memutuskan berhenti merokok saat ini juga, mari kita hitung berapa keuntungan yang Anda dapatkan dari keputusan bijaksana ini. Dalam satu hari saja, Anda dapat menghemat sekitar Rp 20 ribu.


Berhenti Merokok Membuat Kaya Benarkah Demikian http://asalasah.blogspot.com/2013/09/gambaran-keuntungan-uang-jika-seseorang-berhenti-merokok.html
Kalikan angka ini dalam satu bulan, maka Anda dapat memperoleh 'keuntungan' sekitar Rp 750 ribu. Lagi-lagi, andai saja, Anda berniat memasukkan dana Rp 750 ribu itu dalam berbagai produk investasi, sebut saja investasi pada reksadana saham syariah, siap-siap saja terkejut.

Dengan estimasi imbal hasil sekitar 18 persen yang Anda tanamkan selama 10 tahun, Anda boleh berbangga hati karena bisa mendapatkan, ehem, sekitar Rp 240 jutaan. Bayangkan, bila angka yang berhasil Anda hemat ternyata lebih besar dari perkiraan di atas. Jadi, siapa bilang mendapat ratusan juta hanya mimpi di siang bolong? Tekadnya, adalah berhenti merokok, menabung dan investasikan ke usaha.

Baca Juga:  

Kamis, 05 September 2013

Semoga Anda Tidak Malas Lagi Setelah Melihat Ini

Asalasah ~ Sahabat, keterbatasan fisik tidak menghalangi siapapun untuk beraktivitas atau bekerja, tidak ada hal yang tidak bisa kita lakukan di dunia ini, jika bersungguh-sungguh. Itulah penggalan kalimat motivasi yang sering kita dengar, namun penggalan kalimat itupun tak mampu membuang rasa malas dalam diri kita. Sebaiknya anda melihat lingkungan sekitar mungkin di sekitar anda banyak orang-orang yang berjuang melawan rasa malas, walau dengan keterbatasan fisik. Ini merupakan cambuk bagi anda yang mempunyai kelebihan atas jiwa dan raga. Kenormalan tersebut nampaknya belum banyak kita gunakan secara maksimal untuk menghasilkan sesuatu yang mungkin dapat dibanggakan. Cobalah lihat bapak ini, dengan keterbatasan fisik ia bahkan mampu bekerja dengan baik dan bersaing dengan manusia normal lainnya. Sekali lagi ini cambukan atas kenormalan kita.


Anda Tidak Akan Pemalas Lagi Jika Telah Melihat ini - baca asalasah.com


Anda Tidak Akan Pemalas Lagi Jika Telah Melihat ini - http://asalasah.blogspot.com/2013/09/semoga-anda-tidak-malas-lagi-setelah.html


Anda Tidak Akan Pemalas Lagi Jika Telah Melihat ini - baca asalasah.com


Anda Tidak Akan Pemalas Lagi Jika Telah Melihat ini - baca asalasah.com


Anda Tidak Akan Pemalas Lagi Jika Telah Melihat ini - baca asalasah.com


Anda Tidak Akan Pemalas Lagi Jika Telah Melihat ini - baca asalasah.com


Anda Tidak Akan Pemalas Lagi Jika Telah Melihat ini - baca asalasah.com


Anda Tidak Akan Pemalas Lagi Jika Telah Melihat ini - baca asalasah.com


Anda Tidak Akan Pemalas Lagi Jika Telah Melihat ini - baca asalasah.com


Anda Tidak Akan Pemalas Lagi Jika Telah Melihat ini - baca asalasah.com


Anda Tidak Akan Pemalas Lagi Jika Telah Melihat ini - baca asalasah.com


Anda Tidak Akan Pemalas Lagi Jika Telah Melihat ini - baca asalasah.com


Anda Tidak Akan Pemalas Lagi Jika Telah Melihat ini - baca asalasah.com


Anda Tidak Akan Pemalas Lagi Jika Telah Melihat ini - baca asalasah.com


Anda Tidak Akan Pemalas Lagi Jika Telah Melihat ini - baca asalasah.com

Baca Juga:  

Selasa, 03 September 2013

Tips Trik Berfikir Sebelum Bertindak

Tips Dan Triks Berfikir Sebelum BertindakAsalasah ~Sebelum setiap menit tindakan, seharusnya ada satu jam pemikiran, karena dengan berfikir sebelum bertindak, maka anda bisa mengantisipasi hal yang tidak diinginkan terjadi dikemudian hari. Oleh karena itu, maka tak ada salahnya anda mencoba menggunakan Tips Dan Triks Berfikir Sebelum Bertindak, dengan cara sebagai berikut :

1. Pikirkan Tujuan Bertindak
Sebelum menembak, tetapkan dulu sasaran atau tujuannya, hal ini penting agar kita tahu apakah tembakan sudah tepat mengenai target ataukah masih melenceng dari target. Setelah tahu sasaran, lakukan tindakan yang sesuai. Ketika akan bertindak atau melakukan suatu hal, pikirkan apakah itu sesuai dengan tujuan awal yang ingin anda capai.

2. Gunakan Strategi
Meskipun kita punya kemampuan dan pengalaman segudang, tanpa strategi yang benar, maka tindakan anda tidak akan berujung pada keberhasilan. Strategi adalah bagaimana anda memainkan peranan, sedangkan kemampuan adalah tindakan untuk menerapkan strategi. Karena jika hanya mengandalkan kemampuan, sukses tak akan tergaransi. Sebagai pelaku usaha, anda harus punya strategi untuk menang dari persaingan meraih bisnis. 

3. Perkuat Dengan Fakta dan Data
Jangan bicara atau membuat kesimpulan tanpa didasari informasi yang cukup, karena banyak orang asal bicara tanpa fakta dan data. 

4. Gunakan Asumsi Yang Bijak
Hati-hati dalam membuat asumsi alias prasangka, karena banyak orang gagal karena bertindak berdasarkan asumsi yang salah. 

Oleh karena itu, berfikirlah sebelum bertindak, karena bukan seberapa banyak waktu yang anda habiskan untuk berfikir, tetapi seberapa berkualitas yang anda pikirkan. Ingatlah bahwa tindakan anda hari ini mungkin akan cepat terlupakan, namun dampaknya tidak akan pernah hilang.

Demikian Tips Dan Triks Berfikir Sebelum Bertindak dari Hanya Sekedar Informasi yang bisa anda lakukan sebagai penunjang dalam hal Berfikir Sebelum Bertindak, selamat mencoba.

Baca Juga:  

Jumat, 30 Agustus 2013

Kisah Akibat Tidak Peduli Seruan Azan

Azan (ilustrasi)
Asalasah ~ Sudah setahun Anwar sekolah di kota, di sebuah madrasah tingkat Aliyah. Dia bangga sekali, karena tidak semua anak lulusan Tsanawiyah di desanya dapat melanjutkan pendidikan menengah atas di ibu kota propinsi.

Sebagian besar hanya melanjutkan sekolah di ibu kota kabupaten atau malah berhenti sekolah dan mulai bekerja di sawah atau ladang membantu orang tua yang umumnya petani.
  
Liburan setelah ujian smester dua kali ini dia manfaatkan untuk pulang ke desa berkumpul dengan teman-teman sebaya.

Berbagai macam agenda sudah tersusun di kepalanya, salah satunya yang paling menarik adalah makan bersama dengan teman-teman sebaya.

Mereka iyuran membeli bahan-bahan masakan yang diperlukan, bisa berupa uang atau bahan mentahnya langsung. Mereka akan masak sendiri, dengan kemampuan sekadarnya, yang penting tidak asin.

Bekal ilmu memasaknya paling-paling dari sekali-sekali memperhatikan ibu atau kakak perempuannya memasak di dapur.

Membayangkan acara makan bersama itu, Anwar tidak sabar segera sampai di desa. Perjalanan 60 km dengan mobil dirasakannya terlalu lama.
  
Pada hari H, sepuluh anak remaja sudah berkumpul di bawah sebuah pohon, tidak jauh dari pinggir sungai. Itulah tempat favorit mereka.

Pada saat azan Zhuhur berkumandang, mereka tengah sibuk-sibuknya memasak sambil bercanda penuh tawa. Sebenarnya Anwar ingin segera ke masjid melaksanakan shalat Zhuhur berjamaah seperti yang sudah biasa dilakukannya sejak kecil.

Ayahnya selalu membimbingnya shalat berjamaah ke masjid. Sejak sekolah dasar sampai tamat Tsanawiyah dia sudah terbiasa shalat di masjid. Sebenarnya motif utamanya shalat berjamaah di masjid adalah karena takut ayahnya.

Kalau ketahuan tidak shalat di masjid, ayahnya pasti marah besar. Ingat ayahnya, Anwar ingin segera shalat ke masjid meninggalkan teman-temannya. Tetapi dia merasa tidak enak, apalagi masakan hampir matang.
  
Sedang bimbang begitu, ayahnya lewat menuju masjid dan mengingatkan Anwar untuk segera ke masjid. Dia mengangguk, tetapi tidak melaksanakannya.

Begitu ayahnya kembali dari masjid dan melihat Anwar masih  bersama teman-temannya di bawah pohon, beliau marah dan segera memanggil puteranya dengan suara keras: "War, apabila acaramu selesai, segera ke rumah!"

Untunglah ayahnya masih memberinya kesempatan menikmati hidangan yang sudah mereka siapkan susah payah. Tetapi hati Anwar sudah tidak tenang, ayahnya pasti marah besar. Dia siap menerima hukuman yang akan diberikan.
  
Setelah benar-benar menerima hukuman, Anwar kaget bukan kepalang. Hukumannya benar-benar di luar dugaannya. Dengan tenang ayahnya memutuskan: "Anwar, kamu tidak boleh kembali ke kota. Kamu harus berhenti sekolah. Tinggal saja di desa bertani, lalu menikah!''

''Tidak ada gunanya kamu sekolah tinggi di kota, kalau hasilnya kamu mengabaikan panggilan azan. Ayah tidak ingin kamu sekolah tinggi tetapi tidak peduli dengan panggilan shalat. Baru setahun kamu di kota, kamu sudah berani meninggalkan shalat berjamaah di masjid."
  
Anwar tahu watak bapaknya. Jika sudah memutuskan sesuatu, sukar untuk mengubahnya. Dia minta maaf sambil menangis, tetapi keputusan tetap tidak berubah.

Liburan sekolah sudah habis seminggu yang lalu, tetapi dia belum juga diberi izin kembali ke kota. Anwar betul-betul sangat menyesal telah mengabaikan panggilan shalat Zhuhur di masjid. Walaupun sebenarnya, baru sekali itu dia lakukan. Tapi penyesalan tidak ada gunanya.
  
Untunglah kemudian, pamannya membantu membujuk ayahnya dan menjamin pelanggaran itu tidak akan terulang kembali. Akhirnya ayahnya membolehkannya kembali sekolah ke kota atas jaminan pamannya itu.

Baca Juga:  
Sumber: http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/hikmah/13/08/24/ms09tm-akibat-tidak-peduli-seruan-azan