Tampilkan postingan dengan label Sains. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sains. Tampilkan semua postingan

Senin, 16 September 2013

Ampas Tebu Bisa Diolah Jadi Bahan Kertas

http://asalasah.blogspot.com/2013/09/ampas-tebu-bisa-diolah-jadi-bahan-kertas.htmlAsalasah ~  Pakar manajemen dari Universitas Katholik (Unika) Widya Mandala Surabaya Dr Ir Liliana Dewi MM menyatakan perusahaan kertas PT Pakerin Mojokerto membuktikan bahwa ampas tebu bisa menjadi bahan untuk bubur kertas (pulp).

"PT Pakerin merupakan pelopor ampas tebu untuk bahan kertas di Indonesia dan inovasi itu muncul dari karyawan perusahaan yang memiliki 'individual innovation capability' akibat lingkungan kerja perusahaan yang mendukung," katanya di Surabaya, Minggu (1/9).

Doktor yang baru lulus dalam ujian terbuka program doktor ilmu manajemen Unika Widya Mandala Surabaya dengan predikat "cumlaude" pada Sabtu (31/8) itu menjelaskan, pihaknya menemukan korelasi positif antara inovasi karyawan dan lingkungan kerja perusahaan itu.

"Di era global, penggunaan kayu dari hutan hujan tropis tidak diperkenankan karena dapat mengakibatkan pencemaran dan kerusakan lingkungan, karena itu peran inovasi itu penting dan menentukan bagi perusahaan di abad ke-21," kata ibu dari tiga anak itu.

Ia melakukan penelitian tentang "individual innovation capability" itu dengan data dari Kepala Perwakilan/Wakil Kepala Perwakilan pada 65 unit usaha PT Pakerin Group di Indonesia dengan responden sebanyak 144 kepala perwakilan dan wakil kepala perwakilan.

"Hasil penelitian yang menggunakan program Analysis of Moment Structure (AMOS) sebagai alat analisis itu menunjukkan gagasan inovatif perusahaan itu menggunakan ampas tebu sebagai bahan kertas dan inovasi itu menunjukan pengaruh signifikan Lingkungan Kerja terhadap Individual Innovation Capability," katanya.

Menurut dia, ada dua temuan dalam studi yang dilakukan untuk menumbuhkan "Performance" perusahaan yaitu Entrepreneurship dan Lingkungan Kerja, namun temuan yang dominan dan positif pengaruhnya adalah Lingkungan Kerja.

"Perusahaan dapat survive bila masing-masing individu di dalamnya berjiwa inovatif dan PT Pakerin menunjukkan bahwa lingkungan kerja berdampak signifikan terhadap kemampuan inovasi individual itu," kata mahasiswa pascasarjana yang lulus dalam waktu dua tahun 11 bulan itu.

Tentang lingkungan kerja yang mendukung itu, katanya, antara lain terlihat pada PT. Pakerin Group yang pada saat banyak perusahaan ramai-ramai melakukan PHK, namun PT Pakerin Group justru mempertahankan semua karyawannya.

"Hal itu menyebabkan karyawan merasa aman dan muncul loyalitas terhadap perusahaan. Lingkungan kerja yang aman ini meningkatkan kemampuan inovasi individual karyawan, sehingga berpengaruh juga pada peningkatan kinerja perusahaan," katanya.

Ia menambahkan temuannya itu dapat dikembangkan untuk penelitian lebih lanjut tentang faktor-faktor yang mempengaruhi "Individual Innovation Capability", namun hasil yang diperoleh dari PT Pakerin itu dapat menjadi contoh bagi perusahaan lain dan PT Pakerin sendiri dapat meningkatkan pembinaan karyawan dengan hasil penelitian itu.

Baca Juga:  

  • Gigitan Nyamuk Pernah Membunuh Seekor Paus
  • Fitur Rahasia dari Android Jelly Bean
  • Ekspresi Burung Marah Ini Menjadi Inspirasi Game Angry Birds

  • Sumber: http://www.beritasatu.com/sains/135488-ampas-tebu-ternyata-bisa-jadi-bahan-kertas.html

    Ilmuwan Amerika Bisa Mengontrol Gerakan Orang Lain dari Jauh

    http://asalasah.blogspot.com/2013/09/ilmuwan-amerika-bisa-mengontrol-gerakan.htmlAsalasah ~ Selasa (27/8), beberapa ilmuwan Amerika Serikat mengatakan, bahwa mereka untuk kali pertama berhasil menyatukan dua pikiran, dengan seorang peneliti mengirimkan sinyal otak melalui internet untuk mengontrol gerakan tangan peneliti lain di tempat yang berbeda di kawasan kampus Universitas Washington.

    Tujuan utama dari penelitian tersebut membantu pasien lumpuh mendapatkan kekuatan untuk menggerakkan anggota tubuhnya. Namun di sisi lain, beberapa kritikus mengkhawatirkan penggunaan lain yang lebih kontroversial.

    Sebelumnya pada Februari lalu, tim ilmuwan berbeda yang dipimpin oleh Miguel Nicolelis dari Universitas Medical Center Duke, menggunakan sensor elektronik untuk menangkap pikiran sebuah tikus di Brasil dan mengirimkan sensor tersebut ke tikus lain di Amerika Serikat.

    Tikus kedua itu berhasil meniru gerakan tikus pertama. Selain itu, aktivitas elektronik dalam otak kera di Duke, North Carolina, baru-baru ini dikirim lewat internet untuk mengontrol gerakan robot tangan di Jepang.

    Pencapaian-pencapaian tersebut memunculkan kekhawatiran tentang munculnya batalion pasukan binatang - atau bahkan manusia - yang otaknya dikontrol oleh orang lain dari jarak jauh. Beberapa penelitian Universitas Duke menerima dana dari badan Pentagon bernama Defense Advanced Research Projects Agency.

    Penelitian yang diungkap pada Selasa oleh peneliti Universitas Washington didanai oleh U.S. Army Reasearch Office dan beberapa badan negara non-militer lain.

    Dalam penelitian tersebut, profesor Universitas Washington Rajesh Rao duduk dihadapan layar komputer dan memainkan video game sederhana dalam otaknya. Dalam sebuah momen, dia membayangkan menggerakkan tangan kanannya untuk menembakkan meriam.

    Elektroda EEG kemudian mengambil sinyal "tembakkan meriam!" dari Rajesh Rao dan mentransmisikannya ke bagian lain kampus Universitas Washigton.

    Di bagian lain itu, duduk Andrea Stocco. Saat menerima sinyal "tembakkan meriam!", Stocco secara tidak sengaja menggerakkan tangan kanannya untuk memencet tombol spasi di keyboard (tombol yang berfungsi menembakkan meriam dalam permainan video game).

    "Adalah hal yang sangat menarik sekaligus mengerikan saat mengetahui bahwa tindakan yang saya bayangkan dalam otak dapat diterjemahkan ke dalam tindakan yang nyata oleh orang lain," kata Rao.

    Ia sendiri mengatakan, bahwa penyatuan pikiran tersebut hanya dapat membaca sinyal otak sederhana, bukan pikiran-pikiran kompleks. Penyatuan tersebut juga tidak dapat digunakan tanpa sepengetahuan orang yang menerima sinyal.

    Namun Rao yakin penelitian tersebut dapat dikembangkan sedemikian rupa sehingga seorang pilot yang tidak bertugas dapat mendaratkan pesawat yang kehilangan pengemudi.

    Penelitiannya itu sampai saat ini belum dipublikasikan dalam jurnal ilmiah, hal itu diakui oleh juru bicara Universitas Washington Doree Armstrong sebagai sesuatu "yang tidak biasa". Namun, dia mengatakan bahwa video eksperimen Rajesh Rao dan Andrea Stocco "sudah dapat membuktikan pencapaian penelitian dengan sendirinya."

    Baca Juga:  

  • Mengapa Kita Perlu Tidur Dan Bahkan Tidur Itu Penting?
  • Ekstrimnya Undang-Undang Internet Baru di Vietnam
  • Game Unik Iphone Melempar Ponsel Setinggi-tingginya

  • Sumber: http://www.beritasatu.com/sains/134472-ilmuwan-as-berhasil-mengontrol-gerakan-orang-lain-dari-jarak-jauh.html

    Sabtu, 07 September 2013

    Benarkah Kehidupan di Bumi Berasal dari Mars?

    Kehidupan di Bumi Berasal dari Mars?
    Asalasah ~ Peneliti Profesor Steven Benner mengungkapkan teori baru bahwa kehidupan planet Bumi berasal dari planet Mars atau biasa disebut planet merah. Benner mengungkapkan teori asal usul kehidupan itu dalam konferensi tahunan Goldshmidt di Florence, Italia, berdasarkan bukti-bukti baru temuannya.

    Menurutnya, kehidupan di Bumi kemungkinan besar terbawa melalui meteorit dari Mars. Kesimpulan ini didukung beberapa bukti kuat dari temuan tim peneliti. Para peneliti dalam konferensi menjelaskan, dari apa yang terlihat, kehidupan di Bumi tidak mungkin bisa tercipta tanpa adanya suatu bentuk mineral teroksidasi dari unsur kimia yang disebut molybdenum.

    Satu-satunya masalah, miliaran tahun lalu, Bumi memiliki kandungan oksigen sangat sedikit. Oleh karena itu, menjadi hampir mustahil elemen kimia molybdenum beralih ke bentuk mineral teroksidasi dan mendorong munculnya kehidupan seperti di Bumi saat ini.

    "Hanya ketika molybdenum menjadi sangat teroksidasi yang kemungkinan bisa memberikan pengaruh terhadap asal-usul terbentuknya kehidupan Bumi," kata Steven Benner seperti dikutip dari laman Softpedia, Jumat, 30 Agustus 2013.

    Bentuk molybdenum tak mungkin tersedia di Bumi pada kehidupan yang pertama kali dimulai. Sebab, tiga miliar tahun lalu permukaan Bumi hanya memiliki kandungan oksigen sangat sedikit. Tapi planet Mars dipercaya memiliki bentuk molybdenum yang kemudian memberi andil terciptanya kehidupan awal di Bumi.

    Apa yang menjadi perhatian profesor Steven ini menjelaskan bahwa manusia di Bumi patut bersyukur atas keberadaan meteor Mars yang faktanya telah membantu munculnya suatu kehidupan.

    Lebih lanjut peneliti mengatakan, ada bukti lain yang membuat kehidupan lebih mungkin datang ke Bumi oleh meteorit Mars dan bukan di mulai dari planet Bumi itu sendiri. "Bukti ini tampaknya membangun bahwa kita semua sebenarnya berasal dari meteorit Mars, hidup yang dimulai di Mars dan datang ke bumi,"

    Ironisnya, meski tahu kehidupan di Bumi berasal dari Mars, faktanya dari dua planet tersebut, hanya Bumi yang terbukti mampu bertahan secara berkesinambungan. "Sangat beruntung bahwa kita tetap berakhir di sini, sebab tentunya Bumi lebih baik daripada Mars untuk mendukung kehidupan," ujarnya.

    Baca Juga:  
    Sumber: http://www.tempo.co/read/news/2013/08/31/095508993/Kehidupan-di-Bumi-Berasal-dari-Mars

    Rekayasa Genetika Agar Hidup Lebih Lama

    http://asalasah.blogspot.com/2013/09/rekayasa-genetika-agar-hidup-lebih-lama.html
    Asalasah ~ Berbagai cara dilakukan orang agar hidupnya menjadi lebih lama dan lebih panjang umur. Mulai dari mengkonsumsi makanan sehat dan seimbang hingga melakukan perawatan, atau bahkan dengan teknologi ilmiah. Hal inilah yang dilakukan oleh sekelompok peneliti dari National Institutes of Health Amerika. Mereka melakukan rekayasa genetika sebagai upaya memanjangkan usia.

    “Para ilmuwan telah mengubah gen pada tikus sehingga mereka bisa hidup 20 persen lebih lama. Jika disetarakan dengan usia manusia, tikus ini bisa mencapai 95 tahun,” tulis Daily Mail, Kamis, 29 Agustus 2013.

    Perekayasaan genetis ini dilakukan dengan cara menurunkan ekspresi gen mTOR, yakni gen yang berperan dalam menjaga keseimbangan energi dan metabolisme tubuh. Peneliti merekayasa gen pada tikus hingga mereka bisa menghasilkan gen mTOR 25 persen lebih banyak daripada ukuran normal.

    Hasilnya, tikus jantan yang biasanya hanya mencapai usia rata-rata 22,9 bulan, kini bisa bertahan hingga 28 bulan. Sedangkan tikus betina mampu bertahan hingga 31,5 bulan. Padahal, umumnya hanya mencapai 26,5 bulan.

    Meskipun demikian, rekayasa ini tidak lepas dari efek samping. Kendati mereka tetap memiliki memori, keseimbangan, kekuatan otot, dan postur tubuh yang baik, nyatanya mereka harus kehilangan massa tulang lebih cepat, mengalami penurunan kekebalan tubuh, dan rentan terhadap infeksi.

    Dr Toren Finkel, seorang peneliti, menyatakan, “Sementara efek sampingnya kami pelajari, penelitian ini membawa hal positif.”

    Studi ini, menurut Finkel, dapat digunakan dalam terapi baru untuk penyakit yang berkaitan dengan usia yang menargetkan pada organ tertentu, seperti Alzheimer. Tapi, Finkel menyatakan, masih perlu beberapa penyempurnaan lagi agar terapi benar-benar berhasil, bukannya malah membawa penyakit baru, seperti halnya efek samping yang terjadi pada tikus.

    Baca Juga:  

    Rabu, 04 September 2013

    Gen Penghubung Stres dengan Kanker

    ttp://asalasah.blogspot.com/2013/08/gen-penghubung-stres-dengan-kanker.htmlAsalasah ~  Stres telah lama dikaitkan dengan berbagai bentuk penyakit, termasuk kanker payudara dan kanker prostat, tapi alasannya tetap misteri. Kini, peneliti dari Universitas Ohip, Amerika Serikat, telah menemukan hubungan yang relevan.

    “Penelitian ini menemukan bahwa stres telah memicu pertumbuhan kanker dengan mengaktifkan gen master switch yang membantu penyebaran kanker,” tulis Daily Mail, Jumat, 23 Agustus 2013.

    Gen yang dikenal dengan sebutan ATF 3 ini diketahui dapat merespons stres hingga ahirnya dapat mempengaruhi semua jenis sel. Seharusnya, sel-sel normal dan jinak melakukan bunuh diri jika mereka rusak karena sel kanker. Namun, ATF 3 justru bisa membujuk sistem kekebalan tubuh agar tidak membunuh sel jinak, tetapi justru membuat sel tersebut juga ikut terserang kanker.

    “Jika tubuh tidak 'membantu’ penyebaran sel kanker, tidak mungkin bagi sel kanker menyebar begitu cepat dan jauh hingga ke seluruh tubuh,” ujar Profesor Tsonwin.

    Menurut dia, tubuh, melalui gen ATF 3, membantu sel kanker untuk bergerak dengan cepat. Sel-sel kanker kemudian mendirikan jaringan kanker yang kukuh. Dan, salah satu perekat jaringan tersebut adalah stres.
    Baca Juga:  
    Sumber: http://www.tempo.co/read/news/2013/08/24/060506972/Ditemukan-Gen-Penghubung-Stres-dengan-Kanker

    Minggu, 01 September 2013

    Penyebab Bayi Yang Baru Lahir Berwarna Biru

    Bayi baru lahir. Ilustrasi
    Asalasah ~ Secara medis, bayi kuning adalah bayi baru lahir yang menampakkan gejala kuning pada kulit dan bagian putih dari mata. Gejala kuning yang tampak dalam istilah medis disebut icterus. Pada bayi baru lahir yang cukup bulan, angka kejadian bayi kuning ini sekitar 10 persen. Sementara pada bayi prematur, lebih banyak lagi yaitu mencapai 50 persen. ''Bayi yang berwarna kuning bisa dikatakan normal tapi bisa juga dibilang tidak normal,'' ujar dr Sudung Oloan Pardede, spesialis anak dari Rumah Sakit Anak dan Bersalin Hermina, Depok.

    Status normal atau tidak normal pada bayi kuning, menurut dokter yang juga bertugas di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo ini, tergantung kadar bilirubin-nya. Pada bayi tidak cukup bulan (prematur), bayi kuning dianggap normal jika kadar bilirubin-nya sebanyak 10 miligram per desiliter (mg/dl). Sedang pada bayi cukup bulan (normal), bayi kuning dianggap normal jika kadar bilirubin-nya sebanyak 12 mg/dl.

    Apa itu bilirubin? Bilirubin adalah pigmen empedu hasil pemecahan hemoglobin yang kemudian diubah oleh sel hati untuk kemudian dikeluarkan melalui empedu. Bilirubin bukanlah zat asing atau zat yang dihasilkan dari proses sistem jaringan yang tidak normal. Namun bilirubin bisa menjadi zat yang berbahaya jika kadarnya melampaui batas normal.

    Perihal bayi kuning ini juga dijelaskan oleh dr Toto Wisnu Hendrarto, SpA, spesialis anak dari Rumah Sakit Anak dan Bersalin (RSAB) Harapan Kita, Jakarta. Soal bilirubin misalnya, ia jelaskan bahwa ada dua jenis bilirubin dalam aliran darah, yakni bilirubin indirek (tidak larut dalam air, sukar dikeluarkan dari dalam tubuh) dan bilirubin direk (larut dalam air, mudah dikeluarkan dari dalam tubuh).

    Sementara bayi kuning sendiri, kata dokter yang menamatkan pendidikan dokter spesialis anak di FKUI 1994 ini, dibagi dalam tiga kelompok. Yaitu bayi kuning normal (fisiologis), bayi kuning yang berhubungan dengan proses pemecahan sel darah merah (hemolisis), dan bayi kuning karena infeksi. Dua kelompok terakhir termasuk bayi kuning yang tidak normal.

    Cara membedakannya (tiga kelompok itu) tidak terlalu sulit yakni dengan melihat saat timbulnya icterus (warna kuning). Bila icterus timbul sebelum 48 jam setelah lahir biasanya berhubungan dengan proses hemolisis. Dan bila terjadi setelah 48 jam dan mencapai puncaknya pada hari ke tujuh biasanya normal (fisiologis). ''Dan bila masih terlihat setelah minggu ke dua kelahiran biasanya berhubungan dengan infeksi,'' terang dokter yang tercatat sebagai salah seorang neonatolog di RSAB Harapan Kita ini.

    Baca Juga:  
    Sumber: http://www.republika.co.id/berita/humaira/ibu-anak/13/08/24/ms10mr-mengapa-bayi-baru-lahir-berwarna-kuning

    Selasa, 27 Agustus 2013

    Ukuran Otak Pengaruhi Lama Tidaknya Hidup Seseorang

    Volume Otak Pengaruhi Panjang Umur Seseorang
    Asalasah ~ Telah lama para ilmuwan merenungkan alasan mengapa manusia dan primata lainnya memiliki kepala yang relatif lebih besar dan lebih kuat. Gajah memiliki otak terbesar daripada volume otak hewan darat lainnya. Namun hal itu relatif karena ukuran tubuh, tetap manusia-lah yang memegang rekor ukuran otak.

    "Harus ada keuntungan memiliki ukuran otak yang lebih besar, karena otak besar sangat mahal untuk dikembangkan dan dipelihara, benar-benar mahal," kata pemimpin peneliti Nancy Barrickman, seorang mahasiswa pascasarjana di Departemen Antropologi Biologi dan Anatomi Universitas Duke.

    Dengan membandingkan ukuran otak dan fitur perkembangan lainnya dari 28 spesies primata, Barrickman dan rekan-rekan menemukan primata dengan otak yang lebih besar dan oleh sebab itu ia membutuhkan waktu yang lebih lama untuk mencapai kematangan seksual.

    Para peneliti berfokus pada primata yang hidup di alam liar, karena otak dari spesies di penangkaran cenderung tumbuh lebih cepat. Tim Ache meneliti hal ini di hutan lindung tropis di Paraguay timur.

    "Lamanya waktu yang dihabiskan otak untuk bertumbuh, akan menghasilkan sesuatu yang berguna. Jangka waktu untuk hidup cenderung lebih lama dan memiliki kemampuan untuk bereproduksi lebih cepat. Di sisi lain, keturunan akan banyak dimiliki," kata Barrickman.

    Analisis menunjukkan ukuran otak yang besar dihubungkan dengan umur yang panjang daripada laju reproduksi.

    Para peneliti menduga kemampuan otak yang lebih besar memungkinkan primata untuk lebih cerdas mempelajari teknik menemukan makanan, menghindar dari predator, dan memiliki keterampilan sosial.

    Sebagai contoh, penelitian oleh rekan-rekan Barrickman yang menunjukkan kejeniusan dari semua lemur, yang disebut Aye-Aye, memiliki teknik mencari makanan yang aneh. Lemur yang memiliki telinga seperti kelelawar diperkirakan membutuhkan kekuatan otak ekstra untuk menguasai keterampilan dalam mencari makanan. Saat mereka menemukan larva serangga, kemudia mereka akan menekan batang pohon dan mendengarkan suara sebagai tanda bahwa di dalamnya ada makanan.

    "Dibutuhkan waktu satu setengah tahun untuk mempelajarinya dan di kala itu pula bayi perlu menghabiskan banyak waktu untuk memperhatikan pola ibu atau induknya," kata Barrickman.

    Para peneliti menemukan kecocokan antara manusia dengan pola dasar ukuran otak dan kaitannya dengan umur panjang. Manusia yang hidup sebagai makhluk pemburu dan pengumpul makanan, dengan demikian mereka tidak memiliki intensitas waktu bersama bayi mereka. Rata-rata hanya selama tiga tahun.

    "Dalam masyarakat berburu dan mengumpulkan makanan, tiga tahun adalah waktu yang singkat. Para ibu di Afrika memiliki waktu tiga tahun berada di sekitar semak Afrika dengan posisi bayi yang berada di punggung. Itu benar-benar hal yang sulit," kata Barrickman.

    Sebagai penolong manusia, otak bertumbuh bukan hanya karena anak melihat ibunya. Ini juga akibat adanya keluarga, seperti ayah, kakek, nenek, adik, kakak, dan lain-lain.

    Penelitian ini didukung oleh penelitian ilmiah masyarakat Sigma Xi, American Museum of Natural History di New York dan Ruggles Gates Dana Antropologi Biologi di Inggris.

    Baca Juga:  
    Sumber: http://www.tempo.co/read/news/2013/08/16/061504722/Volume-Otak-Pengaruhi-Panjang-Umur-Seseorang

    Senin, 26 Agustus 2013

    5 Pekerjaan Para Ilmuwan yang Paling Berbahaya

    Lima Pekerjaan Ilmuwan yang MematikanAsalasah ~ Ilmuwan adalah mereka yang berada di ujung depan perkembangan ilmu pengetahuan. Tak pelak mereka sering berada di batas-batas mara bahaya. Bahaya ini mengancam hampir semua ilmuwan, baik ilmuwan bidang luar angkasa, cuaca, biologi atau yang 'hanya' berada di laboratorium. Beberapa ilmuwan yang menguak alam semesta beserta isinya, mengambil risiko kehilangan nyawa. Berikut lima pekerjaan ilmuwan yang paling mematikan

    1. Pemerah Bisa
    Ilmuwan yang mempelajari bisa alias racun, harus bergelut dengan satwa-satwa yang mematikan. Misalnya ular kobra, hiu hingga kadal berbisa. Tak jarang hewan-hewan itu harus diburu di alam liar. Bahkan jika harus mengambil hewan berbisa di kandang, mereka tetap harus menantang bahaya.
    Memerah bisa ular, misalnya, ilmuwan harus menekan gigi taring ular ke tabung. Saat itu pula tangannya harus memijit racun kelenjar agar bisanya bisa keluar. Tak jarang, mereka juga digigit. Sebagian besar pemerah bisa ini pernah digigit 24 kali.

    2. Astronot
    Jika saat kecil anda bercita-cita jadi astronot, pikirkan ulang. Astronot adalah pekerjaan keras dan berbahaya. Butuh pelatihan keras dan membahayakan. Misalnya menahan tembakan sinar UV, hingga percobaan penerbangan yang memiliki risiko kematian yang besar.
    Bahkan mereka yang sudah kembali dari luar angkasa masih diancam bahaya kelemahan otot atau kerapuhan tulang karena berada di ruang bergravitasi rendah dalam jangka waktu lama.

    3. Teknisi Laboratorium
    Berada di laboratorium tak berarti lepas dari mara bahaya. Selain membosankan, kerja di laboratorium malah banyak bahaya yang tak diduga.
    Bahan kimia, bahan beracun dan peralatan yang berbahaya justru bisa menngantarkan maut.

    Sheharbano Sangji, seorang mahasiswa di UCLA, Los Angeles, tewas karena luka bakar saat bekerja dengan t-Butyllithium, zat yang sangat mudah terbakar.

    Peralatan seperti MRI, alat yang biasa digunakan mengukur aktivitas otak, memiliki magnet yang kuat. Magent ini bisa menarik benda-benda logam, seperti dari pistol hingga kursi roda. Saat magentnya bekerja mendadak, bisa melukai mereka yang berada di dekat MRI.

    4. Pemburu Badai
    Saat hujan petir merudung langit, orang-orang ini malah mendekatinya keganasan alam. Mereka menempatkan sensor angin dan tekanan sedekat mungkin dengan sumber badai. Tentu pekerjaan ini taruhannya nyawa. Mei lalu, pemburu badai veteran, Tim Samaras beserta anak dan dua rekannya tewas saat mengejar badai di El Reno, Oklahoma.

    Menurut salah satu pemmburu badai, Tony Laubach, yang membahayakan dari pekerjaan ini adalah sambaran petir acak dan mematikan.

    5. Fisiolog Buaya
    Pada era 1980-an Roger Seymour, fisiolog flora dan fauna di University of Adelaide Australia bergulat dengan buaya di perairan saat gelap gulita. Hanya bersenjatakan tali, Seymour bersama rekan-rekannya bergulat melumpuhkan buaya itu. Buaya yang berhasil ditangkap di darat. Lalu diteliti. Usai diteliti buaya dikembalikan ke air. Tapi, mungkin buaya punya rasa dendam. Buaya itu balik lagi menyerang perkemahan Seymour.

    Baca Juga:  

    Selasa, 20 Agustus 2013

    Otak Tetap Beraktivitas Setelah 30 Detik Orang Meninggal

    http://asalasah.blogspot.com/2013/08/otak-tetap-beraktivitas-setelah-30.htmlAsalasah ~ Penelitian dilakukan oleh ilmuwan di Universitas of Michgan dengan electroencephalograms (EEG) menemukan bahwa otak akan tetap berfungsi selama 30 detik setelah orang meninggal. Peristiwa ini terjadi setelah jantung berhenti berdetak, tapi otak masih menunjukkan bisa beraktifvitas.

    "Kami terkejut ketika otak masuk beraktivitas. Faktanya, dalam keadaan sekarat, ada tanda-tanda gelombang listrik yang muncul lebih tinggi dibandingkan ketika manusia sadar. Ini menunjukan bahwa otak mampu berkativitas dan menyalurkan gelombang listrik diawal kematian," jelas George Mashour, profesor anestesiologi dan bedah saraf di University of Michigan.

    Fenomena ini juga ditemukan pada mamalia lain. Misalnya, ketika tikus yang mengalami sesak nafas, otaknya masih tetap beraktivitas.

    "Penelitian ini memberitahu kita bahwa pengurangan oksigen atau glukosa selama serangan jantung dapat merangsang aktivitas otak yang merupakan karateristik dalam kesadaran," jelas pemimpin penelitian Jimo Borjigin, Selasa, 13 Agustus 2013.

    "Ini juga merupakan kerangka ilmiah pertama untuk pengalaman orang-orang yang sekarat karena serangan jantung," lanjutnya.

    Sekitar 20 persen orang yang bertahan hidup selama periode cardiac arrest (hilangnya fungsi jantung secara tiba-tiba) telah dikelompokan oleh dokter sebagai kematian klinis.

    Borjigin mengatakan, ia berharap studi terbaru timnya akan membentuk dasar untuk penelitian manusia masa depan. Penelitian ini juga bisa bantu menyelidiki pengalaman mental yang terjadi ketika otak mati, termasuk terlihatnya cahaya selama serangan jantung.

    Baca Juga:  
    Sumber: http://www.tempo.co/read/news/2013/08/15/060504585/Otak-Tetap-Berfungsi-Meski-Jantung-Berhenti

    Ilmuwan Temukan Cara Hilangkan Penyakit Darah Tinggi Sejak Muda

    Obat Termurah untuk Tekanan Darah Tinggi
    Asalasah ~ Sebuah tes darah yang murah dan sederhana bisa menyelamatkan ribuan orang dari masalah tekanan darah yang mengancam jiwa setiap tahun, para ilmuwan menyatakan. Penelitian dari Universitas Cambridge menunjukkan setidaknya satu dari sepuluh pasien tekanan darah tinggi -- jumlahnya mencapai 16 juta -- di Inggris bisa disembuhkan jika dilakukan diagnosis dini.

    Studi difokuskan pada kondisi yang disebabkan oleh tumor kecil dan jinak dari kelenjar adrenal, organ penghasil hormon di atas ginjal. Meskipun sangat berbahaya, tumor ini dapat dideteksi dengan tes murah dan operasi sederhana.

    Langkah ini, kata peneliti, bisa menghemat biaya untuk obat tekanan darah tinggi seumur hidup. Selain itu juga akan sangat mengurangi kemungkinan serangan jantung, stroke dan kondisi yang berpotensi fatal lainnya.

    Pengobatan yang terbaik adalah untuk mereka yang berusia di bawah empat puluh tahun, dan sampai 10.000 pria dan wanita di usia dua puluhan dan tiga puluhan.

    The British Heart Foundation menggambarkan penelitian sebagai 'perkembangan menarik', dan menekankan bahwa diagnosis dini sangat penting.

    Tekanan darah tinggi mempengaruhi sepertiga dari orang dewasa dan tiga kali lipat risiko serangan jantung dan stroke. Dikenal sebagai silent killer, karena gejala awal yang nyaris tak diketahui, darah tinggi adalah penyebab tunggal terbesar kematian di seluruh dunia.

    Jenis darah tinggi yang disebabkan oleh tumor jinak dari kelenjar adrenal cukup mengkhawatirkan. Mereka yang mengidapnya lima kali lebih mungkin untuk mengalami serangan jantung daripada mereka yang tekanan darah tingginya disebabkan oleh faktor lain, seperti merokok atau stres. Dokter telah lama mengetahui bahwa tumor meningkatkan tekanan darah.

    Penelitian Cambridge, yang diterbitkan dalam jurnal Nature Genetics, menunjukkan tumor adrenal bertanggung jawab untuk satu dari sepuluh kasus darah tinggi. Peneliti memindai sejumlah pria dan wanita dengan tekanan darah tinggi untuk mendeteksi tumor ini, dan menemukan besaran tumor bervariasi pada kisaran 3 mm.

    Tumor diyakini merupakan mutasi yang meningkatkan produksi aldosteron, hormon yang meningkatkan tekanan darah. "Menghilangkan tumor ini pada orang muda yang terdeteksi akan menghindarkan mereka dari tekanan darah tinggi dan menyelamatkan mereka dari obat-obatan seumur hidup," kata Profesor Morris Brown, salah satu peneliti.

    Baca Juga:  
    Sumber: http://www.tempo.co/read/news/2013/08/06/060502687/Obat-Termurah-untuk-Tekanan-Darah-Tinggi

    Jumat, 16 Agustus 2013

    Cina Bangun Dua Stasiun Riset Antartika Pada Tahun 2015

    2015, Cina Bangun Dua Stasiun Riset Antartika
    Asalasah ~ Siapa sangka perhatian Cina terhadap Antartika terbilang sangat besar. Negeri Tirai Bambu berencana membangun dua stasiun penelitian di Kutub Selatan pada 2015 mendatang.

    Dua stasiun yang baru bakal melengkapi tiga stasiun yang sudah ada sebelumnya, yakni stasiun riset Zhongshan, Great Wall, dan Kunlun.

    Seperti dikutip laman kantor berita Xinhua, Senin, 1 April 2013, satu tim ekspedisi dari State Oceanic Administration (SOA) telah kembali dari Antartika guna mengecek lokasi pembangunan stasiun penelitian.

    Pemerintah Cina akan membangun satu stasiun riset musim panas yang dapat digunakan dari bulan Desember hingga Maret. Stasiun ini akan dibangun di lokasi antara stasiun Zhongshan dan Kunlun yang juga berfungsi memberi dukungan logistik.

    "Stasiun akan digunakan untuk mempelajari geologi, gletser, geomagnetisme, dan ilmu atmosfer di Antartika," ujar pejabat SOA.

    Stasiun kedua akan dibangun di Victoria Land di Antartika. Stasiun ini, masih menurut SOA, didesain untuk mendukung para ilmuwan melakukan penelitian multidisipliner tentang bio-ekologi dan penginderaan jauh satelit.

    Baca Juga:  
    Sumber: http://www.tempo.co/read/news/2013/04/01/061470566/2015-Cina-Bangun-Dua-Stasiun-Riset-Antartika

    Minggu, 11 Agustus 2013

    Senyawa Antibiotik baru Ditemukan Dari Lautan

    http://asalasah.blogspot.com/2013/08/snyawa-antibiotik-baru-ditemukan-dari.html
    Asalasah ~ Sebuah senyawa antibiotik yang baru dan tidak biasa yang diambil dari sebuah mikroorganisme laut ditemukan di endapan pesisir California.

    Penemuan antibiotik yang asli sangat jarang, dan para ahli mengatakan resistensi terhadap obat-obatan tersebut merupakan ancaman kesehatan manusia.

    Para ahli sains AS mengatakan senyawa baru, disebut anthracimycin, tampaknya dapat efektif membunuh bakteri MRSA dan anthrax.

    Rincian mengenai temuan antibiotik tersebut dipublikasikan dalam Jurnal Angewandte Chemie, Jerman.

    Struktur kimia yang unik dari senyawa tersebut dapat menjadi golongan obat antibiotik yang baru.
    Thomas Frieden, Direktur Pusat Pengawasan dan Perlindungan Penyebaran Penyakit AS, baru-baru ini memperingatkan 'mimpi buruk' resistensi bakteri terhadap antibiotik. Sementara pejabat kesehatan AS Sally Davies, menggambarkan kondisi tersebut sebagai 'bom waktu' yang dapat mengancam keamanan nasional.

    Potensi lautan

    Struktur dari anthracimycin, seperti dijelaskan oleh Kyoung Hwa Jang dan karyawan dari Scripps dalam tulisan mereka, tak sama dengan antibiotik alami yang ada sebelumnya.

    Senyawa yang berasal dari Steptomyces bacteria yang diambil oleh Christopher Kauffman di endapan samudera Pasifik.

    Pemimpin tim penelitian, William Fenical, menyampaikan komentarnya: "Yang penting dari pekerjaan ini adalah anthracimycin memiliki stuktur kimia yang baru dan unik. Penemuan senjawa kimia ini sangat jarang. Penemuan ini menambah temuan sebelumnya yang menunjukan bahwa bakteri lautan memiliki kandungan genetik dan secara kimia unik."

    Uji terhadap senyawa antibiotik telah menunjukkan efektivitasnya dalam menyerang anthrax.
    Dan juga menunjukkan aktivitas yang signifikan dalam melawan Staphylococcusaureus, MRSA .
    Penemuan ini menunjukkan potensi sumber material dan senyawa baru ditawarkan oleh lautan, sangat banyak.

    Baca Juga:  
     


  • [01] Foto Harimau Hidup Bermesraan Dengan Seorang Biksu
  • [01] Sharp Merilis TV Terbesar, Ukurannya 90 Inci
  • [01] 7 Smatphone Tercanggih Di Tahun 2013


  • Sumber: http://www.bbc.co.uk/indonesia/majalah/2013/08/130801_antibiotik.shtml

    Selasa, 06 Agustus 2013

    Gempa Bumi Picu Pengeluaran Gas Metana

    Gempa bumi (ilustrasi)
    Asalasah ~ Ada risiko lain yang bisa ditimbulkan gempa bumi. Guncangan lempeng bumi ini ternyata dapat merobek kantong bumi dan membuka celah di laut yang mengeluarkan segumpalan metana, gas rumah kaca yang sangat kuat. Hal ini disimpulkan menurut sebuah studi oleh para ilmuwan Jerman dan Swiss yang dipublikasikan pada Ahad (28/7) kemarin.

    Gempa menyebabkan metana masuk ke  dalam daftar emisi karbon yang memerangkap panas dan  mempengaruhi sistem iklim dunia. Hanya saja ilmuwan menjelaskan skala kontribusi gempa terhadap zat metana ini masih belum jelas.

    Bukti berasal dari inti sedimen yang dibor dari dasar Laut Arab utara. Penelitian tersebut sudah berjalan sejak tahun 2007 oleh para ilmuwan kelautan.

    Sekarang ini, salah satu inti telah ditemukan mengandung hidrat metana yang berstruktur solid seperti kristal metana dan air. Senyawa ini terletak hanya 1,6 meter di bawah dasar laut.
    Bukti lain yang ditemukan adalah tanda-tanda dari air di antara butiran sedimen, dan konsentrasi mineral yang disebut barit. Kedua hal itu menunjukkan bahwa metana keluar melalui dasar laut dalam beberapa dekade terakhir.

    “Kami mulai membaca literatur dan menemukan bahwa gempa bumi besar terjadi sebelumnya, pada 1945,” kata David Fischer dari MARUM Institute di University of Bremen seperti dikutip AFP.

    “Berdasarkan sejumlah indikator, kami menduga bahwa gempa menyebabkan retakan sedimen, melepaskan gas yang telah terperangkap di bawah hidrat ke laut.”

    Baca Juga:  
    Sumber: http://www.republika.co.id/berita/trendtek/sains/13/07/31/mqt7ft-studi-gempa-bumi-picu-pengeluaran-gas-metana

    Selasa, 30 Juli 2013

    Bom Hydrogen Tsunami Sebagai Nuklir Pembuat Tsunami

    Asalasah ~ Senjata Nuklir Tsunami akhirnya terungkap digunakan sebagai senjata pemusnah massal. Sebelum ditemukannya senjata nuklir, Tsunami terakhir terjadi pada tahun 1883 yang disebabkan oleh sebuah Letusan Vulakanis Gunung Karakatau di Indonesia. Bisa saja KEBETULAN tetapi tsunami berikutnya terjadi di lepas pantai Alaska pada tahun 1946. Pada tanggal 1 April, 1946, sebuah "gempa bumi" besar dan tsunami menerjang Kepulauan Aleutian di lepas pantai Alaska.

    Diperkirakan Pentagon memiliki lebih dari 10,000 buah Nuklir yang mematikan di dalam gudang persenjataannya.

    Pentagon memiliki lebih dari 10,000 buah Nuklir di dalam gudang persenjataannya yang mematikan. Daya ledak setiap bom hydrogen adalah 50 kali lebih kuat daripada bom atom yang dijatuhkan di Hiroshima, Jepang pada tahun 1945.

    Sebuah bom hidrogen bila ditempatkan secara strategis dapat menghancurkan sebuah negara sebesar Inggris. Pemimpin NAZI, Hitler pernah mengakui memiliki Bom-Hidrogen, dan Pentagon membawa bom=-H Hitler ke Amerika Serikat dan diuji coba di Alaska pada bulan April 1946.


    Quote:

    Secara teoritis, Pentagon 9 megaton W-53 hulu-ledak termonuklir (kiri atas), bisa dengan mudah dikemas dalam sebuah tempat kecil 'menyerupai' saturasi untuk menyelam (kanan atas), supaya terlindung dari tekanan 10,000 pound dari setiap inci persegi di dasar laut Sumatra Trench. Keseluruhan kemas yang dilapisi baja beratnya kurang dari lima ton, bisa diselipkan di buritan kapal penyuplai anjungan minyak, yang di Asia sendiri terdapat lebih dari 300 buah. Siapa yang akan memperhatikan?
    Bom hidrogen yang mematikan adalah nuklir di dalam nuklir.!



    Hidrogen atau bom thermonuklir adalah nuklir di dalam nuklir. Dengan kata lain, ia menggunakan fisi (pembelahan sel) dan milyaran derajat dalam sebuah bom atom konvensional (primary) untuk memicu sebuah reaksi berantai (fusion) dalam bom lain (secondary) dalam rangka menciptakan ledakan nuklir. Tahap ketiga atau tertiary dapat ditambahkan hingga hasilnya mencapai 20 juta ton TNT!!

    Dr. Edward Teller mengatakan bahwa limit monster ini adalah 100 juta ton TNT!!

    Bom-H pertama diproduksi oleh Nazi Jerman dengan bentuk yang sangat besar dan memerlukan pendingin khusus (cryogenics) untuk menjaga agar cairan deuterium tetap berada di bawah 400 derajat Fahrenheit.

    Pada waktu itu kapal selam merupakan cara yang ideal untuk mengantarkannya, namun akan meletus juga sewaktu terjadi ledakan.

    Uji coba Bom Atom pertama bertempat di Port Chicago pada tanggal 17 Juli 1944.

    Ledakan atom pertama di dunia terjadi di Port Chicago di sebelah utara San Francisco pada tanggal 17 Juli, 1944. Ledakan atom ini merupakan uji coba senjata yang dirakit dengan bom uranium yang kemudian dijatuhkan di Hiroshima, Jepang pada tanggal 6 Juli, 1945.

    Prinsip-prinsip bom Hidrogen sudah diketahui pada tahun 1944.
    Prinsip-prinsip bom hidrogen sudah diketahui sejak tahun 1944.


    Dr. James B. Conant (1893-1978).

    Menurut Dr. James B. Conant, President of Harvard University and scientific adviser to General Groves, Super Bom Amerika Serikat dengan seksama dikembangan pada tahun 1944.

    "Dengan menggunakan berbagai macam metoda, nampak sangat mungkin untuk mengembangkannya dalam jangka waktu enam bulan setelah bom pertama disempurnakan, dan harus memungkinkan untuk dapat ditingkatkan efisiensinya ... dalam kasus ini sejumlah materi yang sama akan menghasilkan sama dengan kira-kira 24,000 ton TNT. Pengembangan lebih lanjut sepanjang alur kebijakan ini memungkinan untuk diproduksinya sebuah bom tunggal dengan jumlah materi dan efisiensinya untuk mengejar jumlah yang sama dengan beberapa ratus ribu ton TNT, atau bahkan sebanding dengan satu juta ton TNT... Semua kemungkinan-kemungkinan ini hanya terdapat dalam menyempurnakan efisiensi penggunaan unsur-unsur "25"[U235] dan "49"[Pu239].

    Surat ini ditulis oleh Dr. Conant kepada Vannevar Bush pada tanggal 20 Oktober 1944.

    Fakta-Fakta

    "Gempa bumi" pertama dan Tsunami dalam abad ke-20 terjadi di Alaska pada tanggal 1 April 1946.
    Pada tanggal 1 April 1946, sebuah "gempa bumi" yang sangat besar dan Tsunami menerjang kepulauan Aleutian tepi pantai Alaska:

    "Salah satu Tsunami luas yang paling desktruktif di Pasifik adalah yang disebabkan oleh gempa bumi berkekuatan 7.8 di dekat kepulauan Unimak di Alaska, di rangkaian kepulauan Aleutian. Sebuah gelombang sangat besar 35 meter menghancurkan seluruh bangunan mercusuar U.S. Coast Guard's Scotch Cap di Unimak dan membunuh semua orang petugasnya yang berjumlah lima orang."( sumber Intl. Tsunami Info. Center)

    Uji Coba Pertama bom hidrogen bertempat di Alaska pada tanggal 1 April 1946.
    Setelah Perang Dunia II, Alaska dipilih sebagai sebuah tempat favorit oleh Pentagon untuk melakukan uji coba senjata-senjata nuklir. Wilayah tersebut berdekatan dengan wilayah Rusia, dengan demikian jatuhan radio aktif akan mengkontaminasi Siberia dan cukup jauh dari wilayah daratan Amerika Serikat untuk menyembunyikan efek dari "tembakan" atau uji-coba.


    Dr. Edward Teller, tengah (1908-2003), dijuluki sebagai "bapak bom-H" sering melakukan kunjungan ke Alaska . Dengan kedok penggunaan nuklir untuk tujuan damai ia melakukan uji-coba beberapa bom-H di Alaska dengan nama sandi Project Chariot .

    Ledakan bom hidrogen ini dipicu oleh sebuah alat berupa senjata rakitan mirip dengan yang digunakan pada "Little Boy"— bom Hiroshima.

    Ledakan Kedua Bom Hidrogen Bertempat di Lepas Pantai Rusia pada tahun 1952.
    Menurut "para ahli" Rusia tidak meledakkan bom hidrogen sampai dengan tahun 1955. Oleh karena itu, "gempa bumi" dan Tsunami mestinya merupakan kerja Pentagon. Pada waktu itu, situasi Perang Korea sedang memburuk untuk Jenderal McArthur. Di bawah ini kutipan lain dari the International Tsunami Info Center:

    "Pada tanggal 4 Nopember 1952, sebuah gempa kuat (berkekuatan 8.2) di lepas pantai Semenanjung Kamchatka mendorong terjadinya kerusakan Tsunami Pasifik yang luas. Gelombang Tsunami menerjang Semenanjung Kamchatka, Kepulauan Kuril dan wilayah Timur Jauh Rusia lainnya, menyebabkan kerusakan yang parah dan kematian. Tsunami secara luas diobservasu dan dicatat di Jepang, tetapi tidak terjadi kerusakan maupun kematian. Di pantai sebelah utara Oahu gelombang pasang yang tergadi mencapai ketinggian sampai dengan 4.5 meter. Di pantai sebelah selatan di pulau tersebut, Tsunami cukup kuat menghanyutkan kapal barang bermuatan semen di Pelabuhan Honolulu.."(Intl.

    Ledakan Ketiga Bom Hidrogen Terjadi di Alaska pada tanggal 9 Maret 1957.
    Pentagon meledakkan sebuah thermonuklir a BIG ONE pada tanggal 9 Maret 1957 di Alaska. Mungkin peledakkan ini berkaitan dengan Operation Dropshot—rencana invasi ke Rusia yang ditetapkan tahun 1958:

    "Pada tanggal 9 Maret 1957, sebuah gempa berkekuatan 8.3 di selatan Kepulauan Andreanof, di Kepulauan Aleutean, Alaska - di wilayah yang umumnya sama dengan yang terjadi pada tanggal 1 April 1946 - mendorong sebuah Tsunami Pasifik yang luas. Meskipun tidak ada manusia yang menjadi korban, Tsunami menghancurkan harta benda di Kepulauan Hawaii yang kerusakannya ditaksir berjumlah kira-kira US$ 5 Juta (nilai dolar tahun 1957). Gelombang air laut terutama tinggi di pantai sebelah utara di pulau Kauai yang mencapai ketinggian 16 meter, membanjiri jalan raya dan menghancurkan rumah-rumah dan menghanyutkan jembatan."

    Ledakan Keempat Bom Hidrogen Terjadi di Pantai Chili Tahun 1960.
    Pada tanggal 22 Mei 1960, sebuah "gempa bumi" yang besar dan Tsunami terjadi di pesisir Chili. Pada waktu itu Pentagon tidak sedang resmi berperang dengan Chili, namun pemerintah Chili mungkin mengancam akan mengusir orangnya Rockefeller yang mengontrol perusahaan-perusahaan minyak. Di bawah ini kutipan dari the International Tsunami Info. Center.

    [b] Ledakan Kelima Bom Hidrogen Terjadi di Alaska pada tanggal 28 Maret 1964.[/.B]


    President John F. Kennedy,
    (President from 1961 to '63).
    Pada tahun 1963, President Kennedy menandatangani Perjanjian Larangan Percobaan Senjata Nukliryang mencegah percobaan nuklir di udara, luar angkasa dan di bawah permukaan air. Pentagon GUSAR - FURIOUS. Kennedy membuat permasalahannya semakin buruk dengan melarang mereka melakukan uji coba di kedalaman tanah di Alaska.

    Ledakan Keenam Bom Hidrogen Terjadi Di Indonesia pada Tanggal 26 Desember 2004.

    Quote:
    1. Nuklir atau beberapa buah Nuklir ditanam oleh Angkatan Laut Pentagon di Sumatra Trench, di pantai Indonesia.
    2. Waktu - TIMING dari kejadian ini merupakan petunjuk keterlibatan Roma.
    3. Semua inquisi besar dalam sejarah dimulai sekitar waktu CHRIST MASS. Charlemagne, Kaisar Romawi Pendosa naik tahta pada hari CHRIST MASS pada tahun 800, segera setelah itu, teror datang dari laut ke pulau kecil Inggris dalam bentuk kapal panjang Viking.
    4. Semua tahun "suci" Vatican atau Jubilees dimulai pada hari Christ Mass.
    5. Uni Sovyet secara resmi dipecah-belah oleh Jesuit Gorbechev pada hari 19 Christ Mass.
    Hitler Memiliki Bom Hidrogen Pada Tahun 1945.
    Bom yang dimiliki Hitler menggunakan senjata yang dirakit untuk memicu uranium untuk merangsang reaksi berantai. Setelah Sekutu membom fasilitas air berat di Norwegia, Hitler mendapatkan air berat dari Congo Belgia. Dia membangun sebuah pusat fasilitas senjata nuklir bawah tanah di Sangerhausen di sebelah timur Jerman.

    Air Berat Tidak Diperlukan Untuk Membuat Bom Atom ... Tetapi Benar-benar Penting Untuk Membuat Bom Hidrogen.
    Beberapa reaktor dewasa ini menggunakan air berat sebagai moderator untuk melambatkan reaksi berantai, tetapi di Amerika Serikat, Enrico Fermi menggunakan graphite pile - baterai grafit ... bukan air berat ... untuk memperlambat reaksi.

    Dimana Pentagon Akan Menyerang Lagi Dengan "Gempa Bumi" dan Tsunami?
    Kami tidak mengetahui berapa banyak bom yang telah diledakkan Pentagon di bawah permukaan air laut, namun pasti mereka telah banyak melakukannya. Dimana berikutnya Pentagon akan menyerang dengan senjata penghancur massalnya? Tidak seorangpun akan selamat dari senjata-senjata mematikan.

    Mudah-mudahan tidak terjadi lagi ya gan... Bisa kiamat gan kalau ada perang Nuklir...

    Baca Juga:  
    Sumber: http://forum.viva.co.id/iptek/1060382-bom-hydrogen-tsunami-salah-satu-senjata-pemusnah-massal.html

    Jumat, 26 Juli 2013

    Peneliti Menemukan Virus Terbesar Yang Pernah Ada

    Asalasah ~ Para peneliti telah menemukan jenis virus terbesar yang pernah ada. Virus ini diberi nama virus pandora, terinspirasi dari bentuknya yang menyerupai guci Yunani dan mengingatkan para peneliti dengan kotak pandora. Penemuan ini telah dijelaskan secara rinci dalam jurnal Science, Jumat (19/7/2013).

    Diberitakan NBC News, Jumat (19/7/2013), virus pandora dinobatkan sebagai virus terbesar karena memiliki sekitar 2.500 gen dan memiliki ukuran yang mencapai bilangan mikrometer atau sekitar seperseratus dari lebar rambut manusia. Ukuran ini jauh lebih besar dari mimivirus yang berukuran maksimal 700 nanometer dan hanya memiliki 1.000 gen.

    Virus pandora sebenarnya sudah ditemukan sejak 13 tahun yang lalu, tetapi pada saat itu mereka diduga bakteri. Dua jenis virus pandora (saat itu bakteri) ditemukan terdapat dalam tubuh Amoeba. Pandoravirus salinus, digali di muara Sungai Tunquen lepas pantai Chile tengah. Sementara yang lain, disebut Pandoravirus dulcis, berdiam di dasar kolam air tawar dangkal dekat Melbourne, Australia.

    "Penemuan ini sudah pasti akan mematahkan dasar pemikiran kami tentang virus. Kami memang sudah siap untuk menemukan virus baru yang memiliki gen di kisaran 1.000 buah, namun tidak untuk yang memiiki gen dua kali lipat dari angka itu. Hal ini benar-benar menunjukkan jika kita tidak mengetahui apa pun mengenai batas yang mungkin dapat mereka capai," kata Chantal Abergel, pemimpin riset di French National Center for Scientific Research di Marseille.

    Amoeba, yang merupakan inang virus dalam penemuan ini, akan mati dua sampai empat jam setelah menelan virus pandora. Setelah berhasil menguasai tubuh amoeba, virus akan berkembang biak hingga menjadi 100 virus.

    Para peneliti yakin jika sebenarnya amoeba bukanlah sasaran utama yang digunakan oleh virus sebagai inang untuk berkembang biak. Virus lebih sering menggunakan tubuh ganggang.

    Lebih dari 93 persen gen yang ada pada virus pandora belum pernah diketahui sebelumnya. Analisis genom menunjukkan bahwa mereka tidak terkait dengan famili virus lain. Adanya 2.500 gen yang terdapat pada virus pandora masih menjadi misteri hingga saat ini.

    Sebuah pemikiran kontroversial menyatakan bahwa mungkin saja virus, baik yang berukuran kecil atau raksasa, merupakan keturunan dari sel yang mengalami penyusutan materi genetik.

    "Parasit jenis apa pun menganut proses universal yang dinamakan penyusutan genom. Mereka mungkin saja kehilangan beberapa gen, namun hal ini tidak membahayakan karena inang mereka dapat menggantikan fungsi dari gen yang hilang itu. DNA yang dimiliki virus kecil maupun raksasa mungkin telah menyusut dari yang dimiliki sel nenek moyang mereka, namun hanya berbeda pada tingkatan jumlahnya," ujar Jean Michel Claverie, kepala Structural and Genomic Information Laboratory di Marseille, Perancis.

    Virus adalah makhluk yang tidak dapat dikategorikan sebagai makhluk hidup ataupun benda mati. Sifat-sifat yang ada pada virus menempatkannya untuk berada di antara dua kategori tersebut. Penemuan ini membuat batasan antara makhluk hidup (sel) dan virus menjadi semakin kabur.

    "Penelitian yang selanjutnya mungkin dapat memunculkan bentuk perantara kehidupan di antara virus dan sel, membangun kontinuitas di antara keduanya," ujar Abergel.

    Baca Juga:  

    Generasi Baru Vitamin C Bisa Larut dalam Lemak

    Vitamin C Generasi Baru Larut dalam Lemak
    Asalasah ~ Vitamin C selama ini dikenal sebagai zat yang larut di dalam air, namun kini ada vitamin C yang dapat larut di dalam lemak, sehingga bisa tahan di dalam tubuh lebih lama.

    Dokter dari Consumer Health Division PT Kalbe Farma, Tbk. Helmin Agustina mengatakan variasi dan bentuk vitamin C terus berkembang dari tahun ke tahun. Setelah membuat suplemen Ester- C beberapa tahun lalu, kini industri farmasi dikenalkan dengan vitamin C generasi terbaru, yakni Pureway-C. “Ini adalah suplemen Vitamin C yang mudah diserap tubuh melalui sel lemak," kata Helmin, hari ini. "Bekerja lebih cepat dan bertahan lebih lama dibandingkan vitamain C sebelumnya."

    Pureway-C yang larut dalam lemak bisa bertahan hingga 24 jam di dalam tubuh, sementara vitamin C yang larut dalam air hanya bertahan empat jam. Vitamin C generasi baru ini juga tidak menimbulkan efek samping seperti batu ginjal dan sakit lambung.

    Helmin mengatakan Pureway-C yang mengandung metabolic lipid yang bermanfaat untuk meningkatkan kemampuan bioavailabilitas, distribusi, absorbsi, dan biopotensi. “Daya kerjanya cepat dan kemampuan antioksidannya lebih tinggi dibandingkan vitamin C biasa, seperti Kalsium Askorbat dan Vitamin C ter-Ester,” ujarnya

    Keistimewaan lain Pureway-C adalah dapat dikombinasikan dengan vitamin lainnya. Fungsi dari vitamin lain yang dikombinasikan misalnya dengan Vitamin B kompleks dan Zinc juga menjadi lebih efektif karena mudah terserap di tubuh melalui lemak.

    Vitamin C di dalam tubuh berfungsi untuk menjaga struktur kolagen, yaitu sejenis protein yang menghubungkan semua jaringan serabut, kulit, urat, tulang rawan, dan jaringan lain di tubuh manusia. “Vitamin C juga penting untuk membantu penyerapan zat besi dan mempertajam kesadaran,” kata Helmin.

    Dari penelitian Angka Kecukupan Gizi (AKG), kebutuhan vitamin C untuk rata-rata orang Indonesia dalam kondisi sehat sebesar 90 miligram. Kebutuhan tersebut akan meningkat dua kali lipat dalam kondisi cuaca ekstrim.

    Baca Juga:  

    Kamis, 25 Juli 2013

    Peneliti Menemukan Cara Membuat Obyek Melayang di Udara

    Asalasah ~ Mantra penerbang "Wingardium Leviosa" milik Harry Potter tampaknya sudah tidak ajaib lagi. Diberitakan Fox News, Selasa (16/7/2013), sebuah studi terbaru menyebutkan bahwa para peneliti kini menemukan cara untuk membuat sebuah obyek "melayang" di udara dengan memanfaatkan gelombang suara.

    Pengangkatan benda (levitasi) dengan gelombang suara sebenarnya sudah dikenal sejak beberapa dekade lalu. Para ilmuwan menggunakan transducer untuk memproduksi gelombang suara dan reflektor untuk memantulkan gelombang sehingga menghasilkan gelombang transversal.

    "Gelombang transversal adalah gelombang yang dihasilkan seperti saat Anda memetik gitar. Senar bergerak naik dan turun, namun terdapat dua titik yang akan selalu tetap," ujar Daniele Foresti, insinyur mesin di ETH Zurich di Swiss sekaligus penulis pendamping dari studi tersebut.

    Dengan menggunakan gelombang transversal, para ilmuwan dapat mengangkat setetes kecil cairan. Sayangnya dalam metode sebelumnya gelombang hanya mampu mengangkat benda yang relatif kecil. Cairan yang diangkat pun akan melayang secara terpisah. Benda tidak dapat dipindahkan dengan metode ini.

    Berdasarkan risetnya, Foresti memperkenalkan metode baru yang dipublikasikan di jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences pada Senin (15/7/2013).

    Foresti dan rekan-rekannya merancang transducer mini yang cukup kuat untuk mengangkat benda berat namun cukup kecil untuk dapat dikemas. Sistem baru ini dapat mengangkat benda berat dan menyediakan kontrol yang cukup sehingga cairan dapat dicampur tanpa terpecah menjadi tetesan-tetesan kecil.

    Metode ini memungkinkan manusia memanipulasi obyek yang sedang melayang tanpa perlu menyentuhnya. Teknik ini sangat membantu untuk membuat campuran kimia ultra murni tanpa kontaminasi.

    Telinga manusia memiliki batas toleransi dalam mendengarkan suara. Frekuensi suara yang akan mengganggu pendengaran manusia adalah sebesar 160 desibel atau setara dengan suara jet yang sedang lepas landas. Namun dalam percobaan ini, frekuensi suara yang digunakan hanyalah sebesar 24 kilohertz. Besaran ini sedikit berada di atas ambang frekuensi bunyi yang mampu didengar manusia pada umumnya.

    Yiannis Ventikos, peneliti cairan di University College London yang tidak terlibat dalam penelitian ini, mengatakan bahwa sistem baru tersebut merupakan sebuah kemajuan besar baik secara teoretis maupun aplikasi praktis.

    Dalam mencampurkan cairan menggunakan pipet di laboratorium, kontaminasi menjadi isu utama. Kini ilmuwan bisa memakai metode pengangkatan dengan suara ini untuk mencampur tanpa perlu khawatir kontaminasi. Sebagai contoh, ilmuwan dapat mencampur sel punca dengan cairan tertentu secara steril.

    "Tingkat kontrol yang bisa Anda capai sangat mengejutkan," ujar Ventikos.

    Baca Juga:  
    Sumber: http://sains.kompas.com/read/2013/07/17/1442338/Bukan.Sihir.Ilmuwan.Angkat.Benda.Cuma.dengan.Suara

    Selasa, 23 Juli 2013

    Gimana Reaksi tubuh terhadap kondisi di angkasa luar?

    Headline
    Asalasah ~ Koln - Sebuah laboratorium khusus baru dibuka di Jerman. Laboratorium itu sangat ideal bagi studi antariksa dan medis. Mau tahu reaksi tubuh terhadap kondisi di angkasa luar?

    Envihab, kombinasi 'lingkungan' dan 'habitat', adalah laboratorium riset termutakhir dari Pusat Riset Aeronotika dan Antariksa Jerman (DLR) di Koln, Jerman. Di tempat itu, dimungkinkan ada subyek penelitian hidup dan diobservasi dalam kondisi terkontrol.

    Jadi para dokter di Envihab mensimulasikan dan mempelajari bagaimana lingkungan tertentu mempengaruhi kesehatan seseorang. Bahkan Envihab dapat mengurung seseorang yang menjadi obyek penelitian selama berminggu-minggu.

    "Kami dapat menutup jendela sehingga tidak ada cahaya matahari masuk. Dan hanya ada cahaya artifisial," jelas Rupert Gerzer, direktur di institut itu.

    Mereka yang setuju menjadi obyek penelitian sudah memberikan izin sebelum berpartisipasi dalam eksperimen jangka panjang itu, yang kerap pula harus berada dalam kondisi sulit.

    "Misalnya, kami meminta mereka tidur terlentang dengan posisi kepala lebih rendah enam derajat. Ini sesuai dengan gravitasi nol," ujar fisiolog Bergita Ganse.

    Terlentang dengan posisi kepala lebih rendah selama berminggu-minggu untuk simulasi sistem sirkulasi tubuh saat penerbangan luar angkasa. Para periset terutama tertarik terhadap level melatonin, yakni hormon yang membantu mengatur tidur. Efek yang sama dapat disimulasikan di dalam laboratorium DLR dengan menggunakan sistem penerangan khusus.

    "Kami dapat menciptakan beragam situasi penerangan, intensitas dan atmosfernya. Ini memungkinkan kami mempelajari bagaimana cahaya mempengaruhi tidur," ujar Melanie von der Wiesche, direktur studi bersangkutan.

    Suara dan stres mempengaruhi tidur

    Para periset juga dapat mengekspos obyek penelitian terhadap suara, termasuk suara yang terus-terusan terdengar di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Obyek penelitian juga dibangunkan dari tidur setiap empat jam, sehingga tercipta stres pada tubuh.

    "Kalau ini berlangsung terus sepanjang minggu, obyek mulai merasa terganggu, dan tubuh mulai bereaksi secara berbeda," ungkap Gerzer.

    Kelembaban dan komposisi air juga dapat disesuaikan di dalam Envihab, memungkinkan periset untuk mengetahui apakah manusia dapat hidup dengan level oksigen yang kurang memadai pada situasi tertentu, atau dapat hidup dengan lebih banyak kadar karbondioksida dan nitrogen.

    Kelompok periset Envihab juga dapat mengatur kekuatan gravitasi. "Kami dapat menambah kekuatan hingga setara dengan enam kali gravitasi bumi," dikatakan Guido Petrat, salah satu periset.

    Alexander Gerst akan ikut serta dalam studi ini. Sang astronot Jerman dijadwalkan terbang ke ISS pada 2014, tapi sebuah tempat tidur di Envihab telah disiapkan untuknya saat kembali ke Bumi.

    "Sebagai seorang astronot, saya juga seorang peneliti. Tapi dalam hal ini, saya juga menjadi obyek penelitian," ujar Gerst. [ikh]

    Baca Juga:  
    Sumber: http://teknologi.inilah.com/read/detail/2011655/menjajal-reaksi-tubuh-di-kehidupan-luar-angkasa#.UeiFBaQyhss

    Wajah Bayi Dalam Kandungan Kini dapat Dicetak dalam 3D

    Headline
    Asalasah ~ Meski sudah mengetahui jenis kelamin dari bayi di dalam kandungan, seringkali para calon orangtua penasaran seperti apa rupa buah hati mereka.

    Kini rasa penasaran selama 9 bulan itu akan berkurang dengan hadirnya teknologi yang dapat mencetak bentuk wajah bayi di dalam kandungan dengan printer 3D.

    Perusahaan asal Jepang menggunakan teknologi 3D-printing untuk mencetak model tiga dimensi dari wajah bayi yang masih di dalam kandungan.

    Cara ini bisa membuat calon orangtua membayangkan seperti apa lucunya bayi mereka ketika nanti dilahirkan, dan juga sebagai kenang-kenangan ketika anak mereka beranjak dewasa nantinya.

    Teknologi ini sepertinya bisa menjadi sesuatu yang besar dan populer jika terus dikembangkan dan dikomersilkan secara tepat.

    Apa yang lebih menyenangkan bagi orangtua dari mengetahui seperti apa lucunya wajah buah hati mereka pada jauh hari sebelum si bayi dilahirkan?

    Baca Juga:  
    Sumber: http://teknologi.inilah.com/read/detail/2011519/wajah-bayi-dalam-kandungan-kini-bisa-dicetak-3d